Jadi omprengers di Melb

Seorang teman yang sudah jadi Permanent Resident (PR) di Perth bilang sama saya: “kalau nanti sudah pindah ke Melb, belilah mobil. Karena nanti hidup bakalan susah dan repot kalo nggak ada kendaraan, apalagi sudah ada anak“. Disamping itu memang karena harga mobil (second) dan bensin di Oz bisa dibilang murah / terjangkau. Padahal saya dan suami berniat banget dari awal justru mau full menikmati hidup dengan public transport disini. Denger cerita temen jujur jadi agak goyah sih, apalagi memang semua temen2 suami yang bawa anak disini semua pada beli kendaraan. “Betulkah repot kalo mengandalkan public transport aja?“. Jawabannya : tidak**

Melbourne punya public transport terlengkap dibanding kota2 negara bagian lain di Australia. Ada 3 jenis public transport yang terintegrasi disana, yang menggunakan kartu bernama Myki sebagai alat pembayaran. Cerita dulu tentang kendaraannya ya.. Melbourne punya Tram, Bus dan Train yang daerah jangkauannya pun luas se-Victoria. Public transport yang biasa saya gunakan adalah Tram dan Train, sampai sekarang saya belum pernah naik Bus hehehe. 

Tram 

 “Kereta di tengah kota” ikon Melbourne ini jadi favourite anak saya. Kalo mau pergi pasti bilang, “nanti kita naik telam aja yaaaa!“. Foto diatas adalah tram model baru, tram lama bentuknya klasik dan biasanya berwarna hijau. Tram ini berhenti di setiap stop tram (halte) yang ada di jalan raya, ditandai dengan plang dengan warna putih hijau. Kalau di daerah city penandanya digital, dan ada keterangan tram nomor berapa saja yang akan lewat dan berapa lama lagi sampai stop tram.  

 Ketika masuk daerah CBD juga ada yang namanya Free Tram Zone, jadi bebas gak bayar alias nggak perlu tap Myki card ke mesin. Kalo ada yang buru2 atau capek nih, mau ke tempat lain di daerah seputaran situ.. Naik tram aja. Kemaren saya makan di Resto Nelayan, terus mau nyusul suami yang lagi part-time di Victoria market (Vicmart), tadinya mau jalan.. Tapi setelah cek ternyata jaraknya 1,6 km, karena bocil molor akhirnya saya naik tram aja deh turun di stop tram Vicmart, hratis 😁. Sama kaya transjakarta, tram ini juga penuh saat peak hour macam jam berangkat-pulang kantor. Bedanya waktu datangnya itu pasti dan tepat. Yaaa kalopun meleset2 paling 1-2 menit aja.

Ada apps yang disarankan bagi setiap pengguna tram yaitu Tram Tracker, bisa di download tanpa bayar bagi pengguna iOS atau Android. Pengguna OS lain bisa langsung cek di http://www.tramtracker.com.au. Tram tracker ini bener2 membantu pengguna tram apalagi newbie. Jadi, ketika apps dibuka di smart phone. Otomatis dia akan mendetect dimana lokasi kita dan memberikan nomor tram dan stop tram mana saja di area terdekat kita. Kalau di klik lagi akan muncul estimasi kedatangan tram tinggal berapa menit lagi. Bisa dilihat juga di apps, tram yang mau datang itu jenisnya baru atau lama. Kalau saya lebih suka tram baru soalnya lebih ramah stroller, tram lama naiknya masih pake tangga jadi harus di angkat hihihi. Kita juga bisa memasukkan nomor tram di apps, kemudian akan muncul informasi tentang jalur tram yang kita naiki menuju kemana saja. Tram tracker, you rocks! 

Train 

 Ini train di stasiun kecil terdekat dari tempat tinggal saya. Train ini daerah jangkauannya lebih luas dan jauh dibanding Tram. Misal mau ke daerah Monash Uni di Clayton, bisa naik train 30 menit dari city.  

