Tentang hobi jadi duit dan pemasaran di Instagram

Salah satu hobi saya selain membaca dan bernyanyi adalah.. mainan skin/body care. Nah, kalo mau dijabarin lagi.. homemade skin/bodycare boleh dibilang sesuatu yang lumayan sering saya lakukan. Entah kurang kerjaan atau kelebihan waktu luang, atau emang pinter manage waktunya. EAAAAAA *disorakin*😥. Berasa deja vu sama postingan sebelum, tapi memang tulisan ini terinspirasi dari salah satu komen disana hehehe.
Sekitar dua tahun lalu, saya yang sedang punya anak umur setahun itu nggak pernah lagi melakukan kegiatan gosok2 badan supaya kinclong alias luluran manggil mbak2 apalagi ke salon. Akhirnya untuk memuaskan dahaga akan gosokan2 nikmat dan melenakan itu, saya meluangkan waktu seminggu sekali saat suami libur kantor.. untuk luluran sendiri dengan bahan2 yang ada dan saya racik sendiri pula.
Resepnya simple: beras, oatmeal, kopi giling/teh/coklat. Cara pembuatannya yaitu dengan mencuci dan merendam beras semalaman (12 jam) yang kemudian dijemur dan digiling saat sudah kering sepenuhnya. Begitupun dengan bahan lain yang masih utuh itu langsung di giling kemudian bahan2 itu dicampur menggunakan takaran yang saya coba2 sampai ketemu hasil yang pas.
Ketika itu, trend menggunakan skin/bodycare homemade organik sepertinya sedang booming. Lalu saya pikir, kenapa saya nggak coba pasarkan nih homemade lulur saya? Saat itulah saya mulai survey dimana beli bahan2 berkualitas baik untuk bikin lulur yang akan saya jual, tentunya harus sebaik2nya karena saya kepengen customer yang pake puas dan kasih testimoni yang baik.. dan yang terpenting customer balik lagi (repeat order) salah satu parameter bahwa produk kita mendapat tempat di hati customer.

Saya mulai merancang akan memberi merk dagang apa, deskripsi produk yang akan tertera di label produk, kemudian survey kemasan dan sticker serta cari designernya sekalian. Untuk kemasan saya survey dan ngubek2 botol ke kios2 di pasar pramuka Salemba, sampai dapat penjual yang akhirnya jadi langganan tetap. Sticker saya order melalui jasa design dan percetakan di IG. Yang utama tentu saja mematangkan “resep” si lulur itu yah dan menguji coba dulu sama orang2 terdekat.
Setelah matang semua, baru eksekusi dimulai.. bikin produknya, masukkan dalam kemasan dan diberi label. Foto2 produk dan pasang di Instagram yang sudah saya buat dengan account nama merk dagang: Beautyscrub. Dilanjutkan dengan mencari admin, yaitu adik saya sendiri.. dia saya bekali 1 gadget punya saya dulu yang udah gak kepake😥, juga penjelasan soal gaji bulanan dia. Ya walaupun adek tapi kan harus profesyenel yah.. deal, jalan. Oiya tugas admin adalah melayani chat dari customer baik tanya2 maupun order, kemudian merekap pesanan, nama dan alamat dalam format untuk dikirimkan kepada saya perharinya untuk saya follow-up siapkan barang, packing dan kirim via ekspedisi.

image
My babies: Beautyscrub

Saya mulai tulis dan rinci berapa modal yang saya keluarkan di awal usaha. Setelah itu mikir lagi, ini strateginya gimana biar produk ini bisa laku? Pasti butuh ngiklan kan biar dapet product awareness dari calon potential buyer. Nah, supaya postingan ini menambah nilai guna.. saya akan tulis beberapa trik pemasaran yang biasa dilakukan di Instagram sepanjang yang saya tau selama bergelut 1 tahun lebih disana sebagai olshop sekaligus produsen produk yah.

