AADC?

Ada Apa Dengan Cinta Cucu?

Judulnya sedikit maksa lah biar saya nostalgia dikit ke masa-masa pake seragam putih abu-abu. Mattikkkkk bongkar umuuur bongkar umuuur, hahahaha!

Tulisan ini sebenarnya sudah lama tersimpan di draft wordpress saya, entah kenapa lama sekali terbengkalai hampir enam bulan lamanya. Sampai hari ini niat nulis muncul, hayuk jangan ditunda ah cusss deh hehehe. Topik susu sih sebenarnya udah buanyaaak banget dibahas di berbagai blog baik yang serius – informatif sampai yang hura hore tralala trilili kayak blog saya ini. Saya mau nambahin ah, pengen menuh-menuhin dunia maya, nambah kerjaan buat search engine kalo ada yang ngetik dengan keyword: “susu bayi selain ASI” hihihi.

Di kalangan Ibu-ibu obrolan tentang susu itu bisa jadi topik yang seru lho. Serunya tu sampe level twitwar (saling berbalas kalimat secara agresif dengan 140 karakter di twitter), dan bahkan masih dibahas berhari-hari padahal twitwarnya sendiri sudah selesai. Itu baru twitter, belum di group facebook, forum internet Ibu dan anak dan ada yang lagi yang bisa ditambahkan mungkin? Ohh, welcome to the 2.0 world.
Jadi ada apa dengan susu dan Ibu-ibu? Saya mau ulas dari sudut pandang saya sendiri yah. Karena bisa dibilang saya udah nguplek banget hampir semua bacaan soal susu ini jauuuh jauh hari sebelum bocil ultah dan ngicipin susu sapi, dari berbagai forum lokal dan interlokal. Jadi semua yang saya tulis adalah murni pendapat pribadi dan bukanlah acuan baku persusuan. *benerin beha*

Oke, pertama mungkin soal ASI atau Air Susu Ibu. Alhamdulillah sekarang Ibu-ibu di Indonesia semakin banyak yang sadar dan tinggi kepeduliannya terhadap pemberian ASI eksklusif, yang biasanya kemudian dilanjutkan pemberiannya sampai anak berumur 2 tahun. Wow, good! Tentunya semua ini tidak lepas dari peran pemerintah, media dan internet yang memberikan informasi yang memadai dan mudah dijangkau. ASI eksklusif ya pemberian ASI SAJA, TANPA memasukkan cairan lain ke bayi selama enam bulan. Tetapi banyak yang menyangka ASI eksklusif itu sampai satu – dua tahun. Kenapa saya bilang begitu? Kapan hari saya masuk group Ibu dan Anak di Facebook, dan banyak Ibu-ibu yang bilang masih memberikan ASI eksklusif sampai lewat usia anak 1 tahun…. lhaaa kan wes dikasih makan juga to buk? Yasudah ndak eklusip no… hihihi.

Kedua, ini nih yang paling seru. Pemberian SUSU TAMBAHAN SELAIN ASI untuk anak. Sebelumnya, saya skip pembahasan soal anak yang diberi Susu Formula (sufor) sedari lahir karena Ibu tidak bisa memberikan ASI yah.. saya hanya mau bilang, mau Ibu memberi ASI atau tidak… semua Ibu itu pasti berusaha yang terbaik untuk anaknya. Alasan Ibu memberi ASI ataupun sufor itu sangat personal. Jadi, saya sangat sangat risih sama statement: anak Ibu anak sapi? Kok minumnya susu sapi? Mungkin mereka yang ngomong begitu belom pernah diseruduk sapi. Mooooooo….
Saya bukan penentang ASI, anak saya pun (20 mos) asi eksklusif dan masih asi sampai sekarang. Tetapi melihat kerasnya dunia motherhood soal ASI vs non ASI… rasanya pegel banget mata ini membaca saling terjang sindir gubrak gabruk soal itu. Yeah, the point is: behave and be nice to other mom! ;). Yang artinya, sesama emak cantik dilarang nyalip di jalan. Yiuuuukkk… Lanjut yaak…

image
Bocils first UHT

Setelah umur 1 tahun, anak yang mengkonsumsi ASI boleh dikenalkan dengan susu lain. Sumber infonya dari mana? Banyak… silakan googling karena sudah sangat padat informasi mengenai hal ini. Sahih. Salah satu susu sebagai sumber kalsium yang diberikan oleh Ibu-ibu adalah SUSU SAPI. Untuk Ibu-ibu yang menganut food combining garis keras sudah pasti susu sapi dicoret dari list, karena kalsium bisa didapatkan dari kacang-kacangan dan sayuran lain. Saya nggak akan bahas mana yang bener, karena memang nggak ada yang salah. Semua ibu punya guideline sendiri-sendiri tentang apa yang boleh dan tidak dikonsumsi anaknya. Karena saya Ibu-ibu garis patah-patah, jadi saya tetap mengenalkan si bocil dengan susu sapi setelah ulang tahunnya yang pertama. Awalnya saya coba dengan mencampur susu ke masakan untuk makan dia, dan umur 14 atau 15 bulan baru minum sendiri dari kotaknya. Rekreasional saja, ketika lagi pergi ke mall sih biasanya.. seminggu dua tiga kali. Amati pencernaannya, nggak pake diare-diare segala berarti sippp bisa deh dia minum susu sapi.

Susu sapi yang lebih banyak dipilih sekarang ini untuk mendampingi ASI selepas 12 bulan adalah SUSU CAIR dalam kemasan, atau yang populer dengan sebutan susu UHT. Yang mana UHT atau Ultra High Temperature itu adalah proses pengolahan susu cair SEGAR dengan cara PEMANASAN, kemudian dikemas kedalam box karton kedap udara. Susu cair ini dipanaskan dengan suhu kurang lebih 138 celcius selama paling nggak 2 detik, sehingga semua microorganisme mati tanpa membuat segala kandungan baik terbuang banyak. Susu ini tahan kurang lebih enam bulan, dalam pemrosesannya nggak pake pengawet. Proses pemanasan dan pengemasan yang steril yang membuatnya seperti itu. Jadi, mau kandungan susu cairnya FULL CREAM or LOW FAT selama dia dikemas dalam kotak karton dan dijual di lorong-lorong supermarket. Itu namanya UHT yaaa hehehe, and yes it’s safe for our toddler, lhawong namanya juga minuman bukannya ratjun #uhuk.

