Mommy and his son

Ohmaigat.. Datang-datang ke blog sendiri dan saya mau menghela nafas panjang dulu. Inhale. Exhale. Hmmmmm… Enaaaak.
Kurang lebih sudah tiga minggu ini saya punya kesibukan baru (yang ternyata memang benar-benar sibuk dan menguras waktu). Tadi siang saya baru merasakan kembali yang namanya TIDUR SIANG! Aaahh.. Indahnya..apalagi sambil diapit cowok-cowok, hahaha!

Eniwei.. Kemarin, atau kemarinnya lagi, atau seminggu yang lalu ya? *pengsan*, saya buka Path dan menemukan sebuah postingan foto. Eh, hati ini tergelitik untuk mengulik lebih dalam dan tajam setajam syilet.

image

Hahahahahha, serem ya boook kaosnya. RULES FOR DATING MY SON. Saya nggak akan melakukan hal-hal ekstrem di atas sih, well… Nggak semua, catet. Tapi memang yah, setelah punya anak laki-laki, saya jadi tau perasaan Ibunya mantan pacar dulu. Jadi wajar sekali kalau suka ada gap gap atau sandungan kecil dalam hubungan antara Ibu mertua vs Menantu putri di belahan bumi Indonesia ini. Lawonggggg memang ngelepas anak lanang itu susahhhh, meeenn! Kecuali di barat sana kali yaaa :)).

Seorang Ibu yang punya anak laki-laki –apalagi anak pertama, darah dagingnya sendiri yang dia rawat dengan penuh cinta kasih dan tetesan peluh, dari bayi sampai dewasa *nyastra abess*. Ehhh, udah besar ketemu cewek trus dia pergi deh. Bye..

Nggak.. Nggak gitu juga kok, saya sih seneng banget yah nanti kalau anak lelakiku sampai ke fase tersebut. Syukur kepada Tuhan karena memberikan jalan hidup yang baik untuknya. Tapi, entah lebay atau nggak.. Saya memang suka mikir, gimana nanti kalau fase itu datang hahahaha. Semoga dia dapat wanita yang baik dan “respect me as his mama“. Yakk, point pertama, check! :))

Selebihnya, uhmm.. Point ke 5 boleh lah.. Sama nomor 7. Tapi nomor 7 itu kalau dipanjang-panjangin bisa jadi dramaqueen nanti. Secara sebagai emak juga harusnya menghargai menantunya. Jangan dikit-dikit he’s my prince ke lanang thole. Yang ada kacauuuu deh ntar :)).
Hoaaahm.. Begitulah tulisan malam ini dibuat sambil ndusel-ndusel anak lanang yang sekarang belum genap 16 bulan. Mama sayang kamu nak, someday kamu baca tulisan ini ya. Semoga wordpress masih eksis. Yiuk.

Cari wanita yang baik, kamu juga jadi lelaki yang baik dulu.
Yang shaleha, sayang mama.. Bukan cuma sama kamu aja.
Yang cantik hati, fisik bonus.

Yang terpenting, kamu juga berjuang jadi lelaki yang baik ya,
Karena jodoh itu refleksi diri.

Love,
Mama

Sekian nggambleh malam ini.

2 thoughts on “Mommy and his son

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s