Cantik itu dari HATI

Sejak usia puber, saya sudah tertarik untuk menggunakan produk-produk kecantikan perawatan diri terutama untuk wajah. Kalau nggak salah mulai kelas tiga SMP. Ketika itu saya mencoba moisturizing cream dan (mungkin semacam) lulur wajah untuk pertama kalinya. Produk yang saya coba dari merk Ponds, Olay (dulu oil of ulay) sampai Meco pearl cream (alamaaak..apa pula ini). Mungkin karena saat itu gencar sekali kampanye “cantik itu putih”sampai sekarang pun yah?, jadi saya yang masih jadi remaja alay nanggung pun terkena imbasnya. Pokoknya gak dapet pacar kalo gak putih! *mandi bayclin*.

Tentu saja hidup itu sebuah proses.. remaja 4LaΒ₯ itupun lama-lama tumbuh menjadi gadis yang sadar kalo skin tonenya nggak terang seperti mojang parahyangan dewasa dalam memandang kecantikan. Bahwa kecantikan itu nggak terpancar dari warna kulit, melainkan dari tas balenciaga yang dijinjing, aduuhhh iyaa IYAAAA DARI HATIIII BHUAHAHHAA!

Kulit saya masuk kedalam jenis kulit normal. Entah condongnya ke kering atau berminyak. Kalau di blot dengan kertas minyak di siang hari bolong palingan hanya meninggalkan jejak sedikit di kertas, dan kalau cuci muka pun kulit jarang merasa seperti ketarik-tarik. Jerawat muncul hanya di jidat saja, itupun sebulan sekali pas lagi menstruasi. Komedo? Sungkan deket-deket. Cakep banget kan yah? Rasanya gak ada beban gitu hidup ini dengan kulit wajah tanpa masalah. LEBAYYYY!πŸ˜€

Saya sudah mencoba berbagai macam skin care. Kalau dirunut dari awal pertama pakai ya lupa sih apa saja. Tapi kira2, setelah tiga merk yang saya sebutkan di paragraf awal.. skin care lain yang pernah saya coba adalah: Viva, RoC, The Body Shop (vit E, vit C, Tea Tree etc), Revlon (iya, revlon ada skin carenya loh.. saya pakai yang vit C series), Clinique (3 step), Biotherm (aquasource series), Acnes, Laneige, The Face Shop, SKII daaaaan saya lupa apa lagi.. bahkan saya pernah rutin seminggu sekali suntik vit C di dokter sekitar tiga tahun yang lalu. Saya memang orangnya mudah terhasut kalau ada racun baru datang *urek urek dompet*.

Sekitar tahun 2010, karena bosan dengan OTC (over the counter) or drug store skin care, saya coba beralih –untuk pertama kalinya, ke dokter kulit. Setelah googling dan neror teman soal rekomendasi dokter kulit Jakarta selatan yang bagus di muka bagus di kantong, akhirnya saya memutuskan untuk konsultasi ke dr. RANI Novian, SPKK. Prakteknya di jalan radio, barito jaksel. Pasien dokter itu konon dari rakyat jelata seperti saya, artis, sampai anggota DPR yang hobinya salsa sama pake baju yang gak matching ituloh. Disanalah pertama kalinya kulit saya kena tretinoin. Tretinoin itu adalah derivat vitamin A yang bentuknya topikal (oles). Fungsinya mengelupas kulit, dan menggantikannya dengan sel sel baru, cmiiw. Saya pakai krim dari dokter Rani kurang lebih satu tahun. Karena saya akan menikah di akhir tahun 2011, maka 6 bulan sebelum hari besar saya menghentikan segala pemakaian obat dengan kandungan aktif. Memang saya punya rencana untuk mendetox tubuh dari segala macam zat kimiawi supaya tubuh sehat dan siap untuk hamil. Nah, saat itulah… jidat saya yang tadinya mulus mulai ditumbuhi jerawat kecil-kecil. Sedihnya nggak ketulungan😦. Jadi masa kejayaan kulit wajah saya berakhir sudah.. sampai sekarang pun jerawat masih suka nongol *nangis*.
image

Atas request dari teman Instagram saya, Mama QQ yang cantik shaleha.. saya mau review beberapa skin care (dan make up?) yang saya pakai. Review ini juga melampirkan foto-foto produk secara acak karena saya nggak pernah meng arsip, jadi pakai seadanya aja yah hehehe.
Kunci wajah yang bening kalau kata beauty expert itu ada di pembersihan wajah yang maksimal. Kulit selalu dalam keadaan bersih ketika akan diberi nutrisi, terutama night cream (atau nutrisi apapun yang di aplikasikan di malam hari dan dibawa tidur). Oleh karena itu double cleansing is a must. So, my essential daily cleanser and nutrition are:

