Time Out!

Sebagai seorang Ibu, menteri keuangan dan sekaligus pembantu umum di rumah ini. Terkadang kata sabar menjadi hal yang mewah. Bahkan sebenarnya lebih dari sekedar kata melainkan sifat sabar. Mewaaaaah sekali. Kenapa? Karena sangat mahalllll untuk membeli dan memakaikannya ke diri saya. Kurang pas ya penggambarannya? Yagimana lagi udah mentok otak mikirnya cuma sampe situ :”’))

image

Seorang Ibu itu diharapkan dituntut untuk memiliki sifat ini, karena pernah baca entahlah dimana (kebiasaan deh ahh). “apabila seorang Ibu tidak bisa memelihara sifat sabar, maka runtuhlah dunia“. Tuh kan, sebegitu berat tugas kami para Ibu. Masa depan dunia ini ada di pundak kami heeeeyyyyy! *ajuin proposal uang leha-leha ke sumamik*

Salah satu hal yang menuntut komitmen dan kesabaran tinggi adalah mengurus dan mendidik anak. Anak anda berapa? Satu? Dua? Anak saya dua. Selalu tambahkan suami di deretan jumlah anak anda. Karena sesungguhnya pria dewasa dengan titel suami itu sama saja seperti anak pertama anda. Camkan itu! Ini ilmiah lho, nggak ngawur plus ada jurnalnya yang mengatakan demikian. Yakaliiiiiiik……!

Kebetulan yang disengaja, status saya sekarang Ibu Rumah Tangga. Jadi saya mengurus anak dari bangun tidur sampai tidur lagi, 24 jam waktu untuknya. Ternyata punya anak itu membutuhkan stok sabar yang BUANYAAAAKKKKK sekali jumlahnya. Bahkan harus di stok kembali berkali-kali.
Sore ini kesabaran saya berada di titik rendah. Setelah seharian anak nggak mau tidur dan maunya main-main terus padahal yang nemenin main udah capek nggak ketulungan. Saya pun mulai gusar. Bagaimana tidak, saya belum istirahat sama sekali dalam kondisi full ngurus anak tanpa dibantu suami yang jadwal kerjanya lagi sangat sangat tidak bersahabat nyebelin deh pokoknya tu kantor, tonjokkk. Lima hari dalam seminggu dipakai buat ngantor, habis jam kantor masih rapat sampai malam.. Kalau nggak rapat ya diundang makan-makan enak dan minum-minum kece sama bank dan entah bisa ditolak atau nggak wallahualam.

Sedangkan anak saya sedang dalam tahap hore-hore nya bergerak (baca: lari-lari di lapangan, naik palang, panjatan, smackdown kasur –kasur = badan emaknya, guling-guling, lari-lari diatas kasur, narik-narik baju n dorong-dorong pantat waktu saya lagi di dapur, mainan air, kabur kalo dipakein popok –celana dan bajupun, kabur kalo pintu depan kebuka, and many more).
Bukan… Saya bukan mau ngeluh atau nggak bersyukur atas yang sudah Allah beri untuk hidup saya ini. Dari dulu saya sangat memimpikan hal ini, berumah tangga, punya anak.. Sampai-sampai saya pernah menuliskan ini dua tahun lalu.

Lanjut cerita, setelah menemani anak main-main sore ini.. Saya bawa dia pulang. Karena belum tidur seharian jadi dia langsung tidur dan skip makan malam. Hati lega dong karena saya juga bisa istirahat. Ternyata nggak berapa lama dia bangun. Entah karena masih ngantuk atau kepalanya pusing (emaknya sok iyes nebaknya), dia rewel sekali dan nangis mbeker-mbeker (ayam kaliiik). Saya nggak bisa kemana-mana. Bahkan mau ambil nasi buat makan aja susah. Haaaahhhhh…

Selanjutnya ya terus begitu. Sampai saya sampai pada titik:

Capek
Sintiang
Pusing
Marah
Sedih

Terus nangis aja gituh. Tes..tes..tes..

Untungnya saya selalu punya teman berbagi yang tak pernah menghakimi karena semua Ibu punya cerita sedihnya sendiri-sendiri. Terima kasih untuk Dewichan Mommy Aidan sudah hadir dalam kolom teks saya hahahhaaa.. Juga Mama Lina yang kemarin juga habis mbahas soal SABAR via whatsapp. Yo mamas, be patient yahhh…

Kita Ibu hebat!

Note: sibocil lagi nonton tv sambil didulang nasi kuning lauk nugget. Yo yo yo! Walau badan pegel mata ngantuk, seger lagi nih ati. Mureee :))

One thought on “Time Out!

  1. hulaaaaa…. hoiii radillaaaa… sinih siniiiihh… mari berkeluh kesaaaah disini..

    akhirnya ada teman yang dikomporin untuk ngeblog lagiii.. hihi *nasib emak2 yg cuma bisa curhat lewat blog*

    kamu itu keren banget tauu.. strong woman,, gue mana bisaaaaaaaa.. emaklebay pemalas dan manja *pun menghadapi detik2 nyokap mau pulang dan akan dihadapkan sendirian lagiiii aaaaaaaakkk*

    tulisan2mu pun kereeeeennn… beneran, alur berpikirnya horeee.. sekali posting no baca ulang lagi.. sudah enak banget tulisannya

    eniweih,,, ya begitulaaaahhh jadi yaaa,, ayoo ngomel2 ngeluh2 disini,, gak usah move on buru2 harus sempurna,, pret duut duuut prett *sungguh komen yg ga penting*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s