Sopir Taksi itu bernama…

Kamis, 15 Maret 2012 mungkin menjadi salah satu hari atau malam yang akan selalu gue ingat sepanjang hidup nantinya. Kejadian saat itu membuat gue optimis kalau di Jakarta, kota metropolitan yang isinya orang-orang individualis ini masih memiliki orang-orang dengan hati yang baik dan tulus.

Berawal dari sore hari yang cerah, seusai meeting dengan Advertising Agency di daerah Adityawarman Trunojoyo, gue dan dua orang rekan kerja memutuskan untuk ngemil-ngemil centil sebentar di 711 [Seven Eleven]. Jam 6 sore, kami pun siap-siap untuk pulang. Karena arah rumah gue berlawanan dengan mereka, gue pun memutuskan untuk naik taksi saja. Baru sebentar gue menunggu di pelataran parkir, tiba-tiba langit menjadi hitam dan angin bertiup kencang sekali! Dahan-dahan ranting diatas gue mulai rontok, hujan mulai turun disertai angin kencang dan orang-orang heboh berlarian ke arah 711. 

Akhirnya gue ikut menepi dan berteduh. Asli, saat itu gue panik berat plus ketakutan. Gue nggak bawa jaket atau pashmina untuk menutupi perut dan tubuh dari rasa dingin dan kebetulan hari itu gue pake dress selutut dan bolero pendek. Nah loh! Anak gueeeeeee si Junior gimana nasibnyaaa..*air mata geleleran*. Menit demi menit berlalu lama banget, sedangkan taksi-taksi yang seliweran di jalan seakan ngeledek gue dengan melaju kencang tanpa mau berhenti walau dengan lampu menyala tanda taksi kosong. Gue coba telpon hubby, yang sialnya lagi dinas juga malam itu. Tapi dia berusaha telpon taksi juga dari kantor untuk jemput gue. Memang cuaca yang buruk dan timing-nya adalah jam pulang kantor, nggak ada satupun armada taksi dari perusahaan manapun yang bisa melayani pada saat itu. Pada saat yang bersamaan kedua smartphone gue abis batere. Semakin creepy lah suasana malam itu. Mata melirik jam tangan, sudah jam 7 lewat. DEG! Lemes sudah dengkul gue…

Alhamdulillah, satpam dan dua orang tukang parkir disana care sekali. Mereka juga bantu untuk carikan taksi. Gue nggak henti-hentinya mengucap syukur walaupun perasaan gue udah nggak karuan banget. Kira-kira jam setengah delapan malam, tukang parkir disana berhasil nyetop Taksi @BlueBirdGroup di seberang jalan. Tanpa ba-bi-bu gue segera lari nyeberang dan masuk ke dalam taksi. Bapak sopir greeting dan gue memberi tahu arah tujuan serta tak lupa ngomong kalimat template :

“Pak, nanti tolong bawa mobilnya hati-hati yah… soalnya saya lagi hamil”.

Bapak sopir pun dengan sigap membawa mobilnya dengan pelan dan hati-hati. Yaiyasih…karena emang jalanan padat merayap jadi gak bisa ngebut juga 😀

Di perjalanan yang panjang itu kami ngobrol-ngobrol, si Bapak bertanya soal kehamilan gue.

“sudah hamil berapa bulan, bu?” lalu gue jawab dan mengalirlah pertanyaan-pertanyaan lain dan sharing cerita dari beliau. Anaknya tiga orang, perempuan semua. Beliau cerita kalau sudah jadi sopir taksi blue bird sejak argonya masih Rp.3000. Dia juga tanya ke gue :

“Bu, sebagai calon IBU… apa sih yang ibu rasakan kalo lagi mengandung anak begini terus mual dan muntah-muntah terus”.

Yang gue jawab dengan : “yaa… tetep bersyukur lah pak, ini kan berkah ya, walaupun rasanya sengsara tetap harus saya nikmati. Ini adalah berkah dari Allah yang sangat besar”.

