Leave me for Happiness

Judul postingan diatas dedicated to : My bestfriend, my office-mate, my bumil sister, my Uni rempongs, you name it. The chic and fabulous woman who’ll turn to be a precious MOM very soon. Ohh, yesterday is such a bad day for us, but i’m pretty sure that we’ll rise and shine after all.

the rempongs

Dari berpuluh macam foto dan berjuta gaya yang ada, kenapa gue pilih majang foto diatas??

1. Ini foto terbaru gue dan si bumil yang terbaru

2. Disitu liat gak si bumil lagi kipas2 duit?? Itu hasil kita narik seharian… lumayan kan?? Hahahaahaha… gak ding, pada saat foto itu diambil ada kejadian dengan tema “Amarah membawa Berkah” (macam judul sinetron aja). Setting nya adalah di sebuah resto. Waktu kita order minuman disana, nggak ada sedotan atau straw di masing2 gelasnya. Padahal, minuman yang udah dipesen itu bakalan susah kalo diminum tanpa sedotan. Bumilpun bertanya ke waitress yang cuma dijawab : “sedotannya abis”, fail banget kan?! Saat itulah gue membatin : “mampus hidup lo mbak”, dan ternyata benaaaarrr sodara2… Bumilpun MURKA ANGKARA DURJA!. Sang store managerpun dipanggil, dan tak lama kemudian dia dateng lagi buat nganter bill yang DIKORTING 50% serta nggak lupa… tarrraa… 5 slice tiramissu sebagai compliment buat kita. YATTAAAA!!!! Menyenangkan sekali bukaaaannn… hihihi. Mungkin next nya kita harus skenariokan mengenai “sendok yang ditukar” di resto yang lain :p. Ahhh bumilkuuu, sungguh marahmu saat itu sungguh menguntungkaan… hehehe.

 
Aiiiihhhh, baru begini aja gue udah kangen nih sama si bumil. Semoga kesampean nih maen ke kota hujan buat nginep barang sehari disana. Semangat ya uniiiiiiiii, ayo kita bertemu lagi! Dengan kondisi dan tempat yang baru plus yang pasti lebih menyenangkan, maybe :p. Hugs from Jekardah!

Advertisements

Meet up with Baby Aidan

…………………………………………………………………………… and Mommy :p

Itu lanjutan judul postingan diatas. Ntar bisa2 mak-nya ngamukkkkk ntaarr hihihihihi…

Hari Senin adalah hari special karena gue dan Ryani janjian ketemu sama Dewichan di PIM buat hahahihi dan mainan sama Aidan. Ini capture dari cerita kami berempat :

pose seragam onty and aidan

Yaampuuunnn lucunya anak itu…. anteng gemesin dan berasa pengen diculiiiikkkk nih sama onty stalker ini. :p *jangan sampe Dewichan baca, bisa2 dilarang ketemu Aidan sampe dia balita. Pokoknya sampe speechless deh pertama kali ngeliat kupluk merah dan stroller orange dari kejauhan. Jadi bayangin wuenaknya Dewichan yang tiap hari ketemu *loh*. Huahahahahaa…

Kayaknya nggak akan banyak cerita nih, cuma mau posting foto aja. Pantengin aja tuh foto… pasti pada ngiri deh pengen jadi neng mumun sehariiiii….. :))

My Leopard Friend

Kemaren gue mendapati kejadian yang agak absurd. Ada pemandangan baru yang muncul di seputaran kubikel gue. Jadi, setelah Dewichan hengkang dari kantor ini… kubikel sebelah diisi oleh anak baru yang bernama Miss Octavia “Leopard” Malik. Flashback sedikit, ketika dulu gue baru pindah ke atas. Gue agak takjub ngeliat kubikel Dewichan yang isinya print2-an muka Robsten semua. Belom kalender Twilight di belakang punggung kami dan Mas Robert Patinsson yang berpose ketek diangkat satu di tembok sebelah gue. Yeah… Karena Dewichan pula gue tau kalo Robsten adalah singkatan dari Robert and Kristen. Yapppiyyy!! Semacam TomKat or Bennifer gitu lah.. Ato kalo versi lokalnya Lunariel (–jijik sendiri gue baca singkatan terakhir, kenapa bisa kepikiran ya?? Cepet lagi nyautnya). *tepok jidat yang baca*

