Abuba Wagyu Fest

Wagyu alias sapi suci ini pernah menghebohkan linimasa twitter sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Sebuah warung di radio dalam jualan wagyu steak dengan harga murah dan enaaaak dan waiting list nya super puanjang, begitu katanya. Saya sendiri udah pernah menulis wagyu experience saya disini. Apakah masih valid? Tentu tidak, hahahahhaha. Saat itu saya dan mantan pacar belum tau cara menikmati wagyu, yaitu? Pesanlah tingkat kematangan medium, maksimal medium well. Ketika itu kami berdua pesan welldone.. yaiyalah rasanya jadi kaya makan “daging biasa”, nggak ada sensasi lembut dan juicy dari wagyu itu sendiri. Warung di radio dalam itu juga sekarang usahanya sudah pecah kongsi. Masing-masing ownernya sekarang sudah punya beberapa cabang steak holycow di Jakarta dan kota-kota lain. Good business start from the small things with passion.

Tinggalkan holycow, wagyu, dan drama-nya. Sekarang saya mau review pengalaman makan wagyu di steakhouse lain yaitu Abuba steak. Sepulang dari menengok bayi dari teman saya di kedoya, saya lihat ada plang Abuba di kanan jalan. Spontan saya ajak suami untuk makan disana. Halaman parkirnya lumayan, nggak cukup luas tapi cukup untuk menampung beberapa kendaraan. Begitu masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh mas-mas pake baju kertas, ehhhh apaan sih.. semacam welcoming guy gitu deh hahahhaa. Tulisan di bajunya: have u eaten wagyu, today? *kalo gak salah. Ruangannya besaaar dengan lantai keramik yang bersih. Staff nya juga ramah-ramah dan helpful.

Saatnya memesan makanan. Saya mau pesan australian meat tadinya, tapi suami ngajakin untuk pesan wagyu-nya aja. Mereka lagi punya promo wagyufest, pesan 2 wagyu sudah dapat 2 minuman dan 1 dessert. Akhirnya kami pilih itu saja, sekalian bandingin wagyu-nya sama warung sebelah hehehee.

Saya pesan:
Wagyu rib eye grade 4-5
Medium well
Blackpepper sauce

image
#wagyufest Abuba steak

Suami pesan wagyu sirloin dengan kematangan medium dan saus yang sama. Pas pesanan dateng kaget juga, waaaoww.. gede banget yaaaahh! Padahal ini sama-sama 200gr seperti warung sebelah. Entah deh apa dagingnya lebih pipih jadinya dia lebar gitu hahaaaha. Review taste ala-ala nengmumun? Dagingnya sendiri empuk dan juicy, tapi seasoningnya menurut saya agak kurang. Perpaduan antara garam dan lada-nya agak kurang terasa. Tapi begitu disiram oleh blackpepper sauce, tidak jadi masalah.. enak. Sukaaaaa dengan tekstur dagingnya, saya nggak tau deh kalau dimasak dengan tingkat kematangan welldone apakah masih enak atau nggak. Kemudian yang saya suka lagi adalah side dish nya. Buncis, wortel dan jagungnya itu maniiiiissss.. sebagai jawir sejati aku merasa terlayani dengan baik hahahahha. Kentangnya datang dalam bentuk wedges dan fried, sayangnya mereka tidak memberikan pilihan untuk side dishnya. Mashed potato juga tidak ada dalam menu mereka.

Setelah steak-nya habis, waiter menawarkan apakah dessertnya mau dikeluarkan sekarang? Saya mengiyakan dan kurang lebih sepuluh menit kemudian dessert saya pun datang. Too bad saya lupa namanya, tapi ini semacam pisang aroma. Pisang yang dibungkus oleh kulit lumpia yang crunchy, disiram susu putih dan coklat, ditaburi meises dan keju, masiih pula ditambah es krim vanilla disisinya. Enek?? NGGAK. Lagi-lagi kejawiran saya merasa sangat teraktualisasi saat itu juga hahahaha..

image
Manis di bibir..

Setelah makan dessertnya rasanya badan saya udah nggak bisa berdiri. Fulllll banget.. sampai tiba-tiba anak saya menampakkan gejala-gejala mencurigakan. Gak bisa diem terus tiba-tiba mojok. Yakkkk, maafkan sodara-sodara.. benar feeling saya bahwa anak saya pup :’))))). Tapi tenang, saya ada alasan cerita ini karena.. saya senang sekali nemu resto yang toiletnya bersihhhh yeayyyy! Agak-agak nggak penting mungkin, tapi buat Ibu anak toddler kaya saya, penting banget nemu toilet bagus bersih supaya kalau anak tiba-tiba pup kaya gini jadi semangat nyebokinnya (sounds wrong, uh).

Selesai sudah pengalaman makan wagyufest di Abuba. Saya sempet iseng ikutan posting foto steak juga tuh di instagram, mereka lg punya quiz/ promo voucher 1 juta untuk pemenang. Yakali iseng-iseng berhadiah kan mayan kalo menang hehehhe..
Ini saya tuliskan review saya waktu kemarin makan disana yah:

(+)
– dagingnya lembut, juicy
– side dish enak
– tempatnya luas, bersih
– waiter & waitress-nya ramah dan helpful
– toilet bersih, nggak bau
– ada musholla

(-)
– saus nya enak, tapi kurang tasty
– nggak punya mashed potato sebagai side dishnya
– seasoningnya kurang (cenderung plain, kurang herbs)

Hmmmm, kayaknya udah sih segitu aja. Overall sih puas yah makan disana. Total kerusakan saat itu sekitar 350k untuk 2 menu paket, just in case ada yang curious soal harga-nya. I think its worth the price. Mungkin next time kami akan kesana lagi, tapi lagi kangen banget sama buddy’s steak-nya holycow by chef afit nih! Semoga bulan depan bisa kesana, Amin.

4 thoughts on “Abuba Wagyu Fest

      1. Bukan, Mak. Daku kan di suro(ck)boyo. Bebek rata-rata aja seeh, gak terlalu mak nyus. Makanya, daku laper lagi, hahaha. Lah, sariawan yak? Kumur air garam + air hangat Mak. InsyaAllah cepet sembuhπŸ™‚

      2. Oalaaah, u rock! Hehehhee… waduh suroboyo sih syurganya makanan. Bebek suroboyo plus lalap sambel duhh maknyosss. Yang paling langsung nyantel kalo ada temen ke sby adalah : nitip sambel bu rudy :p. Maturnuwun sarannya ya mbak Nurul, otw ke dapurπŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s