1. Bioderma Sensibio H20
Cairan bening seperti air ini langsung jadi holy grail cleanser. Tanpa bau, tanpa alkohol, tanpa lengket, dan tanpa bilas. Ditambah tanpa keluar duit buat beli bakalan cucoookkk bok! Produk ini berasal dari Prancis, ditujukan untuk kulit sensitif sehingga untuk jenis kulit diluar itu bisa dibilang pasti cocok yahh.. *cmiiw. Cara pakainya hanya dituang ke kapas dan diusapkan ke seluruh wajah dan leher. Kapas yang tadinya putih langsung berubah jadi eksotis tan gitu deh karena make up dan kotoran keangkat semua. Segeeeeer. Udah cukup? Beluuuum…. karena saya masih lanjut dengan:

2. Olay Regenerist Megasonic Cleanser
Alat ini dibilang sebagai the best Clarisonic’s dupe! Karena saya belum pernah pakai Clarisonic, jadi saya nggak bisa compare dan hanya bisa kasih review si Olay aja, dan menurut saya not exactly a dupe yah.. karena Clarisonic mempunyai fungsi-fungsi lain yang tentunya memberikan hasil yang lebih maksimal pula untuk kulit. Dari segi harga pun Olay megasonic ini seperempat dari Clarisonic –which is more suitable with my kantong bolong. Tetapi alat ini sangat-sangat populer di US, banyak sekali review positif disana. Bentuknya adalah brush yang ditempelkan ke aplikator yang berisi dua buah baterai AA. Kemudian brush itu berputar dan ditempelkan ke muka yang sudah dibasahi, tentu saja brushnya sudah diberi face cleanser yang sesuai dengan kulit kita masing-masing. Face cleanser yang saya gunakan adalah:

3. Cetaphil Gentle Cleanser
Cetaphil adalah facial wash yang banyak direkomendasikan oleh para dermatologist dunia. Bentuknya kental dan apabila dipakai nggak mengeluarkan busa dan tidak meninggalkan rasa kesat di kulit. Konon cetaphil ini suka nongol juga di drama-drama korea lagi nangkring di meja rias para cewek-cewek itu, saya sih nggak tau lawong gak pernah nonton. Paling yang saya tonton cuma K-Style aja di Starworld hihihihi. Banyak sekali yang cocok dengan face cleanser ini karena kandungannya yang mild, bahkan formulanya aman untuk bayi. Namun, setelah saya baca di label, dia masih ada kandungan alcoholnya.. so, agak mengurangi kadar ke-sreg-an saya hahahaha. Wish list saya adalah beli PURITY Face Cleanser, tapi pricey di kantong. Alhamdulillah dua hari lalu di whatsapp istrinya-adiknya-temen-saya #mbulet, kalau saya dibawain oleh-oleh dari Canada, salah satunya si Purity ini. Jadi review mungkin akan saya berikan menyusul. Setelah double cleansing selesai, saatnya balik kamar dan mulai oles-oles yang lain… dimulai dari:

4. SKII Clear Lotion (CL) // Homemade ACV toner
Toner fungsinya adalah membersihkan residu yang mungkin masih menempel di kulit setelah dibersihkan, juga mempersiapkan kulit untuk menerima nutrisi lainnya agar lebih menyerap. Setelah melanglang buana dengan berbagai jenis toner, saya bisa bilang kalau toner SKII ini paling TOP untuk urusan mengangkat sisa kotoran. Semacam mengikis sisa kotoran sampai ke akar hahaha.

Saya juga bikin homemade toner dari Apple Cider Vinegar (ACV). Toner ini saya pakai kalo si jerawat jidat lagi muncul. Resepnya sih Green tea (seduh dan saring) + Air + ACV. Semakin sensitif kulit, semakin sedikit porsi ACV yang dimasukkan. Tapi saya pemalas, jadi saya bikin toner cuma dari air + ACV dengan perbandingan 60 : 40. Masukkan botol spray kecil dan simpan di kulkas. Bisa untuk pemakaian dua minggu. Kalau mau awet sampai dua bulan bisa ditambahkan 1 kapsul vit E yang dijual bebas (natur E). Lumayan banget, jerawat pada kempess hehehe..