Daaaaan, kemarin pagi, Miss Leopard just call me … “Neng mumuuun, liiiiat deeehhh” and TADAAAAAA!!! Ibarat web blog ganti themes, maka demikianlah yang terjadi pula dengan kubikel sebelah gue. From Robsten Golden Edition become LEOPARD highly seasonAlias edisi macan garoooonggg!!

kubikel-nya "galak" booo, aarrwwll

Dari tempat tissue, tas, name card box, accesories, taplak meja…sampe wallpaper di monitor, motifnya tutul2. WOW!!. Gue spontan berimajinasi, kalo aja Robert Patinsson dan Kristen Stewart hitam putih itu bisa ngomong, pasti mereka bakalan teriak2… “Wooiiiyyy…keluarin kita dari siniiiiiihhh!!” Secara jadi berasa lagi di kandang macan. Whooopss! :p
PS : (teriak lagi) “muka kite juga jangan ditempelin rate http://www.tempeinteraktif.com duoonk!!” 😀

But, gue terhibur juga sih dengan adanya si tetangga baru ini.
At least, kalo gue pengen liat macan gausah jauh2 ke Gembira Loka. Hihihihihihi…

*peace* *love* *and gaul*

muka gahar neng mumun

Eniweeeeiii, sebagai tetangga kubikel yang geholll… Gue juga gak mau kalah dong. Walopun kemaren gue ber-flowery blouse, tp gue juga mau eksiiiiieeesss dan berfoto close up-ria pake : Leopard Sunglasses pinjeman!! Efeknya seharian gue jadi pengen nyakar2 mulu tiap ada orang lewat.

Gimana, udah segarang macan belomm??

Aarrrrrwwhhhh! *cakar manja*

40th TEMPO Anniversary

Dear foooooolkkkksss,
Big WOW… tepat dua minggu gue nggak mem-posting APAPUN di blog ini. Hehehe. Itu semua karena gue lagi sibuk2nya nyiapin undangan untuk para tetamu yang kebetulan adalah klien gue di acara : 40th TEMPO Anniversary.

TEMPO (1971 - 2011)

Gue sih nggak akan membahas detil mengenai jalannya acara yang ber-title UNTUK PUBLIK UNTUK REPUBLIK ini yah. Tapi, gue akan bertutur mengenai keribetan, kerepotan dan kekacauan yang terjadi sebelum dan selama acara, loh??. Iya, jadi acara ini kan gede2an tuh ceritanya. Undangan-nya juga nggak maen2. Barisan VVIP diisi oleh para pejabat negara setingkat menteri, politikus, para CEO perusahaan dan tamu penting lainnya. Nah, kita2 ini anak2 divisi iklan juga kebagian tugas buat ngundang klien kita, tentunya orang nomor satu di perusahaan tersebut. So, gue juga undang tuh Dirut provider paling Indonesia, provider biru negeri jiran dan handset yang terkenal sama walkman phone-nya. Mengundang para “BOS” tentunya beda dong ah sama ngundang manager divisi. Jadi, masalah undangan aja udah bikin kepala nyut2an selama seminggu lalu. Fiuuuwh..

Karena bapak kita bapak lu aja kali :p, Susilo Bambang Yudhoyono juga confirm dateng ke acara ini, maka terbayang donk acara protokoler dan sterilisasi lokasi yang dilakukan dua jam sebelum acara. Ouch.. Tapi nggak terlalu ngefek juga sih secara gue dan temen2 harus standby jam 1pm di Palm Court VII, satu ruangan yang disewa untuk ruang rias dan hairdo by make-up artist martha tilaar. Justru, impact dari datangnya SBY ini adalah : dresscode yang tadinya “luxury gown” berubah jadi “touch of batik”. Errr, padahal gue udah bikin satin gown warna merah (karena gue berani dan sexy, apaan sih) yang rencananya bakal gue pake di acara. :/ :/. Untungnya tepat di hari H, gue nemuin juga dress BATIK yang tepat buat acara itu. Tentunya atas bantuan dari fashion advisor gue, miss fashionable-nya Tempo… Ryani. Hehehehe.