Susu cair dalam kemasan lain adalah SUSU PASTEURISASI. Sama halnya dengan UHT, susu ini adalah susu segar yang dipanaskan di suhu tinggi namun LEBIH RENDAH dari UHT. Sehingga tidak semua microorganisme di dalam susu mati, hanya mengurangi saja namun tetap aman dan tidak menimbulkan penyakit, selama penyimpanannya benar yaitu di suhu dingin dan diminum sebelum kadaluarsa pastinya… karena usia susu pasteurisasi lebih pendek dari susu UHT yaitu kurang lebih satu mingguan. Di supermarket, susu ini biasanya dijual di rak pendingin bareng sama minuman-minuman botol lain. Kalau di luar negeri terutama eropa dan amerika, susu pasteurisasi lebih disukai. Mungkin karena konsumsi dairy food mereka jauuuuuh lebih tinggi dari negara-negara di asia. Susu ini rasanya lebih segaaaar, ya karena pemanasannya lebih singkat dari UHT. Prinsipnya adalah less is best, semakin sedikit itu susu diapa-apain dari bentuk aslinya, semakin bagus. Yaampunnn analoginya kurang caem tapi yasudahlah :)).

image
Susu si Bociiilll

Jadiiii, susu apakah yang saya kasih ke bociiiilll. Yup, saya kasih susu UHT Ultra Mimi 125ml yang plain. Sebelumnya saya kasih susu UHT full cream merk Ultra juga. Kenapa saya berpindah kelain hati? Karena Ultra full cream bungkus biru tua itu terlalu banyak untuk sekali minum. Sebelumnya sempet heboh juga Ibu-ibu di forum soal Ultra full cream yang keluaran baru sekarang mengandung garam alias natrium. Oh yess, kaum kami memang heboh yah.. and yes i do research about this, jadi memang benar Ultra full cream sekarang menambahkan garam sebagai pengental, tapi jumlahnya hanya sepeeerrrrrsekiaaaaann cepirit dari total kandungan. So, gak ada yang perlu dirisaukan, wong selepas satu tahun memang sudah buka puasa makan gulgar (catet: menurut saya loh yaaaaa, entar dianggep sesat lagi pisss). Woles aja shaaay! :))

Sekian dulu tentang persusuan yang saya curahkan dalam bentuk tulisan. Apapun pilihan Ibu-ibu, pilihlah yang sesuai dengan kondisi anak dan kemantapan hati Ibunya. Tidak perlu menyamaratakan pilihan sendiri dengan pilihan Ibu lain. Yang terbaik untuk anak kita belum tentu sama dengan anak orang lain, begitupun sebaliknya. Kalau ada tambahan akan saya susulkan di lain hari. Keep rocks, we’re all great, mommas! Xoxo!

Advertisements

#locknlockglass : Potato Cream Oatmilk

Yeaaay! Senin ceriaaaaa… Bocil udah sehat, kemarin weekend udah berenang. Kami nginep di hotel ikut Papa rapat sampai tengah malem konsinyering, senangnya hati ini! *pom pom dance*. Rasanya ada sebagian sisi kepala ini yang terasa enteeeng deh. Secara tadinya Mama udah mau mulai ambruk juga nak, ngurusin kamu sama Papamu *nenggak panadol biru.
So, dari kemarin malam saya sudah punya rencana untuk masakin bocil makanan favorit dia yang kebule-bulean. HAHHH! DARIMANA KAMU DAPATKAN SELERA MAKAN YANG MBULE ITU NAK? DARI MAMA KAMU YANG HABUL YA? IYA??! *tiba-tiba suara Papa datang menggema*. Anak saya ini sukaaaaa banget sama makanan western, pokoknya yang berbau-bau susu dan keju, dairy food abiiisss deh. Sampe-sampe eyang putrinya Semarang bilang: “kamu pecicilan begitu karena makannya keju sih yaaa, bapakmu dulu makannya tempe jadinya anteng“. Jaka sembung joget di tiang motif batik . Gak nyambung, eyang cantiiik! Eh bentar, tiang motif batik itu yang kayak gimana yak? :))

Hari ini, karena stok kentang segudang. Saya mau olah jadi masakan gampil surampil (bahasanya #terMilis banget), pokoknya lebih gampil dari masak rendang. Yaiyalah.. Menurut ngana? :”)).

Potato Cream Oatmilk

Bahan-bahan:
3 buah kentang ukuran sedang, kukus, kupas dan iris bulat tipis
Sejumput makaroni spiral, rebus dan tiriskan
50gr butter
1 cup susu cair plain
1/2 cup keju parut
3 sdm oatmeal
Sejumput (a pinch of) garam, lada, pala dan oregano

Cara membuat:
Campur semua bahan dalam wadah #locknlockglass dan panggang di oven selama 15 – 20 menit. Sajikan dengan cantik beserta wadahnya.

image
Step by step cara membuat

Udah? Udaaaaahh… Gampil surampil kaaan? :)). Lebih gampil lagi karena buatnya pake Lock & Lock glass. Lawong nguplek sama masaknya di satu wadah tanpa pindah-pindah.

image
Potato Cream Oatmilk

Kali ini, saya makan berdua sama bocil. Si tutup klik-klik nggak kepake dulu karena sekali makan abis. Makannya? Ya dari wadahnya langsung.. Si bocil udah mulai aktif lagi, dia ngider kesana sini. Mama juga sigap tenteng-tenteng Lock & Lock glass sambil suapin dia (oke this is not good, kudunya makan sambil duduk. Tapi ada kalanya saya memberikan apa yang dia mau. Kalo sayaaa…yaaah). Nah, kalo pake wadah kaca yang lain mungkin males karena pegel nenteng-nentengnya. Tapi dengan Lock & Lock glass, tangan saya biasa aja tuh megang pake tangan kiri, sendok di tangan kanan. Enteeeeng meeen! :))

Alhamdulillah, bocil lahap makannya. Mama juga ganas jilatin #locknlockglass nya. Pokoknya, kurang lebih dua minggu belakangan ini cooking experience Mama jadi super extravaganza gara-gara kedatangan si kaca tahan panas cantik yang bernama Lock & Lock Glass! 😉

#locknlockglass : Klappertart Cinta

“Terus, kalau lo ngerasa aneh di tempat rame kayak gini tuh salah siapa coba gue tanya? Salah gue? Salah temen-temen gue?
Terus, kalo lo nggak punya temen sama sekali tuh salah siapa coba gue tanya? Salah gue? Salah temen-temen gue?”

