Pempek Dos Ny. Liem

Pertama kali saya lihat resep pempek dos atau pempek tanpa ikan ini sebenarnya di blog mbak Endang Indriani, tapi entah kenapa memory itu nggak tercatat di otak. Sampai kira-kira satu minggu yang lalu, salah satu teman Mama IGers (definisi: mamah mamah yang aktif masak dan posting di IG beserta resepnya). Kalo saya mamah setengah IGers hihihii, boro-boro aktif.. Sekarang si bocil makannya pake bahan itu lagi itu lagi. Lha kok malah tsurhattttt :”’))).

Back to resep pempek yah.. Setelah baca resep dari Ummi Icha-pedeeeehh.. *Piss ya cha*, saya tertarik banget buat bikin.. Tapiiii, langsung bengong aja bacanya. Lahh, intinya saya udah males aja deh liat resep kalo ada nyuruh pake mixer. Untungnya tiga hari lalu saya merawanin mixer buat bikin cake, jadi problematika saya dengan resep bermixer selesai sudah. 

Hari ini, saya tidak bisa keluar untuk belanja ke tukang sayur karena langit Jakarta benar-benar tidak bersahabat. Hujan gak berhenti dari pagi sampai sore. Akhirnya saya dirumah saja dan terpaksa bongkar-bongkar bahan pangan yang tersedia di rumah. Sore tadi, saya lihat di kulkas masih ada cuko pelengkap pempek yang saya beli online tiga atau empat hari yang lalu. Terfikirlah untuk membuat pempeknya. Mumpung bocil tidur, saya segera beraksi di dapur yang sempit sekali sampai susah selonjor, lagian di dapur tuh masak bukannya selonjoran, mak!
Resep pempek saya tulis disini yah.. Dari blog Mbak Endang yang link nya sudah saya kasih di atas:

Pempek Dos Resep Ny. Liem

Bahan:
– 250 ml air atau bisa air kaldu
– 2 sendok teh garam
– 1 1/2 sdt kaldu bubuk (bisa di skip kalau sudah pakai air kaldu)
– 125 gram tepung terigu serba guna
– 2 butir telur
– 200 gram tepung tapioka/tepung sagu/tepung kanji/tepung kentang

Isi:
4 butir telur, kocok lepas

Saus cuko:
– 200 gram gula merah
– 100 gram gula pasir- 500 ml air
– 3 sendok makan cuka atau 100 ml air asam Jawa

Bumbu yang di haluskan untuk saus:
– 8 siung bawang putih
– 5 cabai rawit merah
– 3 cabai merah keriting
– 1 1/2 sendok makan ebi kering
– 1/2 sendok makan garam

Cara membuat:
1. Siapkan panci kecil, masukkan air, garam, dan kaldu bubuk. Masak hingga air mendidih, aduk hingga bahan larut.
2. Kecilkan api kompor, tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit menggunakan tangan kiri sementara tangan kanan mengaduk cepat dengan menggunakan spatula. Sebaiknya jangan menggunakan spatula balon, karena adonan akan menggumpal di dalam kawat balon.
3. Aduk hingga adonan kalis dan matang. Lakukan dengan cepat karena adonan cepat mengeras dan gosong.
4. Angkat dan biarkan hingga agak hangat.
5. Tuangkan adonan tepung yang telah hilang uap panasnya tetapi masih sedikit hangat ke dalam mangkuk mikser, tambahkan 1 butir telur kemudian kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur baik. Tambahkan lagi 1 butir telur dan teruskan mengocok hingga terbentuk adonan yang halus, bebas gumpalan. Anda juga bisa menguleninya manual dengan tangan. Jika ingin cara yang lebih mudah, masukkan semua bahan ke dalam food processor dan proses hingga adonan menjadi halus.

Note: Sebaiknya kondisi adonan tepung agak hangat ketika diuleni agar mudah kalis dan halus. Tapi sebaiknya juga tidak terlalu panas supaya telur tidak matang saat dicampur ke dalam adonan.Tuangkan adonan ke dalam mangkuk, tambahkan tepung tapioka/kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan tidak lengket ditangan.

