Wagyu Steak by Holycow!

Syelamat paygiiii, mumpung masyih pagiiyyy… gue mau review tempat makan yang dua minggu lalu habis gue datangin yaahhh (syambil mulut penuh jeruk). Waktu gue ulang tahun 16 May yang lalu, gue dan mang uyud pergi kesteak hotel by HOLYCOW. Warung pinggir jalan yang menjual steak ala hotel dengan harga yang terjangkau. Gue tau tempat ini kurang lebih February 2010, ketika awal2 pindah ke jakarta. Temen2 kantor pada heboh cerita tentang kedahsyatan dan kelezatan Wagyu (daging sapi jepang) Steak dengan harga “only” IDR 90-an.

Ini ada cuplikan artikel oleh Chef Edwin Lau via vivanews.com :

Wagyu berasal dari dua suku kata Jepang, Wa artinya Jepang dan Gyu yang berarti daging sapi. Sehingga, Wagyu memiliki arti daging sapi Jepang. Berbeda dengan kehidupan jenis sapi lainnya, sapi-sapi di Jepang yang tinggal di pegunungan tinggi memang benar-benar memiliki keistimewaan.

Dari segi pangan, sapi yang hidup di pegunungan di Jepang tidak hanya mengonsumsi rumput, tetapi juga biji-bijian bernutrisi seperti jagung dan barley. Bahkan, saat memasuki usia 10 hari, sapi diberi vitamin A, B, E, dan kalsium.
Tak hanya membuat sapi sehat, pemberian vitamin dan nutrisi penting lainnya dilakukan agar sapi tidak mudah terserang infeksi, memiliki sistem imun yang baik, serta terhindar dari serangan buruk saluran pernapasan.

Daging wagyu tak hanya kaya nutrisi seperti Omega 3 dan 6, tetapi juga rendah lemak. Bahkan, konsumsi daging wagyu dipercaya baik untuk kesehatan kulit, menurunkan kolesterol jahat, serta mencegah kanker. Apalagi sapi penghasil wagyu juga memperoleh perawatan khusus seperti pijat. Mereka juga disembur dengan sake supaya tidak dihinggapi kutu.

Tak heran jika wagyu memiliki citarasa istimewa. Dagingnya yang empuk dan lembut membuat wahyu mudah ‘meleleh’ di lidah. β€œSetelah dimakan, rasa enaknya pun tetap menempel hingga pangkal lidah,” katanya.

Begitu istimewanya wagyu, sehingga tak heran jika harganya sangat mahal. Di Jepang, 100 gram wagyu dijual dengan harga Rp 300 ribu.

Nah, back to my culinary experience yah. Ketika gue dateng dan diberukan menu order, gue memesan sirloin wagyu dan rib eye wagyu buat mang uyud. Waiter memberikan pilihan tingkat kematangan steak : raw, medium or welldone. Gue dan mang uyud sama2 ambil pilihan yang terakhir. Lalu setelah menunggu kurang lebih 10 menit, datanglah pesanan kami :

Sirloin Wagyu w/ black pepper sauce
Rib Eye Wagyu with barbeque sauce

Sampailah pada tahapan menilai rasa steak ini. Oh iya, perlu dijelasin dulu kalo gue dan mang uyud baru merasakan olahan wagyu itu dua kali. Yang pertama wagyu yang dimasak tongseng di Hotel Mulia, yang kedua ya di Holycow ini. Gigitan pertama steak hotel, emmmhh… Mungkin ini review yang sangat tidak lazim. Entah terbuat apa ya lidah kami berdua, tapi… Menurut gue (gausah bawa2 mang uyud deh biar objektif), rasanya BIASA AJA. Gue udah cobain tu makan steak tanpa pake saus —yg kata review2 itu enak banget, trus dicocol saus… trus di-mix sama vegetablesnya. Tapiiiiii, sumpah gue nggak nemuin itu taste “lumer di lidah” “lembut” “lemak mengalir” kaya yang gue baca2 di blog atau portal kuliner yang wira-wiri setaun belakangan ini sampe bikin gue ngiler2 dan merasa nggak heits banget tinggal di Sin City tapi belom pernah cobain Wagyu-nya Holycow. By the way kalimat terakhir terdengar lebay yah.. :p

Sampai gigitan terakhir gue masih belom menemukan titik spesial si wagyu nya holycow ini. Sampe mang uyud bilang sama gue : “Apa lidah kita yang ndeso ya neng?? Jadi nggak bisa bilang kalo ini steak yahud banget”

Gue cuma bisa mengiyakan…

One thought on “Wagyu Steak by Holycow!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s