Duileee, Nak.. Mama kamu #anak90an banget loooh, sampe-sampe kalo nulis CINTA nyambungnya ke Cinta-nya Rangga. Besok kalo kamu udah besar dan baca blog Mama, googling aja yah siapa mereka. *ceritanya ngomong sama bocil*
Mau cerita dulu ah, lagi agak-agak sedih nih sebenernya. Sampai hari ini si bocil belom sembuh juga. Akhirnya kemaren cuss lah kami berdua ke RSIA deket rumah. Si bocil senior nih kayaknya yang nularin batuk kering sama juniornya. Jadilah kalo batuk perutnya sampe kembang kempis. Tidaaak, ngeliatnya lebih horror dari nonton film Suzanna beli sate 30 tusuk!!!
Yakiiiinn??! Nggak juga sss–ih, lebih serem Suzz…suzz–aann… KABOOOOR! *gemeter*

Kenapa klappertart cinta? Simple aja sih, karena Mama bikinnya pake cinta. Terus, bocil juga melahapnya dengan cinta. Jadi, cintaaaa deh sama hari ini karena acara makan nggak pake drama “liatin sendok – mangap – sendok dan makanan datang – terus mingkem – ditambah geleng kepala”. Yesss, dia mau makan klappertart yang dimasak pake Lock&Lock glass! Jadi cinta ini kupersembahkan juga untuk #locknlockglass #eaaa :))

Bikin klappertart cinta ini sangat mudah, sebenarnya resep ini saya ambil dari resep “klappertart roti tawar” di internet, dengan sedikit modifikasi yang saya lakukan tentunya. Resep dan cara pembuatannya:

Bahan-bahan:
4 lembar roti tawar
150 gr palm sugar/ gula aren
Saus kelapa (resep terpisah dibawah)
Kismis
1 butir telur
1 sdm butter

Resep saus kelapa:
Larutkan 1 sdm terigu dengan 250ml santan, 150gr palm sugar/gula aren, tambahkan 2 simpul daun pandan. Masak di kompor sampai mendidih, matikan.

— kocok 1 butir telur, masukkan ke saus kelapa, tambahkan 1 sdm butter. Aduk rata sampai larut semua.

Cara membuat:
– Sobek-sobek 3 lembar roti tawar, tata di dalam Lock&Lock glass.
– Tuang saus kelapa yang sudah dicampur dengan telur dan butter.
– Ratakan sobekan roti dengan saus kelapa.
– Potong roti tawar menjadi bentuk segitiga, celupkan kedalam saus kelapa.
– Tata di bagian paling atas adonan klappertart.
– Taburi kismis, panggang dengan suhu 180 derajat selama 25 menit.

image
DO THE MAGIC

Sembari itu saya ngurusin bocil yang batuk meler deh. Praktis bukaaaan.. Selama ini saya bikin klappertart pakai loyang yang dioles mentega. Berasa kebantu banget dengan adanya Lock & Lock glass karena meminimalkan cuci-cuci perkakas. Memasak dan menyajikan hanya dalam satu wadah! 😉
Setelah matang, klappertart saya diamkan sebentar. Nggak berapa lama kemudian, saya coba sentuh Lock & Lock glass daaan…saya nggak perlu njerit kaget karena kepanasan. Ini nih, seneng banget punya alat masak begini. Nggak ngerepotin kudu ngademin wadah dulu untuk colek-colek makanannya.

image

Itu karena Lock & Lock glass terbuat dari heat-resistant glass, jadi penyerapan panas nya lebih baik, sehingga permukaan wadahnya nggak akan terlalu panas. Tentunya ini juga yang bikin Lock & Lock glass akan tetap bening permukaannya, dibandingkan dengan wadah dengan bahan tempered glass. Lagian tempered glass itu sebenarnya dipakai untuk bikin kaca mobil, handphone atau kaca kamar mandi. Ya mosok mau dipake buat makanan? Kurang ciamik lah kualitasnya. Menyajikan makanan untuk orang yang kita sayang kan selain cantik juga harus sehat dan AMAN.
Jadi? Nggak ragu lagi lah dengan kualitas kaca yang diberikan oleh Lock & Lock glass hihihhi. Secara bahannya juga dari borosillicate glass gitu loh..

Seperti biasa, nanti sore papanya bocil pasti minta. Jadi, tutup dulu ah si klappertart cinta pake si “super klik-klik” biar makanan tetap sehat, higienis dan jauh-jauh dari kuman! Hehehehe…

Thank you, Lock & Lock Indonesia! 😉

#locknlockglass : Ayam Panggang Madu

Halooooo, dateng-dateng mau heboh dulu aaah.. Kenapa sih? Dapet arisan? Nggak juga sih, tapi mirip-mirip. Lho :)). Oiyaaaa, heboh lagi ahhhh… Ini suami sama anak pada kompakan meriang. Hai suami, tidak cukupkah kau kompak dalam segala hal sama si bocil (baca: mirip abis sampe selidah-lidahnya), sampai meriang pun kudu barengan. Aaaahh… Cipok dua-duanya! Ntar sembuhnya kompakan juga yak. *selonjorin badan minta dipijet combo*.