Lalu obrolan pun bersambung dengan cerita dia mengenai perasaan nya kepada sang istri yang waktu hamil membuat beliau merasa kasihan. Sampai akhirnya beliau bertanya :

“Agama Ibu apa kalau boleh tau?” setelah gue jawab, beliau melanjutkan dengan saran agar banyak mengaji di masa-masa kehamilan gue. Lalu kami lanjut mengobrolkan hal lain di tengah kerumunan mobil-mobil yang tak bergerak dan akhirnya muncullah kalimat tanya dari beliau yang membuat gue teramat sangat terharu. “Ibu, kalo gitu mau dengerin ngaji dong?”.

Gue kaget, mau banget pak, ada ya?. Lalu dari kegelapan gue lihat tangan beliau memutar ke kanan tombol volume tape sambil berkata “tadi saya di jalan juga sebenernya lagi dengerin ngaji bu, silakan ibu kalau mau sambil dengerin ya”.

Kemudian alunan murotal yang indah pun berkumandang di taksi, hampir sepanjang perjalanan gue pulang ke rumah. Gue diam dan bersandar di jok kursi sambil tangan gue mengelus-elus perut. Tanpa sadar mata gue panas dan pipi gue basah akan air mata. Saat itu gue merasakan ketentraman yang LUAR BIASA. Satu jam lalu gue masih terjebak hujan badai dan setelahnya gue sudah berada di taksi dengan orang baik

Tanpa terasa sudah hampir satu setengah jam gue di dalam taksi. Rumah gue sudah dekat, hati gue pun semakin tenang. Tinggal satu belokan lagi untuk sampai dan gue segera menyiapkan uang untuk membayar ongkos taksi. Ketika menerima uang, bapak sopir berkata kalau itu lebih dan akan mengembalikan. Yang gue jawab dengan gelengan kepala dan tanda supaya hal itu tidak perlu dia lakukan. Beliau pun mengucapkan terima kasih yang tulus. Sambil keluar, gue mengerling ke arah ID card di atas dashboard.

AGUS SALIM, pengemudi Taksi Blue Bird dengan  nomor pintu CB 607.

Terima Kasih, Pak Agus… karena telah memberikan memorable moment ditengah situasi yang tidak mengenakkan saat itu. Someday I will tell this story to my child 🙂

Sukses terus dimanapun dirimu dan keluarga berada.

Advertisements

the “N” word

Dulu… gue pikir, dan gue nggak pernah membayangkan kalo suatu saat nanti ketika gue hamil akan merasakan yang namanya : NGIDAM. Sampai saat kehamilan udah sampai ke minggu-minggu awalpun, setiap orang yang nanya : “Udah ngidam apa neng?” Gue selalu jawab dengan : “nggak tau, nggak tuh… nggak ngidam apa-apa kok”. Memasuki minggu ke-8 alias dua bulan kehamilan, gue jadi doyan banget :

TOM YUM

tom yum-nya JITTLADA

 

Ini rasanya TOP MARKOTOP, endang bambang gulindang deh… sejauh menjelajah kuliner tom yum di Jakarta, ini yang paling juara. Begitu pula dengan harganya. Mehong booookkk…. jadi, jangan sering2 lah ke Jittlada. :p Mari kita menjelajah tempat lain yang tak kalah enaknya. Hehehehe…

 

 

 

 

SAYUR ASEM

sayur asem nasi uduk kb.kacang

 

Believe it or not, dulu gue NGGAK SUKA banget sama yang namanya sayur asem. Sayur kok asem, makan sayur kemaren aja! Hihihihihi… Tapi semenjak hamil, it tasted like….oohh-so-ssslllurrppp! Jadi, mau ajakin neng ke warung sunda? Ayok!

 

 

 

 

 

 

Dan… makanan yang OH-I-WANNA-EAT-THAT-ALL-THE-TIME adalah :

RUJAK BUAH

tendang si NANAS

Tadaaaaaaa….. Gila yah, itu buah mentah yang asemnya ngalah-ngalahin ketek orang yang nggak mandi dua hari, berasa enak lohhh!!! Something banget yah, huahahahaha… Gue bisa kalap tuh nyocolin mangga muda, dondong muda, jambu aer muda… ke kubangan bumbu rujak. Pagi-siang-sore-malem, kalo boleh gue makan rujak aja deh. Sayangnya bisa2 neng digampar sama Papa-nya Junior, hihihi… Gampar2 sayang gitu deeehhh…. *dijelasin* *nggak penting*