1. Endorsement
Konsep ini banyak dipakai oleh olshop2 baru di IG. Yaitu dengan memberikan produk kepada figure yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap para followernya. Bisa selebritas, bisa pula orang non selebritas, tapi memiliki follower yang banyak sekali. Mereka dinamakan : selebgram, seleb instagram.. yiuk *brb #OOTD. Produk tersebut kemudian akan mereka pakai dan di foto (beberapa seleb/gram bahkan memberi testimoni), kemudian ditampilkan di account mereka dengan menyebut olshop yang mengendorse mereka. Contoh seleb/gram yang punya impact besar terhadap penjualan dan high demand sebagai endorser: zahratuljannah, ayuaryuli, joyagh.

Kekurangan dari metode ini adalah, waktu tayang di IG endorser bisa lama sekali karena ngantri. Yang minta di endorse kan ada banyak sekali olshop, apalagi seleb/gram yang followernya bejibun. Ada resiko juga seleb/gram nggak memposting produk kita entah lupa atau barang hilang atau alasan lain. Kemudian, contact seleb/gram tidak selalu tercantum dan perlu usaha untuk nyari sendiri dengan banyak2 bergaul/ tanya ke olshop yang sudah pernah mengendorse seleb/gram tersebut. Kelebihannya orang akan lebih tertarik beli karena produknya dipakai oleh sosok yang mereka suka atau anggap idola. Saya beberapa kali pake metode ini, pengalaman baik seperti barang laku keras, ada. Pengalaman buruk seperti, barang udah dikirim tapi berbulan2 nggak diposting sampai nggak ada kabar sama sekali? Pernah. Kemudian “dipalak” artis kelas B pemain FTV, minta dikirim produk 6 biji tapi terus difotonya ngasal banget baik pencahayaan dan penempatan produk (label ngadep belakang) dan fotonya fokeus ke muka dia semuaaaa, endorsement pertama kali yang saya lakukan dan impactnya jauuuh dari target.

image
My fave endorser: Selebgram @ayuaryuli. Totalitas abis!

2. Shout for shout (SFS)
Pernah nggak buka IG trus ada 1 account olshop yang postingannya buanyaaaaak banget dalam 1 kurun waktu dan isinya iklan2 tentang olshop lain? Nah, itu namanya SFS. Cara ini termasuk juga top list dalam menaikkan product awareness.. modal materi nggak ada, hanya cari group SFS yang mau terima. Karena biasanya di dalam 1 group itu tidak boleh ada produk sejenis.
Contohnya: fashion (baju – sepatu – tas), makanan, peralatan rumah tangga, elektronik dan gadget. Sejauh ini SFS kabarnya lumayan ampuh mempertemukan seller dengan buyer, karena dari banyaknya iklan yang berseliweran itu ada.. aja yang nyantol pencet tombol follow kemudian tertarik dengan produknya dan beli. Saya sendiri nggak pernah masuk group SFS, dua kali dapat tawaran dan saya nggak join. Alasannya: saya aja males kalo liat IG rame iklan, jadi better nggak ikutan deh.

3. Paid promote
Hampir mirip dengan endorsement, tetapi seller membayar sejumlah uang kepada seleb/gram sesuai rate yang mereka tetapkan. Nanti pihak seller memberikan foto materi promosi tentang olshop mereka dan produk yang dijual, yang nantinya akan dipasang di IG seleb/gram. Kelebihan dari metode ini adalah praktis, tidak ada resiko barang hilang di pengiriman atau lupa di foto sama endorser. Kekurangannya, biasanya masa paid promote ini ada kadaluarsanya. Entah 6 jam, 1 hari atau seminggu. Selanjutnya akan di delete oleh seleb/gram.

4. Sponsorship
Banyak account2 tematik seperti akun memasak, tutorial ini itu atau olshop besar yang suka mengadakan kuis. Nah, bisa dilihat dari hadiah yang ditawarkan kepada follower oleh account penyelenggara kuis.. kalau produknya beragam dan mencantumkan nama olshop. Biasanya itu adalah sponsorhip, dia yang menyediakan barang sebagai hadiah bagi pemenang. Saya pernah 3 atau 4 kali jadi sponsorship di beberapa account besar. Salah satu syarat ikut kuis bagi follower adalah follow sponsorship juga.. jadi ada kenaikan signifikan pada followers sponsorship. Kelebihannya product awareness yang di dapat sangat baik, karena account2 besar itu pasti sudah punya follower yang luar biasa jumlahnya. Banyak yang belanja juga walau nggak menang kuis. Kekurangan saya bilang nggak ada, saling menguntungkan. Tips: lebih jeli dan ulet aja cari contact person yang bisa dihubungi untuk daftar jadi sponsorship.

