So (long) goodbye, Coffee..

Halo! Memberi statement dari awal bahwa tulisan ini bukanlah postingan caper atau minta dikasihani, melainkan sebagai pengingat untuk saya sendiri.. Dan biar tetep aktif sebagai blogger karena ada bahan buat nulis. EAAA! Bukan cerita menyenangkan kali ini, tapi akan dibuka dengan sesuatu yang menggembirakan. Tadaaa… Minggu lalu kotak surat yang biasanya berisi tagihan listrik/air, paket jajan olshop dan junk mail.. Kali itu ada isi yang berbeda di dalamnya dong, kartu pos!πŸ˜‰

Haiii Deny di Den Haag, terima kasih yaa! Jauh2 kartu ini melintasi benua, dari Eropa ke down under. Senang sekali lho, selembar kertas pembawa kegembiraannya juga langsung dikewer bocil kemana2 sampe akhirnya dibilangin: “sinih di poto duluuuu biar mama bisa pamer” *cekrek* ❀️. Aamiin, semoga beneran ya someday bisa mengunjungimu dan Ewald disanaπŸ™‚.

Kurang dari 24 jam setelah saya terima kartu pos dari Deny, saya mengalami kejadian yang tidak bisa dibilang menyenangkan. I’m hospitalized. Sebagai pengantar mungkin saya akan cerita dulu bahwa saya ini bisa dikatakan religiously coffee drinker, terlebih setelah tinggal di melbourne yang dikenal sebagai the capital of coffee. Ngopi udah jadi budaya, satu cangkir sehari cukup lah untuk saya, latte atau flat white. Secangkir kopi disini harganya berkisar antara $3.80 – $4.50. Sampai saya kenal kopi yang di jual di 711 (seven eleven – sevel,  yang self service dan harga per cup nya hanya $1. Saya kerap beli sebelum kerja karena letaknya berseberangan dengan resto. Namun karena dada saya beberapa kali deg2an tidak lama setelah minum kopi sevel, saya stop konsumsi. Di dukung ada bule customer resto yang udah kenal pernah bilang “Dila, aku suka liat kamu suka minum kopi sevel tiap mau kerja. Lebih baik kamu beli dari coffee shop aja deh, soalnya kopi sevel itu keras“. Setelah itu memang saya udah hampir gak pernah beli kopi dari sevel lagi sih karena nggak tahan dengan deg2annya. Sampai..