5. SKII Facial Treatment Essence (FTE)
Also known as Miracle Water. Air abracadabra ini sering dikira toner awalnya, saya pun awal pertama kenalan dengan dia 5 tahun lalu sempat salah cara pakainya. Jadi FTE ini digunakan setelah memakai toner dan sebelum memakai serum / night cream. Teksturnya cair dan berbau iler, iyeyeeek… iler yang mahal #dibahas. Air ini mahal karena mengandung 90% pitera. Pitera adalah zat exclusive yang sudah dipatenkan haknya oleh SKII. Pitera secara tidak sengaja ditemukan saat dilakukan pengamatan terhadap para pekerja wanita di pabrik sake yang tangannya pada mulus kenyal dan kinclong. Setelah dilakukan penelitian, ternyata fermentasi sake memiliki andil besar untuk 5 dimensi kecantikan kulit (crystal clear). Selama hampir dua puluh tahun SKII menguasai pasar skin care dengan kandungan pitera didalamnya, sampai akhirnya company lain mulai mencari tau apa sih pitera itu? Pitera atau fermentasi sake itu punya bahasa umum galactomyces. Nah, akhirnya brand-brand korea seperti MISHA, Sum:41 dan yang paling njiplak mirip dengan SKII, yaitu SECRET KEY.. mulai mengeluarkan air yang sama dengan judul mirip-mirip seperti First Treatment Essence, Starting Treatment Essence.. hehehe. Kalau melihat review di Femaledaily, banyak juga yang cocok dengan air-air ajaib dari brand lain ini.. beberapa point plus ditujukan kepada harganya yang lebih bersahabat, namun nggak sedikit pula yang bilang kalau harga membawa kualitas. Web luar pun ada yang menulis tentang galactomyces battle antar brand ini. The winner still the pioneer, adalah lucu kalau brand lain menyebut airnya sebagai the First kalau kita tau bahwa dia adalah yang kedua atau ketiga, juga memakai nama yang bahkan sudah dipakai sekian puluh tahun yang lalu walaupun dalam bentuk singkatan. Yes, SKII are stands for Secret Key generation II.πŸ˜‰

6. SKII Stempower // Egyptian Magic Cream (EMC)
Stempower adalah moisturizing cream paling populer dari SKII. Dapat dipakai siang dan malam hari, tapi saya pribadi pakai hanya untuk malam, untuk siangnya saya pakai EMC. Cara pakai stempower ini dengan mengambilnya dengan ujung jari kemudian di warm-up, yaitu digosok-gosok dengan dua telunjuk, baru diaplikasikan ke wajah dengan lembut. Cara pengaplikasian ini saya dapat dari Femaledaily, fungsinya ya “menghangatkan” cream supaya terserap lebih maksimal di kulit.

EMC adalah multipurpose cream, saya pakai untuk wajah, leher dan mata. Caranya dengan mengambil sedikit saja EMC, gosok dengan kedua telapak tangan kemudian usapkan ke muka dengam cara ditempel-tempel lembut. Cara seperti ini akan menghindarkan dari muka becyekkkk gak ada ojyekkkk karena minyak dari EMC tidak akan membanjiri muka.πŸ˜€

The Extras:

7. Laneige Water Sleeping Pack
Namanya juga sleeping pack, jadi ini masker yang dibawa tidur. Enak yah, tinggal oles oles trus mimpi besok bangun jadi kaya Song hye Kyo! Hahahahaaa…. Laneige ini dipakai seminggu 1 – 2 kali saja ketika muka lelah. Dipakai setelah pakai FTE, nggak perlu pakai stempower, langsung templok Laneige dan bobo cantik kayak mbak Song. #ikrib

8. Facial Treatment Essence Mask // Homemade Mask
FTE mask ini jaraaaaanggg banget dipake, paling kalo muka lagi bener-bener butuh belaian. Kenapa? Mahal booook! Wong satu bungkus itu isinya satu lembar masker, jadi dia adalah masker tissue yang dicelupin kedalam FTE. Kebayaang dong, sini make FTE aja diirit-irit.. kalo bisa masker juga dua – tiga kali pake deh, lol! Alternatif, bisa coba bikin homemade mask.. FTE mask ala ala.
Caranya? Beli tablet mask di MUJI Grand Indonesia West Mall (sebelah Alun alun Indonesia) atau cari di kaskus dengan key word yang sama. Tablet mask ini adalah kertas berbentuk tablet yang akan mengembang ketika dimasukkan de dalam cairan. Kemudian buka tablet mask, dan voilaaaa.. berubah jadi kertas bercetak muka yang tinggal dipasang kaya topeng, hehehe. Alternatif bagus dan ngirit karena kita yang mengatur seberapa banyak liquid/air yang akan digunakan. Kalau saya sih biasanya pakai air + FTEπŸ™‚