Yahh.. begitulah kemumetan yang meaning nggak meaning yang menyebabkan gue nggak punya waktu lama2 buat blogging. Dibawah gue pasang tampang2 sumringah anak2 iklan di acara akbar ini. Hebat deh kita2 ini, walopun kaki puegel nggak karuan –terutama gue (baca: curhat), karena pake high heels 9cm. Tapi senyuman untuk para tetamu undangan terus mengalir deras tak henti-henti. 🙂

His name is KABUL

Happy Mon(ster) day!
Back to reality, back to routines.
Dua hari yang lalu gue ngabisin weekend di Jogja. Yup, berkumpul bersama keluarga. Senangnyaa.
Si kabul yang foto2nya dijembreng disini adalah one of my best friend! And best friend always be the part of family, right?

Ini adalah foto box neng mumun dan kabul. Bolehlah sekali-kali kami bergaya n94LaY. :))

neng mumun and kabul

Kabul juga udah nyiapin kopi bubuk espresso sisa grind yang gue pesen tiga hari sebelum dateng ke Jogja. Here it is…

espresso grind

So, itulah oleh2 dari liburan singkat gue :
Coffee and memories
Love you all my partners! *ketjoep basah*

Postcard from Holland

HAPPY NEW YEAR 2011!

Nggak… nggak salah posting kok. Kemaren postcard taun baru dari temen gue, Emma di Belanda baru dateng. Padahal ngirim udah dari awal bulan Desember taun lalu.
So, gue seneng bangeeeetttttttt! Udah agak parno kirain tu postcard gak nyampe aja ke kantor.

This is it!

the postcard

Senangnyaaa. Dank u wel my friend. *hugs from Indonesia*

Friendship across Universe

I love to making friends!

Dalam hidup ini, gue punya prinsip bahwa:

Kita tidak bisa membuat semua orang senang berteman dengan kita. Tetapi paling tidak, kita bisa membuat mereka untuk mempunyai perasaan biasa aja tanpa harus ada rasa benci.

Point: Bersikaplah baik, at least standard sama orang yang baru kita kenal. Paling tidak, mereka gak punya alasan buat gak suka sama lo.

Kalo masih sebel tanpa sebab sama kita, sirik aja kali yeeeey. :))

Gue punya beberapa teman yang tinggal di luar Indonesia. Mereka ada di belahan dunia Asia dan Eropa. Kok bisa kenal?

Jadi, berbekal keramahan asli orang Indonesia ketika masih kerja di Setarbak. Gue akhirnya bisa bisa berteman dekat dan keep in touch sampai sekarang sama para foreigners ini.

Nih, sebagian dari mereka :

1. Mayumi Tanaka & Hitomi Kageyama

dian's bday party '08

MAYUHITO. Itu akronim dari gue dan Dian (one of my best friend, she stayed at Malaysia with her hubby now) untuk memanggil mereka berdua. Mayumi dan Hitomi datang ke Indonesia untuk berlibur kira2 di bulan September/Oktober 2007. Berawal dari Date Frappuccino, minuman special Setarbak favorit mereka..kami jadi sering ngobrol. Gue suka tukeran kata2 gitu sama mereka.