Sudah selesai hebohnya, sekarang saya mau flashback ke satu mingguan lalu ah. Jadi, komunitas mpasi rumahan yang isinya mama-mama kece seperti akiyuuu, lagi ngadain tantangan. Sebagai seorang mama yang hampir tiap hari masak, nuraniku merasa terpanggil *halah*. Apalagi pas tau kalo tantangan kali ini untuk mama yang punya BLOG. Waaaah, makin sumringahlah daku, dan memang dari awal udah ngiler banget karena sponsornya adalah piranti-kece-yang-menemani-hari-hariku-dari-jaman-masih-gadis-kinyis-kinyis-sampai-jadi-ibu-beranak-satu. Tarraaaa: LOCK&LOCK!

Jadi untuk tantangan kali ini, Komunitas Mpasi Rumahan Mamaku koki handal bekerjasama dengan Lock&Lock Indonesia. Lock&Lock akan memberikan produk barunya yaitu Lock&Lock Glass (APPAAH) kepada 10 finalis yang terpilih. Alhamdulillah… tulisan ini ada, berarti saya masuk jadi salah satunya setelah diseleksi dari total 35 mamah kece yang ikut mendaftar.
Kenapa sih seneng banget sampe megap-megap?

Pertama, saya memang sedang mencari wadah bening tahan panas untuk mendukung kegiatan perdapuran. Berhubung saya termasuk dalam golongan emak rempong, tentunya saya mau produk dengan kualitas terbaik. Kualitas terbaik itu ya bahannya memang terbuat dari kaca tahan panas alias heat-resistant glass. Penting banget, soalnya horror kan kalo misal lagi manggang makanan di oven terus tiba-tiba wadahnya retak terus pecah karena kurang tahan sama suhu panasnya.. Mau makan apa debus yak, masa disuguh beling *meringis*. Terus kacanya juga kudu tetap cling walaupun udah dipake lama. Nggak cuma bening di awal aja, lama-lama butek… yassalam. Beratnya juga yang bisa diangkat pake satu tangan tanpa pake pegel karena: duh berat ya booook. Peer nyucinya hihhiihhi…
Nah, Lock&Lock glass ini masuk semua kriteria yang saya inginkan untuk sebuah piranti masak berbahan dasar kaca. Kedua, siapa lagi yang gak seneng dan bangga jadi finalis tantangan mamakokihandal yang heits di kalangan mama kece mpasi :)) #nengmumunanaknyaeksis

Dua hari lalu saya cobain Lock&Lock glass nya untuk manggang ayam. Sengaja memang saya kepengen cobain masak masakan Indonesia. Sekaligus menguji daya tahan si glass ini. Kalo resepnya milik Mama @iskaningrumristanti di Instagram yang saya modifikasi sedikit. Makasih ya, Mama ;).

AYAM PANGGANG MADU

1 kg ayam (saya pakai 8 sayap ayam)
3 siung bawang putih, haluskan
2 sdm saus tiram (pilih yg tanpa MSG)
3 sdm madu asli
3 sdm margarin
3 sdm merica hitam bubuk (saya pakai merica biasa)
1 sdm saus tomat (saya ganti tomat dicacah halus)

1. Lelehkan margarin, taruh di wadah. Campurkan dengan madu, merica, bawang putih halus dan saus tomat.
2. Masukkan potongan sayap ayam, aduk rata.
3. Diamkan di kulkas selama kurang lebih 1 jam.
4. Tata ayam di loyang yang sudah dialasi dengan alumunium foil dan dioles mentega, kemudian panggang dengan api 150 derajat selama 90 menit.
5. Sajikan.

image

Kenapa nomor 4 saya bold? Nah ini dia.. Dengan Lock&Lock glass, memasak jadi super praktis. Setelah ayam saya marinade di dalam Lock&Lock selama kurang lebih satu jam di kulkas, saya TIDAK PERLU memindahkan ayam ke loyang yang dialasi blablabla… seperti yang tercantum di resep. Saya hanya keluarkan dari kulkas, tunggu sebentar sambil nge-set oven lalu panggang deh selama yang dibutuhkan. Semua itu karena Lock&Lock glass terbuat dari bahan boroseal (boron trioxide dan silicon dioxide) yang tahan pada suhu panas dan dingin bersamaan. Makanya dia bisa digunakan dalam microwave, oven sama dishwasher. Berhubung baru punyanya oven ya pake itu dulu lah yaa nyobanya hehehe. *Duh Gusti paringono microwave lan dishwasher. Amin* :))

image

Sebelum dipanggang, saya taburi sedikit rosemary.. Gaya-gayaan karena baru beli pas belanja weekend lalu di supermarket. Setelah matang, ayamnya empuuuuk banget, bumbunya juga meresap. Puas banget sama hasil masak pake Lock&Lock glass. Jadi ceritanya kemarin ini saya masak dengan tagline satu piranti untuk semua.
Soalnya dari tiga proses :
MENGOLAH
MEMASAK, dan
MENYAJIKAN

Semuanya nggak perlu ribet pake bermacam wadah macam mangkok, loyang lalu pindahin ke wadah lain lagi. Saya racik bumbu di dalam Lock&Lock, kemudian setelah bahan makanan selesai di marinade, wadahnya masuk oven. Selesai di oven?? Disajikannya juga pakai wadah yang samaa mamaaah. Satu wadah aja! Terus, the best part nya?
Anak saya kan udah satu setengah tahun yah umurnya, udah makan makanan keluarga… jadi menu memang sama tapi cara penyimpanan harus super sehat dan bersih dong. Nah, namanya juga Lock&Lock yang terkenal dengan tutup klik-klik nya. Ya tinggal dipasang saja tutup beningnya dengan empat sisi pengunci yang aman itu supaya tetap HIGIENIS dan siap saji untuk bocil makan sore dan bapake pas pulang kantor. Kurang girang apalagi coba saya kemaren :))) *kayang*

image

Si bocil alias anak lanang saya makan nasi pakai ayam panggang, bumbunya suka banget walaupun ayamnya nggak habis karena dia memang sedang dalam tahap proses belajar mengunyah yang baik. Papanya bocil makan sayap dua biji, keenakan sambil bilang “cieee cakep nih mah wadahnya, ada tutupnya segala” eaaa eaaaa…hahahahaa!
Alhamdulillah… memasak dan menyimpan makanan jadi lebih aman dan sehat.

