4 malaikat

Minggu pagi kemarin ini gue telpon2an sama nyokap selama kurang lebih dua jam. Wow. Iya, sangat banyak yang kami obrolin. Walaupun satu jam pertama sempet ngedrop gara2 provider kuning yang nggak pernah mau rugi itu loh. Kami ngobrolin soal keluarga, khususnya bokap. Seperti yang udah gue ceritain di postingan sebelumnya, kondisi bokap udah nggak kaya dulu lagi karena divonis sakit (gagal ginjal kronik) per-oktober tahun lalu.
Terkait sama judul posting diatas, ada cerita dari nyokap tentang itu. Ketika sedang nungguin bokap HD [HemoDialisa : Cuci Darah], Beliau baca sebuah kisah dan dapat pencerahan setelahnya.

Begini ceritanya :
Ketika manusia sedang diberi cobaan sakit oleh Tuhan yang maha pengasih dan penyayang—in my religion, Allah SWT. Beliau mengutus 4 malaikat untuk datang kepadanya.

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Ketika Allah SWT akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba tersebut. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata :

“Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan ?”

Allah SWT menjawab : “ Tidak baik bagi kemuliaanKu jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Demikianlah, cerita nyokap gue yang beliau baca dari : Oase Spiritual 2 Hikmah dalam Ujaran & Kisah
(Disadur dari Kitab Klasik Al Mawa’izh al Ushfuriah).

Nyokap mengucap syukur dan tiba-tiba hatinya menjadi sejuk. Kemudian untuk menguatkan hati salah satu anak manis yang nun jauh jaraknya dari sang bokap, beliau menceritakan kisah ini juga. Maksudnya sama gue…😀. Tak perlu bersedih (yang berlebihan / berlarut2) dalam sakit seseorang karena itu adalah ujian dalam ibadahnya.

Ya Allah, jagalah selalu bokap gue yaaa… we love him so much. All of us.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s