Contohnya:
Me —> If you feel there is someone so annoying and snob, just said: SOOOK DEH LOOOO!
Them —> SODEROUUUU!!! *mata kriyep2, bibir monyong lima centi*

Me —> When you got a problem, and nobody can’t understand you. All you can say is: sebel SEBEL SEBELLLLLL!
Them
—> Seberu! Seberu! Seberu! *mata tetep kriyepan, bibir masih monyong*

at motel

…dan masih banyak lagi kata2 ngaco yang gue ajarin ke mereka.
November 2008, mereka dateng lagi lo ke Indonesia. Gue dimasakin okonomiyaki, dibawain segala macem jajanan Jepang yang bikin nagih (rasa biasa aja, bentuknya itu looo lucu2) dan Wasabi yang sukses bikin gue mencret.

2. Emma Altman & Kristi Titus

Emma dan Kristi ini adalah duo dynamix mooi dutch lady dari Belanda. Mereka dateng ke Jogja akhir tahun 2007 dan menetap selama dua bulan untuk suatu urusan. Berawal dari tukeran nomor hape, kemudian kami sesekali jalan bareng dikala gue lagi dapet day off. Para noni Belande ini punya separuh darah Indonesia. It makes they looked soooo beautiful with a lovely attitude.

Emma, Me and Kristi

Di awal tahun 2008, Emma dan keluarga datang kembali ke Indonesia. Mereka mengundang gue, menjemput lebih tepatnya untuk kemudian dinner bersama. Mereka sangat2 ramah dan baik. It was one of my great moment in my whole life.

august '10

Agustus 2010, Emma lagi2 datang ke Indonesia. Kali ini berdua dengan pacarnya, Farshad. We have beautiful days in Jakarta. Hanging around from mall to mall, shopping at Ambass, dinner at Sate Senayan, watch a movie in Senayan City and late night chiiiiillllll at Jalan Jaksa. Whohoeee!

3. Sara Brkic & Dragana Tintor
Panggilan kesayangan diantara kami adalah : “sister”. They called me lil sister karena usia gue yang paling muda. Mereka adalah mahasiswa dari Serbia, eropa timur yang sedang studi di Universitas Negeri Yogyakarta.

dinner @ Amplas
Sara and Me

Pengalaman gila kami adalah main skateboard didalam flat mereka, masak popcorn pake panci dan disiram saus coklat hasil bawa dari Setarbak. *ups! Mereka tinggal di Indonesia antara bulan July 2007 – June 2008.

Yang lucu dari mereka adalah, Dragana doyan pete, dan Sara gak pernah kepedesan makan sambel/rawit dan segala spicy thing di makanan dia. Setelah selesai masa pendidikan, mereka kembali ke Serbia. Update terakhir, Sara dapet beasiswa di Belanda dan Dragana ke Tokyo untuk sekolah lagi. what a lovely. 🙂

Sampai sekarang kami masih keep in touch by e-mail, postcard and BBM. Gue punya cita2, semoga someday kalo ada duit.. Gue mau jalan2 ke negara mereka. Jadi, nggak usah mikir lagi mau nginep dimana. Doakan saya yaaaaahhhh!!! *benteng takeshi style*

Let’s make a new friends!

My office life

Gue kerja di salah satu media yang udah lumayan tuirrr di Indonesia. Yeah, salah satu mimpi gue nih bisa working in magazine industry, walaupun bukan jadi journalist juga. Hihihi. Agak2 terharu juga sih bisa direalisasikan. Ihiiikk…

Ini adalah kehidupan kantoran gue untuk pertama kalinya. Sebelumnya kan gue kerja buat coffee shop international yang ijo-ijo itu loh.. kalian pasti tau kan? What?? Iyak betuuull.. yang beli kopi-susu-panas-nggak-manis harganya 30rebu ituuuhh.. :))

acara buka bersama di Caza Suki oct '10

Job desc gue dulu jg behind desk + operational, tp nggak office hour. Kondisi fisik gue sempet nge-drop jaman masih kerja disana. Secara waktu istirahat dipake buat kerja, dan waktu buat beraktivitas malah dipake buat molor. Alhasil sinusitis gue hore2 tuh karena diberi kesempatan berkembang biak dengan sempurna. Hahaha.. *ironic laughing*