5. Giveaway / kuis
Sama seperti blog, di Instagram juga ada. Biasanya untuk menarik orang2 untuk follow Instagram olshop agar tau/ tertarik akan produk yang dijual. Misal dengan akan mengeluarkan hadiah kepada salah satu atau tiga orang follower yang me-repost foto giveaway, kemudian tagging sekian orang teman dan ajak follow instagram pemberi giveaway. Nanti pemenang akan diumumkan saat follower sudah mencapai seribu (misal).
Ada lagi kuis yang dilakukan secara periodik. Kalo olshop saya sebulan sekali, ketentuannya hampir mirip dengan giveaway diatas.. bedanya saya bikin soal kuis yang harus dijawab, jangan lupa jawaban ditulis di kolom comment dan tidak lupa tag teman dan ajak follow IG ini.
Saya juga pernah ngadain kuis impulsif gitu, followers suruh nebak umur saya hahahhaa.. hadiahnya 2 botol produk untuk 2 orang pemenang di bulan saya ultah.

6. Hashtag
Banyak calon customer –termasuk saya, yang mau belanja dan cari product berdasarkan hashtag. Contohnya mau beli sisir, ketik: #jualsisir #jualsisironline #sisirgading_bertatahkan_berlian. Tanda pager ini lumayan menjaring customer untuk mampir ke olshop kita kalau memang sesuai dengan barang yang dia cari. Kekurangannya terkadang ada olshop yang suka ngawur, pake hashtag apa.. jualannya apa. Oh dan btw saya jadi kepo sendiri beneran ada nggak sih yang jualan sisir di IG😐.

7. Spamming
HOT PROMO! Mau tambah TINGGI (3cm – 15cm), tambah KURUS (5kg – 10kg), atau mau GEMUK (5kg – 15kg)?. Line ke: herbalspam”
Makasih ya mbak Dian sastro udah mempercayakan perawatan kulitnya ke zonkzonkskincare. Ditunggu pembelanjaan selanjutnya ya
” 👈👈👈 JANGAN CEK IG INI!!!!”
…dst.

Sangat tidak disarankan, tapi saya pernah ngobrol sama customer yang punya olshop juga dan maju pesat. Saya tanya, tipsnya apa follower dan buyer banyak? Dijawab: “ini aib sebenernya Kak Dil, dulu aku bikin target 2 jam setiap hari aku khususkan buat spamming di IG artis, selebgram dan orang2 penghuni IG”😥

Saya pribadi gak setuju ya yang terakhir ini (walopun sempet khilaf sekali huahaaahaa tp bukan akun lulur ini). Cuma nggak menampik bahwa trik ini lumayan berhasil, pantes IG seleb/gram isinya spam semua.:/