Dari ketiga jenis makanan diatas, persamaannya adalah : ASEM dan PEDAS! Jadi, yuuuukkkk huntiiinggggg makanan-makanan itu. Baby Junior sehat ya naaaaakkk…. 😉

SEN-SI-TIF

Nggakk… itu sensitif udah dipake dua bulan-an yang lalu kok dan sudah membuahkan hasil. Yang ini adalah perasaan gue yang sensitif. Nggak usah hamil aja neng mumun kayaknya sudah cukup sensitif deh, apalagi dengan kondisi sekarang. NGOK! Dari kemarin, gue ngerasa nggak enak badan, kepala cenat cenut, idung sendat sendut, dan kebetulan hari itu gue make baju kusut. Tapi walaupun kusut, muka neng tetep imut. ENOUGH rhyme-ing!!, cause it’s annoying!

Malemnya, begitu sampe rumah setelah dinner sama hubby, gue pun ngomong (baca : ngeluh) —> “Aduh, neng pusing deh… kayaknya gara2 keujanan nih”. Sebagai wanita normal yang selalu haus akan kasih sayang dimanapun dia berada PASTI jawaban yang gue inginkan adalah “utukkk…utuukkk… kacian cayang uuhh… cini2 aku peyukkk biar pucingnya ilang”.

 

MENURUT LOOO?!, itu berlaku untuk pasangan yang baru jadian dan masih pake seragam putih-biru kali kali yeeeyyy. Jawaban simple yang gue harapkan cuma : “srek usrek (suara rambut dielus2, eh kok jatuhnya kaya suara nyapu yak *failed*), yaudah… sekarang istirahat aja ya biar pusingnya ilang, besok jangan ujan2an lagi yaa”.

 

backsound : lagu2 romanyenye

—– dan kami pun berpelukaaaaannnn… Ohhhh, indahnya duniaaaa… *lope lope di udara*

 

Zzzrrrrwwwtttttttthhhhzzzzzztttttt,,

Sekian acara ngayalnya. Back to reality :

 

“Makanya pake payung dong, udah dibilangin bawa payung kalo pergi-pergi”

 

WHAT-to-the jreng-HEEEECK?????

APPPPAHHHHHH!!???!

JLEB JLEB BERTUBITUBIIIIIIIIIII!

*pisau-pisau bertebaran di dada*

*&^%$#@$%^&^%$$##%^&&*(#@!$%#@&&*+&%$#*$#

NGGAK ba~~nget. Dalam hati, siauulllll…. berasa kaya bilang :

“Honey, aku kesandung nih”

trus dijawab “SUKURIN, makanya..blablablaaa….”

 

Eghh, akhirnya semalem gue molor dengan muka manyun bin imut (teteup). Sedihnya, gue ketiduran nonton THE VOICE2, premiere encore!! Aaaaakkkk…

So, to you you you… ALL MEN in this world :

 

“Hey, yeah you can read a MAP better than us… but you have NOTHING about feeling! HUH!”

a SASSY mom to be, loves Junior and Papa-nya.

Baby Bump, bump boom!

Hello February,

Di hari pertama bulan baru ini, perut gue udah lumayan buncit hehehe. Orang2 sih bilangnya BABY BUMP alias the abdomen area of a pregnant woman. As the fetus/baby grows so does a woman’s belly (urban dictionary).

Hal yang paling berubah adalah cara dress up gue. Sebagai pecinta jeans dalam berbagai kesempatan, terutama celana. Gue udah gak bisa sembarangan lagi make jeans karena bahannya yang kaku dan menekan perut.

Sooooo, kemaren gue mengakali cara make jeans normal yang inspired by bumil2 sebelomnya hihihhi. Ini dia penampakannya :

BUKAN PORNOGRAFI!

Lihatlaaahhh…. gimana maksanya bumil yang satu ini make celana jeans :)). Secara bagian bawah kan masih muat ya, tapi bagian perut udah nggak. Hahahahha.

I love you karet gelang gretongan warteg!

TADAAAAAAA!!!