Okay, back to my office life. Gue happy banget bisa gabung di kantor yg sekarang. Kebebasan waktu yang diberikan sama perusahaan ini bener2 TOP. Alhamdulillah, dari salary yang diberikan juga cukup buat ngebayar kost gue yang lumayan bikin bonjrot (ancur_red) kantong.. bayarin tagihan CC gue tiap bulan + beli2 woman stuff (baca : baju, sepatu, make-up.. oh, oh!) setiap bulannya.

sangar-nya KOPAJA

Lokasi kantor gue ada di kebayoran baru, jakarta selatan. Setiap hari gue berangkat kerja naik kopaja 608 (bus kotak, lapuk, tua berwarna hijau dan tidak memiliki rem serta kernet yg seperti tukang palak_red). Kalo pulang agak maleman, gue mending naik taksi atau nebeng temen yang searah karena agak2 bikin parno tuh kopaja-nya.

Job desc gue juga lumayan menyenangkan. Disini gue dapet industri Telekomunikasi. Which means gue bertanggung-jawab akan placement ad provider, handset, software plus media TV di majalah dan koran gue. Go show..ke advertising agency, and dateng ke acara press conference kalo klien mau launching produk. Itu senengnya.. pusingnya ya kalo lagi dikejar2 billing. Tapi gue punya jurus buat ngadepin hari pusing sedunia itu. Caranya adalah : cuek aja lagi. *straight face*.

Yeah.. that’s all about my office life. Cerita berikutnya menyusul yak.. yang pasti semua ada di Cerita Neng Mumun. Yippieee!

Tragedi KOLAK

Hi folks,
Hari ini gue melakukan rutinitas seperti biasanya.
Bangun, mandi, makan, nonton tivi dan antar-jemput Nyokap gue kuliah.
Kami berangkat jam setengah dua siang. Cuaca di kota gue panas ba~nget satu minggu belakangan ini. Puncaknya dua hari yang lalu, suhu udara mencapai tigapuluh sembilan derajat celcius!!! Can u imagine how sweatie we are?? Bhohooo… *lap-kringet*

Gue mulai memacu mobil menuju kampus Nyokap. Jalan yang biasa dilewati ternyata ditutup karena ada hajatan warga setempat. Mungkin yang punya hajat masih satu keturunan sama Sultan, atau Pak Presiden makanya dapat privillege blokade jalan seperti itu. I don’t know for sure, yang jelas gue harus cari jalan lain dan berputar-putar (Ya, ditengah panasnya kota dan AC yang mati). Jadilah kami berdua di dalam mobil, dua wanita lintas generasi yang berkutat dengan peluh yang terus-terusan mengucur. Tapi kami tetap semangattt!.

Akhirnya kami pun sampai ke tujuan. Gue nge-drop Nyokap di kampusnya dan bikin janji untuk jemput lagi dua jam kemudian. Setelah itu, gue lanjut meluncur ke kost seorang temen (kebetulan cewek,-alhamdulillah-) yang bernama Krisye. Kemarin malam dia minta tolong untuk nganter paket ke daerah pusat kota.

Sesampai kost nya, sebenarnya bukan kost dia tapi kost Nonnon (gue sudah pernah sebut namanya di postingan sebelumnya, right?) gue langsung masuk dan ngambil (atau ngangkut?) tiga buah kardus ke dalam mobil.
Gue ambil posisi kemudi, Krisye pun standby di sebelah jadi navigator. Bismillahirrohmaanirrohim… Kami pun berangkat menuju ke pusat kota dengan gue sebagai driver-nyaaaaa. Sedikit grogi karena dia adalah salah satu sensei gue selain Aoi, bedanya dia adalah sensei dalam nyetir mobil matic.

Sesampainya di tempat pengiriman paket, kami dapat sedikit masalah. Mereka nggak bisa kirim tu paket ke daerah tujuan (Sungai Liat: Pekanbaru masih ke sonooooo…,red). Jadilah kami cari agen pengiriman lain atas rekomendasi agen tersebut.

Ketemu.