9. Acnes UV tint SPF 30 PA++ // Silky Girl Liquid Foundie SPF 30 PA+++
Ini adalah daily make up base yang saya pakai. Selalu gunakan base yang mengandung SPF (Sun Protection Factor) dan PA (Protection Grade of UV-A). Banyak make up base (atau bb cream) yang hanya mengandung SPF saja.. berarti dia hanya melindungi kulit dari serangan UV-B, padahal efek UV-A lebih ganas dalam memberi sumbangan kerusakan kulit. Penjabarannya mungkin bisa di google aja yah.. hehehe *ketauan malesnya*. Semakin banyak tanda (+) dibelakang huruf PA akan semakin baik. Kedua make up base ini teksturnya light, untuk Acnes saya aplikasikan memakai jari-jari tangan. Sedangkan Silky Girl pakai sponge dari Masami Shouko supaya lebih nge blend dengan kulit.
Wishlist: Beauty Blender or Real Techniques Sponge.

image

Hampir penutup —GOSH! Ini postingan terpanjang sayaaaaaa! Apakah dengan semua rangkaian yang saya lakukan itu terus muka saya jadi seperti Susan Bach, ehhmmm mudaan dikit deh, Dominic Diyose??
Nggak juga.. apakah muka saya bebas jerawat dan dinobatkan jadi tempat favorit lalat main perosotan saking licinnya??
Nggak juga….
Bismillah.. jangan mencelat ya, saya mau upload muka *langsung pada close tab browser jangan-jangan :))

image
Biar HORROR tapi muka sendiri

Seluruh keterangan dari muka saya yang masih jauh dari flawless sudah di jembreng diatas. Oiya foto itu diambil setelah perjalanan Jakarta – Puncak (Bogor) pada pukul 14.30 siang/sore, jadi lagi kucel-kucelnya. Segala skin care dan make up saya pakai jam 6 pagi without powder and touch up. Foto ini apa adanya.. #nofilter #nocamera360 #noedit #editdingtuhdicoretcoret.

Lalu, kalau ada pertanyaan : muka hasilnya masih apa adanya begitu kenapa sih rela menyisihkan waktu templok ini templok itu. Gak capek?
Jawabannya: kenapa sih situ nanya-nya begitu kayak orang kurang piknik? Gak capek? Lol! Just kidding..

Merawat diri itu untuk perempuan adalah wajib hukumnya. Merawat diri juga bagian dari kebersihan, dan kebersihan itu sebagian dari Iman bukan? Jadi dapat disimpulkan sendiri kelanjutannya bagaimana. Untuk saya pribadi, perawatan kulit adalah investasi. Karena waktu itu berjalan maju, bukan mundur. Kerutan itu datangnya belakangan, bukan didepan kayak Benjamin Button. Saya nggak pernah percaya dengan kata-kata cantik itu alamiah. Cantik itu usaha, karena cantik adalah bersih. Bersih itu ya dari muka, kulit, atau pakaian yang dikenakan, dan bersih itu nggak bisa dengan sendirinya. Cantik dengan cara alami adalah merawat diri dengan bahan-bahan yang ada di dapur rumahan seperti ngompres mata pake tea bag, maskeran pake puree kentang atau tomat, dan segala homemade treatment remedies lain. Kemarin-kemarin pernah capture gambar dan kata-kata di instagram. Saya pasang seijin yang punya:

image
Diambil dari IG: thesakristal

Ini versi frontalnya kali yah… tapi boleh deh dicomot dikit soal: berlian aja butuh diasah cyiiiiin.. jadi saya setuju banget kalau CANTIK itu dari HATI dan perawatan yang memadai dari si empunya kulit, hehehe. Juga, stop ngatain ngomentarin perempuan lain yang sibuk senang merawat dirinya dengan kata-kata: “ahh, kalau udah cantik mah gausah diapa-apain juga tetep cantik gak usah pake repot“.

… karena sesungguhnya saat itulah kau telah kehilangan kecantikanmu…πŸ™‚

Salam Cantik,
Neng Mumun

11 thoughts on “Cantik itu dari HATI

  1. Alamaaakk… banyak dan lengkap kali perlenongan dikau wahai mama dila 😄😄….
    *Ngumpet*
    Hail to jeung dila. Aku nggak bisa setelaten itu. Huehehehe… Niatnya kurang kuaaatt.. hahahaha… *pemalas detected*
    *Berdoa ketularan rajin*
    *bookmark pagenya*
    eh namaku disebut juga yaaa… jadi senaaang :)))))

    1. Demiii nihhh demi dirimu jeung… tak tulis lengkaaapp! :)) *alibi, padahal lagi males masak jadinya ngeblog ajadahhh..

      Muka boleh standard, yang penting lenongan segambreng *soundswrong

      Enjoyyyyy list nya hihiihi :*

  2. eh busyeettt neng mumun ternyata mba dilla…
    kamu dimana sekarang??

    btw, postinganmu ini simpulannya apa? apa yang kamu rekomendasikan?
    males baca panjang2 hahahah

    1. Hahhhhha, aku di melbourne skrg. Gak ada yg di rekomendasikan.. Merk sih suka2 aja. Paling penting ya sunblock spf pa+++ hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s