Otak-otak maut

Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kir*k!!!

Om Almarhum Kasino, pinjem yaa.. umpatan fenomenalnya. Malang dan sial banget pagi ini buat gue. Jadi, seperti biasa gue kan masak untuk bekal ke kantor. Hari ini karena mang uyud lagi dinas ke luar kota, gue masak seadanya aja —emang biasanya juga nggak pernah luar biasa sih :p, oseng buncis kornet dan otak-otak goreng. Bahan2 oseng udah gue siapin dari semalem jadi paginya tinggal dimasak. Sebelum ngoseng, gue goreng dululah si otak-otak sialan. Satu menit pertama nggoreng masih biasa aja, dua menit…juga masih aman terkendali… setelah itu :

Yaaa, nggak segitunya juga sih hebohnya… tapi kira2 gambar diatas itu merefleksikan keadaan gue setelahnya. Super hiks.

Gue teriak ketika si otak-otak mencolot (meloncat, red). Teriak lagi pas pergelangan tangan, lengan, leher dan paha gue terasa panas. My Gosh, ternyata minyaknya pada nyiprat! Gue langsung matiin kompor, angkat tu otak-otak. Dengan spontan pembantu gue bilang : “neng mumun, kalo masak otak-otak itu memang harus ati-ati soalnya suka meleduk”. Glek, gue cm bisa meringis. Setelah itu menangis. Langsung deh gue bawa ke kamar mandi dan ngolesin odol ke bagian yang terciprat minyak jahanam itu. Tapi alih-alih mereda, rasanya malah semakin panaaas. Ini penampakan ketika baru kecipratan minyak panas :

……….Maaf agak DP [Disturbing Picture]……….

Begitulah wujud kulit gue yang kena cipratan minyak panas. Semakin siang semakin bengkaklah itu kulit. Untungnya udah gue olesin EMC terus, jadi agak2 tertolong rasanya. Nggak panas terbakar gitu dan terasa nyaman. Tapi karena lepuhan semakin besoaaar, akhirnya jam dua siang gue cabut ke RSPP. Disana gue dirujuk ke poli bedah, lebih khusus lagi bedah plastik.

Anyway, gue males cerita soal tindakan si dokter ke luka bakarnya. Kenapa?? Karena bikin perut mules. Titik. Singkat cerita gue balik ke kantor dengan tiga perban deh. Pergelangan tangan, lengan dan leher. Pas bayar juga agak2 bikin amsyong tau. Otak-otak seharga tujuh rebu perak itu telah mengakibatkan total kerusakan sekitar enam ratus ribuan. Itupun obatnya udah gue kurang2in loh. Kalo nggak totalnya jadi sekitar satu jutaan lebih. Preketek.

Demikianlah.

3 thoughts on “Otak-otak maut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s