Letaknya cuma berjarak 200 meter aja dari tempat sebelumnya. Gue parkir di sebelah kiri jalan. Jalanan penuh dengan mobil dan motor, jadi gue nggak berani nyebrang dan cari parkir di sisi kanan. Jadilah kami gotong tiga kardus itu dibantu ibu-ibu tua yang baik hati. Lumayan lama si Krisye negosiasi sama orang dari agen yang baru ini. Karena harga pengiriman ke Sungai Liat ternyata MAHAL BANGET! Masa total biaya-nya sampai satu juta lebih…Oh..Maiii…Gattt!. Krisye sibuk telepon orang yang mau dikirimin paket, tapi lamaaaa nggak diangkat-angkat. Setelah telepon diangkat dan Krisye kasih tau soal biaya yang setinggi langit, akhirnya diputuskan tu paket dikirim ke Jakarta dulu aja dan biayanya cuma seratus tigapuluh tiga ribu rupiah. Urusan paket selesai.

Kami pulang. Gue harus jemput Nyokap yang lima belas menit lagi selesai kuliah. Berhubung teman wanita gue si Krisye ini sangat jago dan dapat diandalkan untuk urusan setir-menyetir, akhirnya gue kasih kunci mobil sama dia dan bawa kami sampai kost Nonnon lagi. Waktu sudah mepet, coba kalo gue bawa sendiri…perjalanan yang harusnya cuma makan waktu limabelas menit jadi make it two deh. Alias dua kali lipat alias lambrettaaa… hahahaa.

Sampai di kost Nonnon, Together Again-nya Dave Kost udah berbunyi nyaring. My mom’s calling. Gue langsung cabut ke kampus Nyokap. Jalanan lumayan macet sore itu. Tapi semua bisa dilewati dengan lancar (baca: nyombong dikit) :D.

Setelah Nyokap naik, kami pun langsung pulang. Sambil nyetir gue minum es nutri***I yang gue pesan sama beliau sebelumnya. Sruuuttt…Alhamdulillah…lumayan mengobati tenggorokan yang kering di cuaca yang sedang nggak bersahabat ini. Ditengah perjalanan gue liat burger franchise yang terkenal enak banget itu, kemudian mampirlah kami kesana beli empat buah Beef burger untuk di take away. Sssttt, sebetulnya gue me-revise orderan. “Mas, yang tiga Beef burger, yang satu diganti Cheese yah”. Hehehehe… nggak apa-apa donk kalo punya gue paling special :p. Orderan selesai dibuat, Nyokap bayar (Ya, gue sekarang “kembali menjadi anak” yang apa-apa dibayarin) dan kami segera melanjutkan perjalanan pulang. We are home dan istirahat sambil menunggu waktu beribadah Sholat Maghrib datang.

Lepas Maghrib, sepupu gue Juminten datang. Dia bilang “neng, temenin aku belanja yuk ke toko Ramai”. Whatt? Toko Ramai yang ada di jantung kota saya yang penuh sesak dengan kendaraan dan pejalan kaki itu?

Oh, umm…
*mikir*

Okay!

Mang uyud dulu pernah cerita kalau awal dia punya mobil, dia bawa mobil nya ke jalanan itu untuk tes drive. Bukan skill nya yang di test, tapi jantungnya. Hahaha. Soalnya disana memang ramai sesak sekali. Gue pun bilang Iya. Nggak nunggu lama, berangkatlah gue, Juminten dan Mbak Win asisten si Budhe. Brrmmm..brrmm… perjalanan lancar. Parkir pun mantaps (OK, pengakuan: memang waktu parkir roda-nya masih sedikit menceng, but I think not bad for a beginner). Yukkk…mareee.

Di dalam Toko Ramai kami belanja macam-macam, dari makanan sampai alat mandi dan sebagainya. Tiba-tiba otak gue bilang “Hei neng, kayaknya enak nih kalo beli es krim”. Sebelum pikiran gue kembali waras, gue segera memisahkan sendiri dan mulai jelalatan cari box es krim. Taraaa…dapatlah apa yang dicari, dan langsung bayar di tempat. :).