6. Tuangkan adonan ke dalam mangkuk, tambahkan tepung tapioka/kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan tidak lengket di tangan. Ambil segumpal adonan, kira-kira sebesar bola ping-pong, bulatkan.
7. Letakkan bola adonan di tangan kiri, tekan bagian tengah adonan dengan ibu jari tangan kanan hingga terbentuk cekungan. Lebarkan dan dalamkan cekungan dengan jari anda, tujuannya adalah kita akan membuat kantung diadonan agar bisa diisi dengan kocokan telur.

Note: Jangan buat kantung terlalu lebar, tetapi buatlah kantung yang dalam. Mulut kantung yang lebar akan membuat kita susah untuk menutupnya ketika telah diisi telur, telur yang mengenai permukaan kantung akan membuat adonan susah lengket ketika akan ditutup.

8. Tekan-tekan kantung agar menipis dan mau memanjang. Jika kantung telah jadi dan cukup dalam untuk menampung kocokan telur, tuangkan kocokan telur, hati-hati jangan sampai menetesi permukaan kantung adonan. Tutup kantung dan jepit dengan jari anda hingga menempel dengan baik, tekuk ujung-ujungnya agar tidak terbuka saat direbus.
9. Masukkan pempek ke dalam air mendidih, rebus hingga matang. Pastikan untuk merebus pempek hingga telur benar-benar keras. Pempek yang telah mengapung bukan berarti telur telah matang, lanjutkan terus merebushingga pempek dan telur matang. Kira-kira membutuhkan waktu 20 menit untuk membuatnya matang atau tekandengan jari anda, jika kantung telah keras berarti telur telah matang.
10. Goreng pempek dalam minyak panas hingga permukaannya kecoklatan,angkat dan tiriskan. 

Saus cuko:
Siapkan panci kecil, masukkan air, gula, dan bumbu halus. Masak hingga mendidih. Matikan api dan masukkancuka ke dalamnya. Aduk rata dan cicipi rasanya. Tambahkan cuka dan gula jika rasanya kurang pas. Saring saus danbuang ampasnya.

Penyajian:
Potong-potong pempek yang telah digoreng, tata di mangkuk atau piring dan siram dengan saus cuko. Bisa juga dilengkapi dengan rajangan ketimun.

*********************************** the end ***********************************

Boooookkk……….!
Kalo saya sih langsung bengong yak pas baca resepnya, tapi aseliiiii pas dilakuin tuh ternyata nggak seheboh tulisannya yang panjang dan lama seperti coki-coki #nengmumunanak90anbanget. Saya pakai resep itu persis, perbedaannya hanya di isian pempek dan saya nggak bikin saus cuko juga. Besok nunggu cuko habis, baru bikin sendiri.

Penampakan pempek Ny. Liem setelah dibuat ulang oleh Neng Mumun:

image
Pempek setelah direbus
image
Pempek siap dimakan

Untuk isian, saya nggak pakai telor karena saya baru lihat cara buat masukin telur kedalam pempek malam ini. Lagian saya lagi nggak kepingin makan telor dadar. Yakan kalo gagal ngisinya pasti berujung jadi telor dadar kan eiiimss. Saya isi pempeknya dengaaaannn: KEJU! hahahhaaa.. Saya bikin kapal selam keju (sumpah kejunya saya potong gede banget buat isian), kapal selam mini keju, bulat keju (si bocil makan dan suka, no lepeh lepeh and no cuko pastinyo), dan lenjer (gapake keju, lawong bentuknya lonjong doang gitu).

Pas udah jadi rasanya puas banget, gak nyangka aja bisa bikin pempek, dan beneran deh effortnya juga nggak gede-gede amat. Oiya, yang paling penting review rasa yah. Menurut saya rasanya memang jauh lebih nendang pakai ikan. Tapi pempek dos ini amat sangat tidak mengecewakan. Saya bisa stok di freezer sewaktu-waktu lapar tinggal nggoreng, atau kalau bahan makanan cuma ada telur, bisa dibikin lenggang (telur + pempek lenjer dipotong kecil2 kemudian di dadar). Yang jelas sih lebih murah juga di kantong dan bahan-bahannya terjamin karena kita yang bikin yah.

Besok-besok kalau ada stok ikan giling mungkin saya akan bikin lagi pempek ini supaya lebih megang. Sekarang saya masih berpuas diri dulu dengan pempek dos alias pempek tanpa ikan, Hidup Ny. Liem!!😉

3 thoughts on “Pempek Dos Ny. Liem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s