Trik2 di atas saya bilang adalah yang paling sering dipakai sejauh mata memandang. Mungkin kalo ada lagi someday bakal saya tambahin. Sekarang selintas mengenang tentang bisnis kecil yang pernah saya jalani ini. Awal menjalani, alhamdulillah sudah langsung nutup modal di bulan pertama. Bisnis ini kan bukan bisnis dengan modal yang banyak sekali juga. Faktor besar kenapa bisa balik modal dalam waktu satu bulan saya pikir karena homemade skin/bodycare memang sedang trend sehingga orang banyak yang tertarik. Bulan kedua sudah mulai menghasilkan laba yang lumayan bikin senyum.. efek dari promosi yang dilakukan (ketika itu endorsement) sudah mulai kelihatan. Saat itulah saya mulai lakukan strategi lagi yaitu:
Cari reseller/dropshipper. Alhamdulillah setelah buka announcement di IG, beberapa orang langsung contact admin yang langsung di forward ke saya. Segera term and condition diberikan kepada para peminat yang isinya juga mengenai penjelasan laba yang mereka dapat kalau bergabung dengan bisnis ini. Alhamdulillah di bulan ketiga 1 reseller dari Surabaya masuk. Omzet mulai menanjak signifikan dibanding bulan sebelumnya. Selanjutnya.. di bulan2 mendatang mulai masuk lagi reseller dari kota2 lain di Indonesia seperti Palembang, Bandung, Makassar, dan saya lupa 😂😂. Terakhir itu ada 6 reseller di kota besar dan beberapa dropshipper yang menyebar di Indonesia. Omzet tertinggi selama menjalani bisnis ini adalah lebih dari pendapatan yang saya dapat di kantor terakhir saya bekerja, dengan keuntungan 80% dari total omzet. Keuntungan normal perbulan cukup buat jajan2 lucu dan nabung duit cewek lah. Memang nominal yang saya dapat nggak fantastis dengan digit yang berderet panjaaaang, tapi untuk sebuah pekerjaan berawal dari hobi yang saya lakukan dari rumah, sendirian pula.. dari belanja, prepare bahan, racik, packing, labelling dan kirim barang via ekspedisi.. ini benar2 suatu pengalaman berkesan dan saya masukkan ke dalam pencapaian yang pernah saya raih dalam perjalanan hidup, its OK ya untuk memberi reward dan reminder kepada diri sendiri🙂.
Sebagai perempuan pekerja bahkan dari sebelum lulus kuliah, yang kemudian resign (baca: nggak ada uang masuk perbulan dari hasil keringat sendiri) pernah membuat saya merasa inferior pada awalnya, untung nggak berlarut2 karena lama2 sadar bahwa saya masih bisa berkarya yang hasilnya bukan berupa materi. Tapi nggak dipungkiri, bisa make money lagi itu rasanya memicu adrenaline *ngeracik lulur sambil bungee jumping*😀

Sekarang segala aktivitas itu sudah nggak ada lagi, bisnis ini sudah berakhir karena kesibukan saya saat itu yang membuat saya nggak bisa fokus menjalani usaha sendiri. Mungkin sekedar tips bagi yang mau usaha, belajarlah percaya orang lain. Di case saya, saya ini bukan orang yang mudah percaya orang untuk handle pekerjaan yang mana saya paham sekali detailnya. Dampak buruknya adalah ada saat dimana saya sangat2 kelelahan karena bisnis makin maju dan tetap handle semua sendiri plus kekeuh gak mau hire orang. Entah ini saran yang bagus atau nggak ya.. kalo saya ini meskipun (misal) udah mempekerjakan orang, ujung2nya saya bakalan cek ulang buka2in lagi ini udah beres belom? Jadinya malah dua kali kerja hahahaha.. susah buat ubah kebiasaan. Kemudian yang paling penting adalah jujur dan ramah. Kalo pake admin, ajari admin untuk jadi frontliner yang baik. Kalo online business gini ya jangan jutek2 sama customer.
Akhirnya.. itulah penutup dari cerita hobi jadi duit yang paling sukses yang pernah saya lakukan. Semoga postingannya berguna ya, kalo ada yang nggak sesuai dengan teori mohon dimaklumi.. lawong bukan pakar pemasaran. Minimal paling nggak jadi tau lika liku jualan di Instagram. Mumpung ini platform masih lumayan eksis.. ♡

Cek IG kita ya sis!😛

38 thoughts on “Tentang hobi jadi duit dan pemasaran di Instagram

  1. oalaaah dil, dirimu jualan lulur tah? gek reti akuuu😀😀
    btw btw akikes juga admin ig jualan lhoh. namanya @sandikfishfarm. tau dong yeee sandik kepanjangan santi dan odik. hoahahahaha… trus jualan ikan dong sis, kita. ikan hias guppy namanya. karena ini segmented banget & cuman ngebidik hobbyist ya, cuman pake hestek juga udah banyak yg nanya. alhamdulillaaah yaaa dari hobby doangan, bisa jadi uang wiken..
    check ig akik juga yuk sis/gan😀