 

 

 

 

 

 

 

<———————————-

Lumayan loh hasilnya. Nih liat disebelah kiri gue, kalo udah dipakein atasan. :p

Morning Sickness

“Rasanya kaya naik bus ekonomi dengan jalan yang bregajulan belom di aspal, dan sebelahan sama nenek-nenek  pake minyak gosok plus parfum nyegrak”.

Setelah kemaren2 gue yakin kalo gue bakalan HAMIL KEBO, alias gak ngerasain mual2 dan muntah2 selama hamildun muda, akhirnyaaaa… di usia kehamilan masuk minggu ke-5, tadi pagi gue ngerasain yang namanya :

Morning Sickness

Walaupun namanya morning sickness, gejala ini nggak hanya muncul di pagi hari loh, beberapa bumil ada yang mengalami juga di siang, sore dan malam hari. Kayak neng mumun ini lah.

Rasanya nggak usah ditanya, perut kaya diaduk2, badan diputer2… yaaa kira2 bisa diliat lah di prolog atas deskripsinya, dan anehnya.. ngeliat hubby uyud tu jadi males, wahahaahahah! Sebenernya nggak males sih, tapi mungkin karena nggak tahan aja cium bau perfume-nya.

Gangguan kehamilan ini sih timbul karena adanya peningkatan hormon HCG (Hormon Chorinic Gonadotropin), dimana itu biasa terjadi pada bumil. Jika kadar hormonnya sudah kembali normal, maka rasa mual dan muntah itu akan hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Amin.

Duh, baby J baik2 ya nak… jangan bikin mama mual sering2 yah, biar kita bedua sehat dan kuat selalu. Yipppiiiiieyyy!

AYO HAMIL SEHAT! 😉

Keep fight for baby J! Mommy versus Morning sickness. 😉

Bumil and Skin Care

Hai haiiiii…

Semenjak jadi bumil, gue jadi aware banget sama ingredients produk2 yang akan masuk ke tubuh. Dari mulai asupan makanan sampai ke….. SKIN CARE! Yuppp, karena sebagai cewek, gue pasti hobby dooonk yang namanya nemplokin berbagai macam perawatan wajah dengan berbagai macam fungsinya masing2, hehehe :p

Setelah ngubek2 thread di Femaledaily, akhirnya gue menemukan fakta bahwa produk kecantikan dengan embel2 : whitening, tidak boleh di apply ke kulit bumil. Setelah ceki2 printhilan skin care di kotak dan kamar mandi, gue nemuin ada dua item yang harus gue singkirkan dan ganti dengan yang aman.

Nivea whitening body lotion

Sebenernya lotion ini gue beli biar bisa ngirit pemakaian lotion moringa the body shop gue. Secara gue lumayan banci lotion yahh… hehehe. Selain karena ingredientsnya mengandung zat aktif (whitening), baunya juga nyegrak sih, jadi gue gak doyan2 amat sama produk ini.

 

—–> diganti sama : The Body Shop Moringa Body Butter 

Selain kandungannya aman, gue memang sudah seharusnya mengganti body lotion menjadi boddy butter. Karena kulit gue sudah pasti membutuhkan kelembaban yang ekstra yah, lebih dari biasanya. Setiap habis mandi dan mau tidur, gue selalu mengoleskan body butter all over body. Alhamdulillah, kulit gue terjaga kelembabannya. 🙂

 

The Face Shop whitening tree snow facial wash

Ini dia, facial wash yang setia ngebersihin muka gue dari debu2 selama hampir setahun ini. Tapi ternyata kandungan aktifnya nggak baik buat janin di perut gue, huhuhu. Yasudahlah akhirnya skin care ini termasuk yang tidak lulus dan kena sortir hehehe. Mungkin masih lama lagi gue bisa make ni produk yah. Secara kalo menyusui nanti juga masih belom boleh dipake deh kayaknya ;).

 

—–>diganti sama : Sebamed liquid face and body wash 

Menurut gue, ini facial wash ter-miiiiiiiiiild yang pernah gue coba. Formula dia diciptakan untuk face and body, tapi beneran jauh dari keras deh.. mungkin karena itu juga yah, Sebamed jadi skincare yang direkomendasikan para dokter untuk para bumil. So far gue cuma pake buat face aja sih, karena kalo dipake buat body juga gue bisa tekor! Hahahahahaa…

Dan gue nggak tau nanti2 kedepannya, siapa tau dunia per make-up an juga harus gue sortir lagi mana yang boleh dan mana yang dilarang. Semua demi si Junior yang ada di perut, rela2 aja lah mama mumun. :p

the best GIFT for Hubby :)

Four, tres, two, uno!