Terima kasih Lock&Lock Indonesia dan Mamakokihandal! 😉

Simple Ice Cream

Waktu masih kecil dulu, saya paling girang kalau diajak keluar keliling kota terus pulangnya beli ice cream. Mau yang rasa vanilla, coklat, mocha atau buah-buahan pasti rasanya girang bukan kepalang. Saya lupa sih tepatnya umur berapa makan ice cream, tapi sepertinya waktu sudah balita deh. Coklat adalah my all time favourite’s flavor :).

Belasan tahun kemudian saya si anak kecil penggila ice cream itu sudah punya toddler 17 bulan *bentar, ucek-ucek mata dulu, terharu*. Saatnya mengenalkan si dingin manis yummy ini. Pertama kalinya si bocil makan ice cream adalah beberapa bulan lalu. Saya makan, kemudian biarkan dia ikut menjilat. Wauw, dia sukaaaaa! Tapi belum pernah saya kasih ice cream dalam bentuk mini karena entah, saya belum kepingin kasih aja. Sampai kurang lebih minggu lalu saya nemu resep homemade ice cream, lagi-lagi dari blog Mbak Endang yang ciamik cetar membahana badai. Ice cream ini sebenarnya juga pernah saya dengar dari seorang sahabat di Bogor bernama Ryani, kalau nggak salah saya masih hamil ketika itu. Dia kasih tau kalau anaknya suka makan ice cream, dan terkadang dia juga buat dengan resep yang kurang lebih seperti dibawah ini:

image
Simple Ice Cream

Bahan utama homemade ice cream ini adalah: PISANG. Ternyata pisang yang dibekukan, apabila di blend dan dicampur dengan bahan lain dapat menghasilkan tekstur yang creamy.. Wow!
Cara membuat ice cream diatas adalah:

– 2 buah pisang ambon yang sudah matang, potong-potong bentuk koin dan simpan di freezer semalaman.
– 2 sdm susu bubuk
– 2 sdm chochochip

Masukkan pisang beku kedalam blender, tekan pulse supaya pisang tercacah. Tambahkan bahan lainnya dan blend sampai halus dan teksturnya creamy. Ice cream siap disajikan atau disimpan di freezer. Easy meenie, right? Fresh and no preservatives added. Halah.

Variasi lain bisa ditambahkan strawberry, jadi bagi yang nggak terlalu suka pisang, aroma dan rasanya jadi tersamarkan. Lucky me, si bocil kan mr. Banana, jadi ya dia girang sekali kalau saya buat homemade simple ice cream ini.

image

Modifikasi lain dengan resep yang sama, masih dengan pisang sebagai bintang utama. Tambahannya adalah bubuk coklat, kismis, chocochip dan roti marie. Gosh, i wish i had ready stock bananas everyday!  :))

Ice cream doesn’t always to be made from gelatin! 😉

Masih tentang ice cream, pada suatu malam saya belanja di Imdomaret. Disana ada gerobak baru (atau memang saya baru tau?). Es krim goreng. Hah?! Saya sempat tanya-tanya tapi nggak beli ke mbak penjualnya. Penasaran, apakah memang benar-benar digoreng? Yasudahlah.. Cuma berakhir penasaran saja, sampai beberapa minggu lalu saya lihat resep Fried Ice Cream dari account di Instagram yang saya follow: @resepyummy. Disana dijelaskan step by step nya secara rinci. Yuk deh saya pikir, lets make it!

Weekend kemarin saya masukkan bahan-bahan untuk membuat fried ice cream ke keranjang belanjaan. Hanya butuh ice cream, cornflakes.. Karena bahan lain sudah tersedia di dapur. Ice cream nya saya beli premix merk HAAN, cara buatnya hanya premix dicampur air dingin dan di mix dengan kecepatan tinggi, tapi beli ice cream box yang sudah jadi akan lebih memudahkan. Saya beli premix karena punya rencana kepingin ngajak si bocil megangin mixer, dan benar.. Dia suka ketika saya libatkan dalam proses membuat ice cream. Cuma butuh lima menit dan sudah dapat 1 box vanilla ice cream :)). Jadi selain fun, ekonomis juga ya.. Hehehe.

image
1 bungkus jadi banyak

Setelah ice cream sudah jadi, bulatkan ice cream dengan alat /sendok ice cream. Nggak punya? Saya juga.. Tosss!! Jadi ambil 1 lembar roti tawar, sendok sebongkah ice cream dan bentuk bulat dengan menggunakan roti tawar. Simpan bulatan-bulatan ice cream di dalam freezer satu jam atau lebih.
Sementara itu, siapkan bahan-bahan lain. Giling cornflakes mejadi remah atau serpihan. Ambil plastik, masukkan cornflakes kedalamnya dan gilas dengan rolling pin.. Kalau saya pakai gelas, begitu cara saya menyiasati alat yang tidak ada. Campurkan remahan cornflakes dengan cinnamon powder sampai rata.

Pecahkan 1 butir telur, tuang kurang lebih 1 sdm susu cair dan kocok didalam bowl selama satu menit. Ambil dari freezer ice cream bulat yang sudah beku, gulingkan ke cornflakes, celupkan ke kocokan telur susu dannnnnn gulingkan lagi ke cornflakes sampai seluruh permukaan benar2 tebal dan tertutup oleh remahan. Simpan di freezer selama 3 jam atau semalaman.