Hari jum’at minggu lalu saya jalan2 mengunjungi winter night market di Vicmart sama suami dan bocil, habis itu kami bertiga lanjut jalan2 di city sampai malam. Suami saya kepengen ngopi, mampirlah beli di sevel yang masih buka buat beli latte. Sepanjang jalan, saya dua kali ikutan minum kopi suami. Nggak lama kemudian kami pun pulang, sampai di rumah tiba2 dada saya berdegup kencang. Lebih kencang dari biasanya.. saya bawa tidur berharap esok harinya udah baikan. Bangun tidur ternyata saya masih merasa deg2an kencang karena semalem mimpiin mas Ryan Gosling *di granat suami*. Hari sabtu, seharian saya coba bawa aktivitas aja deh seperti biasa. Saya nggak merasa sakit di dada, pusing, mual, atau gejala2 meriang lain. Hanya saja membawa dada yang berdegup sangat kencang kan rasanya nggak enak yah. Akhirnya abis maghrib saya ke dokter langganan untuk periksa. Setelah menunggu dua jam lamanya, akhirnya saya masuk ke ruangan bu dokter. Saya cerita yang saya alami, kemudian dokter tanya2 juga apa yang saya rasakan. Beliau juga coba cek detak jantung saya dengan mesin yang hasilnya.. nggak bisa dibaca. Duh biyung gimana nih ;'(. Malam itu dokter membuat pengantar untuk ke lab esok paginya untuk dilakukan: ECG (Electrocardiogram), blood test dan holter monitor. Malam itu lagi2 saya bisa tertidur dengan pulas, walaupun agak2 geblak sana sini sih tidurnya karena sedikit nervous. Minggu pagi, saya datang ke lab pathology yang satu lokasi dengan klinik praktek dokter saya. Ngantri 15 menit saja, habis itu saya masuk dan langsung dienjus lengan kanan untuk diambil darahnya. Banyak banget men, ampe dua tabung silinder, lemes liat darah sendiri. Habis itu saya diminta untuk menanggalkan semua pakaian tubuh atas dan berbaring di kasur. Badan ditempelin kabel2 sebagai bagian dari proses ECG. Setelah di dapat hasilnya, petugas lab yang semi histeris  gitu. “kamu yakin kamu gpp? kamu stress apa gimana? ngerasain sakit di dada kamu nggak?!” seriusan.. saya jadi yang agak panik sih jujur aja. Yaudah dia bilang kalo dia bener2 nggak happy sama hasil ECG saya, terus dia segera telpon dokter yang ada saat itu karena dokter saya prakteknya malam. Dua petugas lab sama2 heboh dan nenangin saya, yang mana saya sebenernya saat itu lumayan cool aja sih. Dokter lain datang, dia tanya2 kondisi saya dan cek hasil ECG. Kemudian dia bilang: “you don’t need to worry because this is not heart attack, but you have to go to the hospital today. I will refer you to Emergency Department“. Setelah dapat surat pengantar, saya diantar suami dan bocil segera ke Royal Melbourne Hospital (RMH) dan menuju ke Emergency Department (ED). Sampai sana, saya ke nurse dulu untuk cek detak jantung. Namun lagi2 nggak bisa terdeteksi oleh mesin. Saya diminta untuk masuk emergency dan ditangani dokter, sebelumnya saya digiring ke clerks / administrasi. Saat itulah hal yang agak kurang sreg timbul, petugas kasir minta medicare card (BPJS nya Oz) sama saya, yang saya jawab bahwa saya ini non citizen or PR so saya pegang asuransi lain (Allianz). Status saya disini adalah overseas dependent student. Kasir langsung kasih brosur ineligible medicare card yang mana disitu tertera biaya2 yang harus dikeluarkan , dan jumlahnya sangat2 nggak sedikit. Saya dan suami tanya, apakah bisa make sure dulu ke Allianz tentang return/cover biaya nantinya. Namun entahlah, karena hari minggu dan rumah sakit penuh sesak. Juga memang kasirnya nggak ramah atau udah capek ngeladenin banyak orang meriang dengan berbagai macam sebab, jadi dia nggak melayani pertanyaan dengan cara baik. Akhirnya saya dan suami putuskan untuk menunda masuk emergency dan akan ke health service di kampus esok harinya, sekalian ke perwakilan Allianz disana. Sempat kasirnya bilang sama suami, “tapi aku nggak tau lho ya kalo istrimu nggak kenapa2 sampe senen“, jiper nggak sihπŸ˜₯.