🎀naik kereta api tut tut tuut
 
Train juga tepat waktu datangnya, kalo udah di dalam train sih rasanya lebih enak karena nggak pake ngerem kaya tram hahaha. Oiya, kita juga bisa cek kereta akan datang dalam berapa lama lagi dengan cara memencet tombol hijau yang tersedia di stasiun. Nanti akan muncul informasi yang disuarakan oleh mbak2
yang menjelaskan dengan detil. Atau bisa juga punya apps di smartphone namanya PTV (Public Transport Victoria), sama seperti tram trackers hanya lebih lengkap (tram, train dan bus). Oiya, jarak kedatangan train satu ke train lain biasanya 15 sampai 18 menit, lebih lama dari tram yang maksimal (biasanya) 8 menit udah dateng lagi.
Parliament station
 
Public transport lainnya adalah Bus. Tapi berhubung saya belom pernah cobain jadi nggak bisa jelasin deh. Sekarang tentang alat pembayarannya ya.

Semua pengguna public transport harus punya kartu bernama Myki, wajib hukumnya. Satu kartu bisa dipakai untuk naik Tram, Train dan Bus. Tentu saja harus ada saldonya ya hehehe. Gambar di atas adalah Myki card, keliatan dibawahnya ada logo 3 kendaraan kan. Sedangkan yang di bawah adalah mesin di dalam tram tempat menempelkan Myki sebagai tanda kalo sudah dipotong balance saldonya. Jadi, Myki card ini ada 2 macam yaitu Myki pass dan Myki money. Myki pass itu berjangka, misal beli Myki jangka mingguan atau bulanan. Tergantung kebutuhan, kalau kira2 dalam seminggu bakalan full keluar terus dan pakai public transport, lebih baik beli pass karena jatuhnya lebih ngirit. Kalau Myki money, beli sesuai kebutuhan, top up saldonya bisa di mesin (biasanya ada di dekat stop tram atau di stasiun, kantor pos dan supermarket atau toko2 dll). Kalau memang nggak akan pergi setiap hari, mending ngisi Myki money jatuhnya lebih efisien. Oiya, tarif naik public transport di Melbourne itu adalah: 

 Bisa dilihat di atas, kalau perginya dibawah 2 jam dan pake Myki money jatohnya kena $3.76 saja. Pas naik langsung tap / touch on Myki ke mesin, turun nya jangan lupa tap lagi untuk touch off. Kalo pergi seharian dan berkali2 naik public transport, biayanya $7.52. Kalo naik train, mesin nya ada di stasiun, pastikan untuk tap dulu, baru nunggu kereta datang. Jangan lupa untuk selalu tap Myki ke mesin. Kalo nggak, bisa ketangkep polisi dan kena denda, dendanya bikin amsyong. Kata siapa semua warga lokal taat peraturan? Nggak juga. Saya beberapa kali ngeliat orang nggak tap Myki karena mungkin cuma naik jarak dekat satu atau dua stop aja. Berabe nya kalo tiba2 tiga atau empat orang berkemeja putih dan rompi oranye masuk terus ngecekin Myki penumpang satu2 pake scanner. Ketauan deh saldonya gak kepotong then dhuaaarr kena denda $70 di tempat. Para polisi ini bawa mesin EDC buat gesek card. Sebelumnya saya pernah liat juga polisi2 ini gak pake seragam, baju biasa aja casual.. Tapi nanti di dalam kendaraan ngeluarin tag dan scanner, modhiyar banget kaaan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. 

Confession: suatu sore sepulang kerja (cerita saya kerja insyaAllah bakal ditulis di postingan selanjutnya 😊), saya minta tolong suami cek sado Myki via online sekalian top up saldo. Tiba2 dia:

Suamik: “Ma, kamu gak tap Myki ya tadi pergi – pulang kerja?

Saya: “tap laaaaah, gileee nekat amat gak tap.. “

Suamik: “saldo kamu masih penuh nih $10an, sama kaya kemaren

Saya: “haaaahh, gak kepotong?? Asiiikkk2

Suami cuma ngeliatin bengong sambil ngebatin ngenes kali.. “Ni istri gue kalo tadi kena polisi, kartu kredit gw di dompet dia bisa digesek $70“. Jadi, saya emang tap.. Tapi ternyata gak kerecord alias gak kepotong saldo. Seharian saya pergi gak kepotong.. Terus suami bilang “besok2 kalo tap diliatin yaa sampe keluar balance saldonya, jangan langsung ngacir” πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Segitu dulu deh yang saya tau tentang public transport di Melb. Kalo ada tambahan. Nanti di edit deh hehehe, siapa tau berguna buat yang mau dolan kesini dan jadi omprengers kaya saya πŸ˜ŠπŸ‘ŒπŸ».

**berdasarkan pengalaman saya dan keluarga selama satu bulanan tinggal di Melb dan mobilitas lumayan tinggi.

Advertisements