Waktu belanja habis, kami pun segera meluncur ke tempat tujuan selanjutnya. Sepupu gue mau beli krim muka di skin care place yang ada disini. Gue dan mbak Win nungguin dia di mobil. Sambil gue ngabisin satu bungkus beng-beng, one of my favourite cemilan. Hihihi.

Kelar urusan si Juminten, kami pun pulang. Alhamdulillah nggak ada kendala yang berarti. Selamatlah kami semua sampai rumah. Horeee… Gue segera cuci kaki yang kotor karena setiap nyetir HARUS nyeker. Huhhh…padahal gue udah coba pakai sandal setipis mungkin. Tapi jadinya malah kagok. Resolusi gue setelah ini adalah, bisa nyetir TANPA harus nyeker.
Hidup sandal!.

Waktu santai datang…kami mulai mencari makanan. Wow…di meja makan ada mangkuk yang ditutupi tudung saji. Si Juminten memulai agresinya. “Apa ini??”(sambil teriak). “Kolak… dikasih tetangga” sahut Budhe (sambil teriak juga). “Sluurrpp…enakkk…” kata Juminten. Saya masih asik bikin iced coffee yang saya kasih topping es krim (whaddehelll…mau jadi apa badan gue kalo dikasih minuman berlemak begini??). Kemudian Juminten pergi ke kamar untuk ganti baju. Iseng gue ambil sendok dan ikutan makan kolak.

Pisangnya enak.

Kuahnya juga enak.
Manis.

Gue lanjut lagi sama iced coffee saya. Juminten balik ke meja makan.
Dia asik makan pisang yang ada di dalam kuah kolak.

Makan.
Sibuk mengaduk,

Uppsss…dia diam.

Aduk lagi (sambil melotot),

OH TIDAAAAAKKKK!!! Dengan mata kepala sendiri, KAMI melihat ada BANGKAI CICAK yang sudah melar di dalam mangkuk!

Bengong.

Hwueekkkkk… kami muntah sama-sama!

Hwuueekkkk… kami muntah lagi.

Pucat.

Kami saling pandang.

…..
….

..
.

Lemas.

Kami teriak sama-sama. Satu rumah heboh.

Akhirnya mbak Win buang itu Kolak Cicak sialan keluar rumah. Hhhh… campur aduk perasaan saya dan Juminten. Perut enek, pikiran kacau, badan pegel dan kantong kempes. Jiaaahhh, lebay deh looo. Kempes mah kempes aja nggak usah bawa-bawa cicak.

Kami serumah mikir bareng-bareng:

Itu kolak dikasih tadi sore, dalam kondisi masih panas. Mbak Win taruh di meja makan, dan LANGSUNG ditutup tudung saji. In fact, tudung saji punya Budhe saya itu nggak ada celah or lubang yang memungkinkan cicak itu masuk… udah gitu meja makan Budhe itu adalah termasuk kawasan bebas cicak. Dilihat dari bangkai cicak, sepertinya dia dalam keadaan yang mati karena kepanasan (sok tau mode:on), karena kalau baru kecemplung pasti bangkainya nggak mungkin kelelep.

So, conclusion kami adalah : Cicak nya udah ada sejak si tetangga bikin, alias ikut direbus a.k.a dimasak dan apesnya waktu mereka kasih sama kita bangkainya kebawa. Which means, *&^%#@$%^&, kami ga bisa bayangin…satu rumah tetangga kami makan kolak rebusan CICAK!

Only one thing I can say about it : Terrible…, Oh no!!! but,,, Horrible…

Yaiksss,

PS : Juminten yang teriak-teriak kaya orang gila dan katanya nggak bakalan nafsu makan ternyata cuma bertahan sebentar. Buktinya sekarang dia sedang dengan lahapnya makan mie dog-dog yang lewat di depan rumah. Dasar manusiaaa…. Hihihi.