    1. Hooh San, aku juga gek reti kamu dodolan iwaaaaak. Yaaampun itu tapi joss banget ya sampe ikan jg dijual online, nggak kepikiran bangeett. Pasti ikan koleksi ya ini? Ya Allah aku kan semacam bukan penyayang binatang gitu, ntar mau cek IG sis liat ikannya yang kaya apa sih :””))).
      Iyaaaah, mayan banget ya bs jadi uang wiken buat ngopi2 cantik dan ganteng memang hihihi

  2. Aku juga jualan online Kak, tapi cookies sama cake. Alhamdulillah dikit2 bisa buat jajan lipen hihi.
    Btw, sepakat untuk poin 2. Suka sutris liat IG isinya SFS-an semua.😥

    1. Iya Ata! Kamu hebat loh udah mulai ini dr usia dini, young entrepeneur yah😉. Sukses terus ya, Ataaaaaa smoga someday punya toko offlinenya jg, lucu ♡

  3. endorser. enaknya jadi endorser, haha. dulu sempet mikir kok endorser itu sepertinya gampang banget punya barang baru buat ditempelin di badan, haha.
    And then, the questions is kenapa brenti mbak?

    1. Samaaaaa Umami, aku juga dulu sempet mikir enak bener jd endorserrr pasti barangnya numpuk tuh. Berhenti karena ketika itu aku ada sesuatu hal prioritas yang harus dilakukan dan susah disambi, kurleb selama 2-3 bulan. Jadi yaaa, terbengkalai. Nanti saatnya cari rejeki lagi yang lain, Umami🙂

  4. Sis, kamu multitalenta sekali yaa, salut saya. Kenapa baru-baru ini aku mengenal blogger kondang ini ya, banyak ilmu berguna yang bisa dipelajari ternyata. Thanks for sharing ya sis :))))

    1. Hahaahha, yaampun makasih ya sis! *mumbul*
      Nanti aku free ongkirin deh kalo gitu :””))).
      Semoga berguna paling gak buat luluran di rumah yes hihihi ♡

    1. Thanks, Jo! ♡
      Nah, kannnnnn… kadang jadi harus scrollll panjang gitu kalo buka newsfeed, tp gaaak abis2 iklannya sampe foto2 lain ketilep.

  5. Aaaaaaah dillaaa dan beautyscrub nya yg ciaaamik.. mayan udah sempet sampai seoul ya dil hihi..

    Kerennya kamu tu mau berbagi ya dil.. ngga nyimpen sendiri tips triks suksesnya. Sharring ini pst bermanfaat bgt bg org di luar sana..

    Vakum istirahat sbntar dil..besok mulai lagi. Selama seneng, bs buat lg kan?

    1. Mayaaaaan bgt, thanks to you mbak wkwkwwk. Sebenernya lagi cupet pun bisa bikin lg mbak. Tp waktunya malah yang susah lho sekarang punya bocil nambah gede kirain udah bisa napas dikit, ternyataa… #komenmengandungcurcol :)))).

    1. Thank u, Nisaaaaaa! ♡
      Lahhh nisss itu lohhh gak bakat apaan kamu tuh kemaren lipstick n jam heehehe, ntar tiap mudik buka PO Nis… and aku jg mau belajar soal hand carry product😛

    1. Itu artisnya ditawar 3 biji gak mau loh.. heehe. Sebenernya gpp kalo 6 biji tp hasil endorsementnya bagus, ternyata dia ngasal bgt bikinnya huhu. Gpp lah resiko…🙂. Thanks udah main mbak Nellaaaaaa

  6. Aih keren amat mamak satu ini.. Btw kl endorser itu dibayar atau cuman kasih tester produk doang? Makasih tips n trick nya..kebetulan lg pengen ada yg dipromosin di socmed

    1. Kalo sekarang sih pada minta bayaran Mel (biasanya seseartis), kl dulu sekitar 2 th lalu nggak.. jadi hanya terima product buat di review sama dipajang di IG nyaaaaa, semoga berguna yesss

  7. halo mba salam kenal, makasih ya udah bagi tips2 nya..
    seneng deh di bagi2 ilmunya sama “senior” hehehe
    btw itu artis ftv yg mintak endorsan woww banget yakk mintanya..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s