Hari ini saya goreng ice cream nya, goreng di minyak dengan panas medium selama 20 -25 detik.

image
Fried ice cream

Rasanya, crunchy diluar, dingin diluar dengan after taste cinnamon yang maniiisssss.. I love this! Sepertinya bocil tetap akan makan yang simple saja, dan stok fried ice cream di freezer sudah jadi hak milik Mama-nya! :))

Selamat mencobaaaaaaa… ^_^

Tentang Renny

Siapa lagi itu Renny? Renny jayus meeeen! Renny sumlang? Itu vonnyyyy. Renny sutedja? Connyyyyyy! :”))). Dan mengapa semua sok-sok tebakan jayus salah itu semuanya artes lawas? Apakah akan menggiring neng mumun lagi ke jebakan betmen umur??? Yang betul adalah… RENNY SUTIYOSO! Jreng jreeengggg…

Ngapain juga malem-malem ngomongin Renny nyang itu? Jadi begini, saya mau cerita dulu deh ahh.. Saya tau Renny (idih, sok ikriiibbb) awal pertama jujur aja (boong juga gak dosa, ceu) ketika dia pacaran sama Gading Marten. Ketauan kan tontonannya bermutu banget macam ceknricek, insert dan kabar kabari. #NengMumunAnakImpotemenBanget. Terus baru deh liat di majalah-majalah, eh ternyata mbak Rensut ini memang suka nongol yah di kolom-kolom seleb dan socialita gitulah. Kesan pertama sih gak suka dan emang gak tau gak suka aja. Ngebatin, ni orang kalo kagak kerawat dan bukan anak pejabat juga pasti bakalan kaya another mbak-mbak yang ketemu di emol (check, ngirii..ngiriii…sifat buruk itu, ceeuuu). Yaudah sih, habis itu emang gak gitu ngikutin sepak terbang mbak Rensut di kancah persosialitaan gitu, jadi ya nggak ngerti gimana-gimananya.

Selang beberapa tahun kemudian, lepas tahun 2007 saya mulai mengenal twitter. Salah satu account yang saya follow adalah mbak Rensut. Kenapa? Karena saya gemes (awal mula dari demen) sama cara dia balesin twit dari tweeps lain! :)). Seperti kita tau lah, bapaknya kan mantan gubernur DKI yah.. Banyak loh tweeps yang suka maki-maki banjir or macet ujung-ujungnya ngomel-ngomel n cc in Rensut. Nah, cara dia ngejawab tuh jutek bin sadiiiisss! Tapi entah karena saya yang sama judesnya atau memang hobby sama yang sarkas-sarkas gitu, jadi doyan banget ngikutin kalo ada twitwar antara Rensut vs xxx hihihii #pengakuan. Apalagi pas dia maki-maki gubernur kumis, bahasanya kagak nahaaannn mennnnnn… Bikin ngakaaaakk. Foke you.. Ehh..

Setelah tau Instagram, saya pun jadi follow dia lagi karenaaaaa… tidak lain dan tidak bukan: MAKANAN! *lirik perut*. Renny Sutiyoso ini memang doyan makan, dia sering posting makanan dari kaki lima sampe hotel bintang lima. Semuanya bikin ngileeerrrr.. Selebihnya sih nggak terlalu ngeliatin postingan dia, sampai… Mbak Rensut hamil dan melahirkan. Kaget pertama pas lihat postingan dia sedang menyusui anaknya (namanya Kianna/Kia) di mobil, ditutupi apron). Kesan pertama: Wow!. Nggak nyangka aja kalo Rensut menyusui. Tuh kan.. Lagi-lagi sifat buruk karena menilai orang dari stereotype. Lama-lama postingan ini sekalian ajang introspeksi diri, whuahahaha..

image
KIA and Mommy for AyahBunda photoshoot

Semakin hari jadi melihat gaya hidup sehat pula di postingan Instagram dia. Seperti makan dan minum organik, masak sendiri makanannya, dan yang paling penting adalah OLAHRAGA. Rensut ini rutin pilates, perubahan tubuhnya selama enam bulan drastis sekali. Dia bahkan pasang foto before and after. Setelah melahirkan, dan semenjak rutin pilates. Wowww, ahmazing! Badannya terbentuk kencang dan bagus tanpa embel-embel sedot-sedotan lemak atau setrika body. Yakali body di setrika, tuh cucian seember mending disetrika ampe klimis.

Kembali ngomongin soal anaknya dan breastfeeding. Tadinya saya pikir mbak Renny akan kasih asi eksklusif selama enam bulan saja, ternyata lanjut lohh.. Dia masih menyusui Kianna sampai sekarang. Subhanallah nya lagi, bukan cuma menyusui Kianna, mbak Rensut juga jadi Donor ASI! Gila kannn… Makin salutlah daku sama dia, hiihihi. Seakan belum cukup, ada lagi yang bikin saya kagum: MPASI. Emang kenapa? Jadi, waktu si Kia awal mpasi.. Mbak Renny ini bingung galau segalau-galaunya karena Kia selalu menolak makan. Jadi dia sharing sama para followersnya, dari sana banyak yang kasih saran dan support buat dia (termasuk sayaaaa cencunyaaa hihihi –secara dulu jaman lagi galau si bocil gamau makan awal mpasi kebantu banget dengan support teman-teman) dan ada beberapa yang mengusulkan untuk BLW (Baby Led Weaning). Beberapa hari kemudian, eh Kia mulai BLW. Seems like dia enjoy melakukannya, walau kadang-kadang suka gagging. Terus istimewanya apaaa? Jadi, kemajuan BLW Kianna nih pesaaaat banget, sampai-sampai para mommy dengan anak pelaku BLW dan yang dulu menyarankanpun takjub. Untuk ukuran anak yang baru latihan, Kia udah lancar banget makannya. Semua itu atas andil besar Mommy-nya, yaitu mbak Rensut lahh..
Sampai-sampai foto dan video Kianna dijadikan modul untuk pelatihan BLW oleh dokter anak di RS Bunda. Edunnnn, keren meeen.. Jadi inget dulu bocil saya usia 7 bulan, BLW melon dan gagging. Beuhhh…, emaknya parno abiss..serasa 30 detik paling menyeramkan sedunia boook. Bubar sudah lah BLW, dulang tangan rocks!

Begitulah cerita tentang Renny. Renny Yosnita Sutiyoso. Jadi ngefaaansss sampe gugling namanya. Sungguh transformasi mengagumkan, dari (kelihatannya) cewek party goers yang jadi mommy teladan. Seburuk-buruk wanita (Ibu) memang harus jadi teladan buat anaknya kan? So, usaha sebaik mungkin seorang Ibu untuk meneladani anaknya memang tak terhingga harganya. Dari segi penampilan, walaupun belum pernah lihat secara live, dia makiiiiiinnnn bahkan jauuuuh lebih cantik dari jaman masih gadis dulu. Badannya fit, kulitnya glowing, dan rambutnya megar tanpa minyak *halah. Kelihatan sekali aura keibuannya. Semua karena gaya hidup sehat yah tentunya, not to mention skin carenya juga pasti kelas wahid juga lah. Lucky you, hehehe. Oh, Rensut you had me!