Listen up y’all ’cause this is it

The beat that im bangin’ is delicious…

Yesss! Yesssss….

I’m Pregilicious, baby!

 

Oh my God, Thank You Allah Subhanahu wata’alaaa for blessing me, ehhhmmm…. “us” actuallyyyy, right hubby? 😉

Di hari jum’at minggu lalu gue agak was2 karena si period tak datang2… padahal siklus mens gue terbilang lancar sekali setiap bulannya. Akhirnya hubby uyud coba beli test pack dan gue coba minggu paginya. Ternyata muncul dua garis, cuma yang garis kedua memang nggak setebal garis diatasnya. Dag dig dug tuuuhhh… seneng2 gimanaaaa, tapi nggak mau ge-er juga :)).

Akhirnya malam itu juga hubby dan gue beli test pack lagi, kali ini harganya lebih murah malahan, hihihihi. Besok paginya sebelum sholat subuh gue coba dan… voila! DUA GARIS lagi, tapi kali ini garisnya udah agak menebal. Aaaaakkkk! masih belom mau ge-er tuuuhhhh… Gue dan hubby memutuskan akan ke RS satu minggu lagi untuk cek apakah si Junior sudah ada atau belom.

Sesampainya di kantor, ternyata rasa penasaran gue gak terbendung. Ditambah badan yang rasanya semakin nggak karuan. Akhirnya gue telpon ke Sint. Carolus Hospital dan buat appointment dengan dokter kandungan. Setelah rapat dengan direksi selesai, gue segera ngaciiiirrr kesana.

Di Carolus gue antri lumayan lama, jam 10 pagi standby dan baru masuk ruangan dokter jam 11 lebih. Dokter gue namanya dr.Royanto Darmaputra, SPOG… Alhamdulillahhh beliau adalah dokter yang sangaaat baik menurut gue. Susternya juga ramah, bikin hati gue tenang. Setelah menjelaskan riwayat mens gue dan menunjukkan hasil test pack ke dokter, dia bilang:

“waahh, ini kalo liat hasil test pack kamu seperti ini, kamu hamil!”

Oooowww… gue deg2an tuh :p. Terus dia tanya :

“suami mana? kok nggak nganterin?”

Gue jawab : “suami saya di kantor dok, saya mau kasih surprise, pengen cek kehamilan saya… soalnya besok dia ulang tahun”.

Setelah itu dokter Roy dan suster Santi kompak teriak :

“aaaaaahhhh…so sweet sekaliiiiiii”. Hehehehee :p

Setelah itu gue di USG, ternyata baby Junior masih ngumpet hehehe… Tapi, tiba2 dokter Roy bilang :

“sekarang saya buatkan pengantar ke lab yah… nanti hasilnya langsung kamu bawa lagi kesini gak usah pake ngantri lagi, saya tungguin”.

Woooww, secepat kilat gue ke lab dan ambil darah dan urine disana. Kurang lebih setengah jam gue balik ke ruangan dokter dan bawa hasilnya. Sambil membuka amplop hasil lab, dokter Roy bilang :

“naahh, ini dia yang harus kamu serahkan ke suami yang besok ulang tahun… SELAMAT YAAAH, KAMU HAMIIIILL”, sambil menyerahkan kertas hasil lab dengan tulisan : tes kehamilan = POSITIP.

Entah gue juga gak tau gimana menggambarkan perasaan gue saat itu. Bahagia, haru, kaget, bingung, campur jadi satu. Woww…and agaiiinn WOW. 🙂

Ya Allah, terima kasih atas karuniaMU yang sangat sangattt besar ini. InsyaAllah akan kami jaga dengan sebaik2nya Ya Allah… Semoga baby Junior sehat selalu sampai saatnya tiba untuk datang ke dunia ini.

Mommy loves you, nak…

Jakarta, 19 Januari 2012.