Senin pagi saya telpon health service uni dan bikin appointment sama dokter, dapet jam 10 pagi itu juga. Setelah drop bocil di sekolah, saya dan suami langsung kesana dan diminta menunggu di depan ruangan praktek. Dokternya cowok, langsung ngenalin diri, namanya dr. Dean. Yaudah saya cerita semua yang udah saya tulis di atas. Sampe suami bilang tentang ketidak sreg an waktu di rumah sakit sama orang administrasi, yang udah mau saya tendang kakinya karena ngapain sih cerita2 ntar dikira ngejelek2in orang sini. Eh, gak disangka tanggapan si dokter: “not surprise“, sambil mengiyakan tentang pelayanan public saat peak hour/ time bisa nyebelin banget emang. Lah sami mawon ya ternyata dimana2 :)). Yasudah, dokter Dean periksa saya juga ini itu, detail banget orangnya semua ditulis dengan runut. Mesin dia akhirnya bisa mendeteksi detak jantung saya yang tertera 110. Setelah itu dia bilang mau make sure lagi dan ukur pake stetoskop. Pas mau masukin stetoskop ke dada, dia ampe heran sama baju saya “how many layers do u wear???”thousands!“, jawab saya, dingin beroooh.. abis itu ngikik2. Tapi nggak lama2 haha hihi nya, setelah stetoskop ditempel di dada, dokter juga bereaksi kaget dan bilang bahwa mesin sudah pasti salah, karena detak jantung saya paling tidak diatas 150. “I don’t like it, but u should really go to the hospital. This is something that GP can’t afford to do it“. Dokter Dean bilang hal yang sama dengan dokter sebelumnya, bahwa ini bukan heart attack, tetapi manusia normal nggak bisa kalau hidup dengan membawa jantung yang berdetak secepat itu. Bahasa medisnya, saya mengalami Palpitation : irregular heartbeat. Maka harus diturunkan dan harus di bawa ke rumah sakit. Sebagian orang memang bisa jadi sangat sensitif terhadap trigger, apalagi jika kondisi badan sedang tidak fit. Pengantar baru segera dibuat, ditambah keterangan pula kenapa kemarin minggu saya nggak stay padahal udah dapet pengantar dari dokter pertama. Pokoknya joss lah dokter Dean ini. Ngempos.. panjang juga ya ceritanya, baru juga setengah.. *preketekin jari*.

Senin siang, saya dan suami meluncur ke Royal Melbourne Hospital lagi. Karena pengantar dari dokter Dean sudah lengkap, saya nggak di cek2 detak jantung lagi melainkan disuruh menunggu sebentar tentunya setelah menyelesaikan administrasi ya. Rumah sakit lengang, pegawai2 nya juga tenang dan gak kemrungsung seperti hari sebelumnya. Setelah itu saya dipanggil oleh dokter yang akan menangani saya, cowok, udah senior. Sambil jalan menuju ruangan ditanya, “where are u from?” “Indonesia” jawab saya. “Ahaaa, i can see from your name *tring*”. Busetttt, padahal nama saya kan bukan Dewi, Sri, atau siapaaa gitu yang lebih mengindonesia, tapi yastrallaaahh. Saya masuk ruangan, setelah dokter baca history saya dan hasil print ECG. Saya diminta berbaring, dokter akan melakukan prosedur manual menurunkan detak jantung. Dada saya ditempeli alat, tangan kiri saya memegang pipet dan saya diminta menghirup napas dalam2 kemudian dalam hitungan ketiga harus tiup pipet sekeras mungkin. Dokter menekan perut saya sambil menghitung satu sampai sepuluh, kemudian di hitungan terakhir kaki saya diangkat tinggi sambil melepaskan napas. Saya melakukan proses itu dan hasilnya: gagal. Detak jantung saya masih sama cepatnya dengan sebelumnya. Akhirnya dengan menghela nafas, dokter bilang satu2nya cara adalah dengan drugs. Dubstep.. dubstep.. dubstep..