Oiya, soal judesnya mbak Rensut yang membuat saya ngefollow twitternya itu belum ilang kok.. Jadi saya masih bisa menikmatinya hiihi. Alkisah suatu hari di postingan foto kegiatan dia yang sedang pilates, banyak yang tanya lokasi studio pilates tersebut. Udah biasa kan yah.. Kalo seleb/sosialita pada gak jawabin pertanyaan — pengecualian buat mertuanya Annisa Pohan ya ceu. Akhirnya ada yang comment kira-kira begini: “cuma kasih tau dimana tempatnya aja gak mau pake rahasia-rahasiaan segala

Gak lama kemudian, muncullah balasan dari mbak Renny yang epic:

Yakali semuanya harus dikasih tau, emang sini 108.

Bahahahahahhahha, i love youuuuuuuuuu…mbak! :))))

One recipes with many styles

Halo, kali ini saya akan sharing resep —yang sudah banyak berseliweran di dunia maya. Jadi, saya hanya meramaikan saja sebenarnya. Resep ini menggunakan mixer, yang mana saya lagi hobi banget mixeran kan.. Jadi, dieksekusilah resep Mama Nandra Janniata, mods milis mpasirumahan yang baik hati, kece dan tidak galak *halah*

image

Itu adalan screen capture (dengan editan dikit biar tsakep!) resep yang saya simpan hmmm… Kurang lebih enam bulan yang lalu apa ya? Saya juga lupa, yang jelas waktu anak saya baru mulai makan cookies. Iya, resepnya ditimbun aja di folder screenshoot gitu. Tadi sore, saya bikin deh resep nya mumpung dapet kiriman cookie cutter dinosaurs dari Mamah Dim nun jauh disana. Asiiikk, samaan deh sama dino nya si bocil di tembok. Yeayy!!
image

***************************************************&***********************************

image
SMARTIES / CHOCOCHIP COOKIES

Satu resep kukis lumer di mulut ini lumayan jadi banyak kalo mau dibikin kukis tipis. Tapi, melihat pengalaman terdahulu, cookies berbahan dasar butter kalau terlalu tipis adonannya akan sangat mudah remuk. Jadi memang lebih baik gilaslah adonan agak tebal.

Cookies diatas adalah hasil dari adonan satu resep. Yang saya cetak dengan cookie cutter, saya tambah dengan kismis yang dicacah kecil-kecil. Sedangkan yang dibawah hanya saya bentuk bulat kemudian pipihkan, dan beri topping chocochip, juga smarties. Untuk yang smarties saya terinspirasi dari isi goodiebag ultah teman si bocil. Bedanya dia pakai M&m’s hehehhe.

Pantes yah, resep ini kayaknya jadi primadona banget seantero milis mpasirumahan. Sampai-sampai mama keceh yang pada jualan pake resep ini laku keraaaas bok! Ternyata memang eniiiii…. Rasanya bener-bener mirip sama yang biasa saya beli di salah satu toko online homemade baby cookies. Alhamdulillah yah, kalau begini kan tinggal bikin sendiri aja *modus ngirit*. Next time mau cobain dikasih coklat ahh.. Yang pasti kalo bikin-bikin cookies begini, penikmatnya bukan bocil seorang melainkan mama dan papanya juga ikutan. Malah lebih banyak, hahahha!

Emak Mpasi on Instagram

Basi banget yah sepertinya kalau mau membahas Instagram dan segala tetek bengek penjelasan lain mengenai sosial media seperti apakah dia ini? Pastinya hampir semua penikmat koneksi internet sudah tau lah tentang Instagram. Oiya, ada tulisan soal Instagram juga oleh selebtwit yang juga mommy inih.

Sekitar kurang lebih delapan bulan lalu, saya sign up Instagram karena tertarik dengan online shop lucu-lucu yang merajalela disana. Sebelumnya saya nggak pernah tertarik join socmed ini, dari jaman dia cuma bisa diakses oleh pengguna gadget apel kroak sampai mas andro udah bisa pun.. Masih belum menggoyahkan iman saya untuk menjadi salah satu dari ribuan orang yang foto-foto dulu makanan yang baru datang tersaji di resto buat di post di Instagram. Pernah denger kan joke ironi soal Instagram yg seliweran di twitter: “makanan dateng tu dimakan, bukan difoto!“. Termasuk saya. Iya! :)))

Back to nengmumun on Instagram —selanjutnya disingkat IG, biar gawul. Suatu hari dengan naluri motografer, saya meng-capture peralatan mpasi sibocil yang saya boyong ke hotel. Tentu saja setelah itu saya posting dong ya…bisa dilihat disini. Iseng saya kasih hashtag : #mpasi. Tidak berapa lama tiba-tiba ada notifikasi masuk dan bertanya soal foto yang saya posting.

image

Wooowww, jadi hashtag yang segambreng-gambreng itu fungsinya ini toh. Untuk mencari tahu tema yang kepengen dicari. Oh wow.
Semenjak itu saya mulai rajin ngoprek hashtag #mpasi #mpasirumahan #babyfood dan tentu saja karena bocil sudah mau masuk usia delapan bulan, saya sudah bisa bikin makanan selain bubur slow cooker. One dish meal atau sedap sekali hap yang foto-fotonya juga saya share di IG, tidak lupa dengan hashtag yang sudah saya jembreng diatas.