Setelah itu saya diajak dokter untuk keluar menuju ruangan tindakan. Sambil jalan dia bilang, “one thing you should know, this is not heart attack and it is commonly happened to young people like u, so u don’t have to worry“. Lagi2 lega sih denger dokter bilang begitu, walau dada ini masih sesek rasanya. Saya masuk ke sebuah ruangan besar berisi kasur, monitor dan banyak peralatan medis lainnya. Dokter dibantu dua nurse, laki2 dan perempuan, semuanya ramah dan baik. Saya menjalani ECG lagi dan terlihat angka yang bombastis, 190! Itu detak jantung saya, gimana gak berasa abis lari ngiterin GBK selama 3 hari cobaaaa. Kemudian nurse laki2 siapin lengan kanan saya untuk ditusuk jarum dan dipasang infus untuk masukin drugs nya. Jleb, saya melengos! Lagi2 ketemu jarum menembus kulit.. Setelah itu detak jantung hanya turun sedikit, kemudian dokter bilang akan melakukan tambahan drugs lagi sebanyak 5ml. Sambil mempersiapkan ini itu dia tanya apakah saya lagi hamil atau nggak yang langsung saya jawab: nggak. “Why are u so sure?”, tanya dokter. “I’m on IUD, Doc” saut saya. “Ah, don’t u think ur too young to have an IUD??”, kejar nya. “Hmm, i think not that young” *mesam mesem*. “Whoa, how old are u“. Saya jawab deh kalo saya 31. Si dokter gilang “Geez, i thought u’re twenty!!”. Lebay sih kalo 20 yak, pasti saya masih langsing kalo umur segitu.. Saya sautin aja “I take it as a compliment yeah“, abis itu pada ngakak seruangan.. Hayoloo ngakuuu seneng kan dibilang mudaan huahahhaa. Dan habis itu juga angka di layar monitor pelan2 melorot dari 190 menjadi 93 – 100. Alhamdulillah, selesai sudah proses penurunan detak jantung saya menjadi normal. Dokter bilang ini adalah kegiatan paling menarik yang dia lakukan sejak pagi jaga di emergency. Hoasem πŸ˜‚πŸ˜…. 

Habis itu ternyata saya belom boleh pulang. Ada staff administrasi, namanya Dominique.. Dia kroscek data2 saya dan minta data kartu kredit suami. Lemes, kirain udah kagak perlu bayar2 lagi. Setelah itu saya dipindah ke kamar untuk istirahat dulu, untuk nanti akan di observasi lagi. Sambil nungguin saya foto2 yang hasilnya saya pajang di atas. Suami beliin makan nasi lauk kari di kafetaria, saya makan sambil nonton TV yang isinya dokumenter serangga *random*. Habis makan perut langsung enek karena mikirin biaya RS. Abis itu saya manggil Jane, senior nurse yang menangani saya. Kapan sih saya bisa pulang? Saya parno ngeliat biaya RS buat ineligible medicare kaya saya. Saya juga nggak tau Allianz bakal mengcover berapa persen dari total biaya yang harus dikeluarkan. Terus Jane bilang kalo saya nggak perlu khawatir, nggak ada alasan pihak asuransi nggak mengcover full atau minimal 80-90% karena saya masuk Emergency Department, dan yang dialami juga palpitation dimana itu bukan masalah kesehatan yang bisa diabaikan. Terus Jane pelukin saya, kan jadi meweeeek.. :(((. Setelah itu, Dominique datang lagi dan meminta soft copy paspor saya. Dia ngurusin sama pihak Allianz supaya saya nggak perlu keluar uang dan bill langsung ditagihkan ke mereka. Alhamdulillah, berita baik karena kerja Dominique yang cepat, Allianz respon dan seluruh biaya hari itu yang jumlahnya ribuan dollar bisa ditanggung oleh asuransi. Saya pun sudah bisa pulang hari itu dengan dada yang lapang.

Keesokan harinya saya datang ke lab pathology untuk tetap melakukan pemasangan holter alias heart monitor.

Mirip seperti ECG yang menempelkan alat2 di dada, tapi kali ini ada semacam monitor yang dikalungkan di leher. Nggak boleh mandi selama 24 jam, untungnya udah biasa. Keesokan harinya dateng ke lab lagi deh buat copot holter. Terus tiga hari kemudian kudu ketemu lagi sama dokter saya, yang mana baru mau saya lakukan besok πŸ˜‚. Doakan ya teman2, semoga hasil lab saya bagus. Terus hikmah yang saya ambil lagi dan lagi dan tak bosan2nya adalah agar memperbaiki kualitas hidup supaya lebih baik lagi. Misalnya, yang simple aja deh.. Minum air putih yang banyak dan jangan suka lupa/nunda2. Sama mengakrabi sayur2an lagi yang agak2 kendor belakangan ini. Yang paling penting lagi juga kudu aware sama kondisi badan sendiri. Dalam hal ini, saya udah tau pernah deg2an karena minum kopi sevel dan udah berhenti konsumsi. Tapi masih saya lakuin lagi walaupun cuma minta / minum dikit. Sudah sih itu cerita saya yang rada2 horror minggu lalu, semoga bener2 jadi pelajaran pengingat buat saya bahwa kesehatan itu mahal harganya. Salam sehat!

63 thoughts on “So (long) goodbye, Coffee..

  1. Ada beberapa merk kopi (warung sachet) yg sering bikin aku degdegan dan mules, jadi aku ga minum kopi itu. Tapi mnurut temanku yg suka banget kopi harusnya kopi murni ga bikin degdegan atau mules. Insha allah hasil lab besok bagus ya dila

    1. Iya Ru, harusnya kalo kopi murni ga bikin deg2an lho. Tp entahlah, kopi sevel ini walau murni jg harganya super cheap kan. Dunno juga yah soal kualitasnya.. Soalnya ternyata dapet critaan beberapa temen jg tentang mereka yang punya reaksi deg2an setelah minum kopi dari sevel. Takut ah ntar dikira jelekin produk hehhehe. Aamiin, makasih ya Ruuu 😊

  2. Dil, koreksi, kami tinggal di Den Haag 😁 kamu deg2an banget ya Dil terima kartupos sampe berlanjut. Seneng akhirnya kartupos nyampe pada alamat yang sempat kuragukan keabsahannyaπŸ˜…
    Dil, alarm tubuh itu jangan diabaikan. Mulai mendengarkan kalau tubuh mulai protes. Hayukk dimulai lagi perbanyak makan sayur, buah, dan berolahraga. Semoga hasil lab nya bagus ya dan kamu semakin membaik. Kebayang sakit di negara orang. Sehat terus Dil untukmu sekeluarga.

    1. Omg hahahahahhahaa! Denyyyy, waktu kartu pos sampe sampe nari hula2 *norak*. Padahal waktu terima aku sendiri yang bilang suami, kartu pos dari Den Haag udah dateeeeeng! Tapi semalem pas nulis masa yg nongol di otak Amsterdam πŸ˜‚. Nanti aku edit yaaaaa, sorry2 ✌🏼️.

      Iya Deny, alarm nya udah bunyi di awal tapi aku abai.. So ini pelajaran penting banget. Ketauan ya anaknya suka cuek, dari gigi sampe beginian huhuhu *pecutin diri sendiri. Makasih ya Den doanya, kembali untuk dirimu 😘😘

    1. Aamiin mbak Yo, udah baik alhamdulillah makanya aku pikir perlu di share juga cerita ini untuk pengingat diriku (dan mungkin bisa jadi buat orang lain) tentang alarm tubuh. Makasih ya mbak! πŸ˜‰πŸ˜˜

    1. Aamiin, udah keluar sisss alhamdulillah baik. Tp dapet beberapa suplemen kaya zat besi ama vitD yang rendah banget sama ada tes lanjutan. Makasih ya πŸ’ͺπŸΌπŸ˜‰

  3. Oh My God dilaaaaaa ikutan deg2an bacanyaa. Untung semua bisa terkendali yaa dan gak kenapa2 . Jangan ngopi2 dulu deh .. Minum air putih aja dah paling bener ;p yg ada blenek2 deh kembung hehehe

    Jaga kesehatan dil banyakin makan sayur aja n minum jus … Take care ya Dil !!! Big hug from here !

    1. Nisaaaaa, iya nis.. Sekarang lagi stop kopi, teh, dark chocolate. Bahkan asin manis aja ngurangin nih. Horror banget soalnya kejadian gitu kemaren, bikin pikiran juga melayang kemana2 😭. Ini gw masih menjalani serangkaian cek ini itu sih karena pihak hospital dan dokter kan maunya sampe tuntas nih. Jadi ya msh wara wiri dokter, lab, kantor asuransi πŸ™ˆβœŒπŸΌοΈ.