The best part dari mainan IG adalah: saya punya teman-teman baru! Beneran loh, ternyata banyak bertebaran Emak Mpasi yang senang hunting resep di IG.
Saya sangat menikmati hari-hari yang rutinitasnya sama (baca: bangun – mandiin anak – puterin dia jalan2 – masak buat dese – kasih makan – masak buat suami n diri sendiri dong cencunya – nidurin anak – makan – mandiin anak – nyebokin – njengking – browsing – kayang – ngowoh – tidur) dengan jeprat jepret, saling komen dan sharing resep. Sepertinya hal remeh temeh ya. Apalagi mungkin ada yang menganggap: ciyeee, biar dibilang pinter masak yaaaa. Biar dibilang Ibu super yaaa masakin anaknya hebring-hebring benerrrr… Biar dibilang gak kaya Ibu rumah tangga standard yaaa.. Ibu rumah tangga plus plus gituh *brb ngambil minyak buat mijet. Ada loh orang yang beranggapan seperti itu. Ada! Dan ciye ciye yang lain. JADI SEBENERNYA SIAPA YANG BERANI CIYE CIYE-IN SIH! SINI MAJU LO SEMUA! *telen obat biar kalem lagi*

Ya setiap orang punya pendapat sendiri2 sih yaaa.. Biarin aja, selama nggak mengusik orang lain ya just do it, as long as you happy gituloh. Ya paling bad effectnya memang mengusik pengeluaran pulsa bulanan sih. Secara yang dibuka gambar-gambar semua, ya cepet abis lah kuota. Jadi kalo yang ciye-ciyein itu adalah orang yang beliin kamu pulsa. Yasudah, terima nasibmu saja ya mak. Berarti memang dese terusikkk dompetnya :)))

image

Oiya, back to main topic. Sekarang saya punya teman-teman baru yang menyebar ke seluruh Indonesia. Ada yang di bandung, cirebon, pekanbaru, samarinda, manado, papua, hahahhahaha..dan ofkors jakarta. Kadang juga kami bahas soal kopdar tuh. Seru kali yahh kalo ketemu. Dan pembahasan kami kalo chatting nggak melulu soal makan anak. Tapi hal-hal rumpi yang lain jugaaaaa, seru kan?

Oh, i love Instagram. You made my day!

Posted from WordPress for Android

PASTA! Mamamiaaaaa!

Buongiorrrno signoraaah!
Signora merk blender kan yak? *errr

Saya mulai kasih bocil pasta di umur 8 bulan. Ketika itu dia sedang berada di stage makan nasi tim beras merah, jadi buat selingan si pasta ini oke juga loh.. walaupun kalo ngasih gausah sering-sering karena mengandung gluten (unsur dalam gandum yang membutuhkan waktu 3 hari 3 malam untuk dicerna– cmiiw), kecuali emaks semua pada mau ngasih pasta merk ORGRAN yang gluten free.

Ya gimana yaaa… mak nengmumun belinya la fonte mulu hihihihhii.. kan ngasihnya jarang2, dalam waktu dekat belom mau pindah ke Italy juga *ehem*.

Pasta pertama yang dicobain bocil adalah FETTUCCINI. Pasta berbentuk panjang seperti spaghetti tapi lebih lebar dan tebal. Resepnya nemu di Instagram tapi seperti biassaaaa..di modif sana-sini sesuai kreatifitas (baca: tergantung apa yang ada di dapur).

Fettucinni saus labu
Fettucinni saus labu

Resep:

Rebus fettucini sampai al dente alias kenyul-kenyul atau keras enggak lembek juga tidak. Sisihkan.

Buat saus:  tumis bawang bombay menggunakan olive oil yang untuk memasak (bahasa pop nya ELOO: extra light olive oil) sampai wangi. Kemudian masukkan labu parang/kabocha kukus yang sudah dihaluskan, tambahkan air, keju parut, sayuran (optional.kalo disini saya pake bayam).. aduk-aduk sampai mengental. Masukkan fettuccini yang sudah direbus al dente tadi ke dalam saus. Sajikan!

Sajian pasta yang kedua adalah the most popular pasta in the world versi on the SPAGHETTI yeayyy!

Spaghetti Bandeng Tomat Keju
Spaghetti Bandeng Tomat Keju

Resep langsung skip ke saus, karena udah tau kannn spaghetti-nya pasti direbus dulu (jiyaaahh…tetep ditulis jugaaaa).

Resep saus: tumis bawang bombay menggunakan ELOO sampai wangi. Kemudian omat kupas kulit yang dipotong kecil-kecil/dicacah halus, masukkan bandeng kukus yang sudah disuwir-suwir, tambahkan air, keju parut, dan tunggu sebentar. Masukkan spaghetti aduk-aduk and u’re done! 🙂

Cooking at Hotel

Sebelum cerita pengalaman masak di hotel, saya mau sharing dulu soal anak saya yang enam bulan pertama kehidupannya Alhamdulillah sukses ber ASI eksklusif. Setelah itu masa MPASI atau Makanan Pendamping ASI-pun dimulai.

Saya memilih untuk mengenalkan buah-buahan dulu untuk dia dengan alasan buah lebih mudah dicerna daripada serealia. Kenapa nggak sayur? Ya gapapa sik..pengen buah aja gitu *bletak* 

pepino fruit
pepino fruit

Saya punya piranti andalan yang namanya slow cooker. Menurut saya dia seharusnya menjadi holy grail setiap Ibu-ibu di dunia ini. Terpujilah wahai engkau penemu alat ajaib ini. Lebhayyyyyyyyy….biarin lah hayyy :)))

Selesai sudah prolog panjangnya. Ibarat di milis bisa-bisa saya disemprit mods gara-gara ngelantur. Sebagai istri yang sering ditinggal suami konsinyering alias rapat dalam kota atau sebut saja konser.. *ambil mic, nyanyik*, tentunya sekali-sekali saya suka membuat gerakan penginthilan cantik alias ngikut nginep hotel.

Makan si bocil? Ga masyallahh.. kan ada slow cooker –tukaaan nyambung kan sama prolog yang panjang tadiii. Dari rumah saya siapin slow cooker dan bahan-bahan yang seperti beras, sayur mayur yang udah dipotong secara presisi, kaldu yang udah di frozen kedalam plastik klip secara terpisah. Semua bahan itu dimasukkan kedalam cooler bag. Mantab gilakkkk kannn, emak rajin ya saya, yakannn yakaaann? *ditimpuk tembikar SC*

Begini lohhh penampakannya..

mpasi - hotel

Tadaaaaa… demikianlahhhh cerita masak-masakan di hotelll….