      Siap Nis, gw lagi mulai gencar kaya dulu lagi ngejus2 plus air putih ampe kembung. Sehat selalu, Aamiin. Thanks yaaaaa Nisa, hugs! 😊

  4. Ampun deh mbak jarang nongol sekalinya nongol malah bikin deg2an juga πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ get well soon mbak Dilla, aku pernah ngerasain hal yg sama (detak jantung cepat) krn obat diet, kapok pol! Ga nyaman bgt ya. Yg alami2 aja deh

    1. Geeee, iya nih seperti dirimu yang nongol2 boyongan ke Jekardah.. Diriku jg boyongan, ke RS tp πŸ˜‚. Jangan lagi2 brarti ya Ge, cobain obat diet itu sensitif buatmu tandanya. Sama kaya kopi sevel buat aku. Salam sehat!😊😘

  5. Mak dil moga sehat teruz yaah , aku skg jarang ngopi kalo minum paling diskonan kopi putri duyung .oya aku gak bisa minum cofemix saset pasti deg2an deh,pelajarannya kalo tubuh dah kasih sinyal ga baik dengerin jangan ngeyel ya mak haha

  6. Bacanya sampe ikutan spaneng Dilaaa…. Take care dan senoga hasil lab ga knapa2 ya. Mama aku juga suka gitu, merk2 kopi tertentu suka bikin jantungnya berdebar levih kencang dari biasanya. Tapi do far ga sampai kejadian kayak kamu sih *touch wood* Kalo aku, kopi tertentu suka bikin sakit perut!

    1. Hi mbak Riaaaa, alhamdulillah udah keluar lab nya nih. Zat besi sama vitD rendah bgt jadi booster pake vitamin. Tentunya kudu dari makanan juga nih, mau aku giatin lagi makan ijo2an yang kemaren2 sempet abai. Makasih ya mbak, Aamiin. Semoga sehat terus jg ya mbak Ria, salam dari melb 😊😘

  7. Diiiillll … Gimana keadaanmu skg ? Msh hrs ikut treatment tambahan atau gimana ? Semoga cepet pulih ya keadaannya .. Salam buat Bocil en Tante Nelayan .. Hehehe

    1. Mbak Yeniiii, masih bolak balik dokter n allianz representative di kampus nih. Terus masih ada echocardiology insyaAllah minggu depan daaaaan kunjungan rutin ke dokter πŸ™ˆπŸ˜Š.
      Makasih yaaa, nanti salamnya disampein.. Salam buat batagor bandung yang enak theaaa hihihi

  8. Whoooosaaahhhh….
    Aku bacanya ikut deg degan dilaa… Sedih juga bacanya, lagi merantau jauh terus sakit rasanya sedih banget ya. Mana biayanya waw banget.
    Sekarang kamu gimana? Semoga udah baikan dan makin baik yaaa… *peluuuk*

    Aku ga pernah bisa minum kopi, even kopi botolan yang katanya kadar kafeinnya rendah. Muaaalll… Pernah suatu waktu di rumah ada tamu, bikin es kopi tubruk. Gaya, ikutan minum secangkir. Dua hari dua malem mual kayak orang hamil plus dag dig dug derrr… Di minumin obat maag nggak ngaruh.
    Abis itu kapok. Icip2 kopinya suami aja bikin mual.
    Badanku norak nihπŸ˜€

    1. Qq, iya niiihh… Duh sedih banget kemarin pas bawa dada sprint gitu udah mikir macem2 gahaaha. Alhamdulillah skrg udah baik, tapi masih kudu cek ini itu ke lab n dokter. Terus ada beberapa pantangan makanan, minuman n obat2an. Semoga ini teguran jg buat aku supaya lebih sehat dan jangan abai sama alarm tubuh sendiri.

      Bagus lah Q kalo alarm badanmu gitu n kamu patuuhhh.. Biar gak ada apa2 kaya aku kemaren πŸ˜‚.

      Thanks ya Qq😘

  9. enakan ke kebun Kopi aja Dila, nggak usah minum kopinya seperti aku he..he…
    dari dulu nggak kuat kopi karena langsung mules dan berdebar..
    semangat sehat ya Dila.., minum air putih aja yuk dan banyakin sayur dan buah

  10. Waahh untung tertangani dengan baikkkk
    Semoga hasilnya bagus, sehat walafiat terus yaπŸ˜€
    Mungkin harus mengurangi nggak mandi 24 jam itu ya hahahahahahahaπŸ˜€πŸ˜€

  11. Astaga Dil, baru baca 😳😳 kamu emang kecapean bgt kali tapi dasar org jarang sakit n tll aktif jadi ga berasa kalo badan lg ‘ga fit’. Soal biaya rs aku bisa rasain banget, kapan hari temanku pny teman masuk rs 1/2 hari aja krn demam tinggi n dia ga ada siapa2 d sini bayar sampe $3,000 πŸ˜‚πŸ˜‚ apalagi kasus mu yg lbh serius waduhhh untung pake asuransi Dil dan untung yg admin nya ngurusin sampe kelar. D sini bayi prematur aja d bilangin million dollar baby krn sehari biayanya $1,500 lbh kamar aja blon obat2, cek dokter sama scan2 yg lain πŸ˜…πŸ˜… kaliin aja 90 hari sdh bs beli rumah 1 di Indo πŸ˜…πŸ˜… ehh kapan hari aku mo daftarin Vic ke specialist gastro biaya konsul aja $350 *mencretttt* mana dokter spesialist d sini ga d tanggung asuransi cuman potong medicare doang yg ttp masih mehong $222 *gubrakk* πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Thank you for sharing ya Dil, post mu lucuk2 ihhh πŸ˜„πŸ˜„

    1. Oliiiii yaampun maap niiih baru buka blog lagi πŸ˜‚. Iya Oliii, kemarin itu juga per day nya $1400 masa kamarnyaaa 😭. Betul2, disini mahal banget kesehatan ya.. Tp alhamdulillah kalo citizen & PR paling gak ada medicare. Untuk yg kaya aku gini nih harus punya private insurance huhu..

      Thank you ya Oliii 😘

  12. Dilaaa, akhirnya aku ada waktu konsen baca ceritanya yang sudah lengkap. Baca ceritamu di grup aja udah mules.. ini lagi tambah mulse.. terus mikirin biaya di sana, ikutan mules..

    iya aku dah lama gak minum kopi, sekalinya ngicip yg botolan nesc*** ama kopi** langsung mual, kembung dan mules si.. padahal pengen yaaa..
    semoga sehat-sehat terus ya di sanaaaa…

    1. Hwaaaa mbak Dewiii, maaaap yaaaaa baru buka blog lagii *slap* πŸ˜‚πŸ˜‚. Aku masih blm minum kopi ampe sekarang niiiih, teh juga jarang, dark chocolate juga. Ngeskrim sering wkwkwk.. Makasih ya Dewichan, salam sehat 😘

  13. mba dilla, pertama baca pembukanya langsung aduh mau cerita apaan ini, kok serem kayaknya…. aq gak ngeh judulnya yg say goodbye2 an itu.

    begitu diterusin malah jadi spaneng, syukurlah semua bs teratasi ya mba… mari jaga kesehatan, banyakin makan sehat dan air putih *ini reminder buat diri sendiri juga, suka lupa minum soalnya*.

  14. Duhmm, ceritanya bener emergency. Tapi sekarang jadi tahu batas diri sendiri, ya kan mbak. Ngebayangin wira-wirimu udah kayak di film-film thriller aja mbak. Semoga lekas baikan dan bisa menjaga apapun itu.

    1. Iya Umami, bener2 pelajaran nih. Sekarang lg puasa kopi dulu lol. Sama kalo emang tubuh udah nyala alarm nya yaaa berhentiiii.. Makasih ya Umami dan salam sehat 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s