TAXI/TAKSI

Hey folks,
Ini bukan cerita si Queen Latifah, Taxi driver cewek yang nguber2 penjahat di Hollywood. Bukan juga Rano Karno yang dapet pacar artis gara2 jadi sopir Taksi. Ini adalah salah satu episode dari kehidupan gue sehari-hari.

“Seberapa dekatkah kalian dengan kendaraan umum bernama : TAXI/TAKSI?”

Buat gue, taksi adalah rumah kedua. Sounds lebay? NO.

Gue punya beberapa alasan maha penting, yaitu :

a. Kerjaan gue mengharuskan buat sering meeting diluar kantor. Karena mobil operasional terbatas, dan gue juga males kemana-mana diikutin driver. So, gue pilih taksi sebagai kendaraan utama buat menunjang transport.

b. Jakarta kota polusi. Diluar kerjaan kantor, gue jadi males kalo harus pergi2 pake kendaraan umum. Apalagi kalo ujan. Langsung deh telpon 12345xxx buat pesen taksi. Ato kalo masih di kantor, terkadang suka minta tolong mas OB cariin. Hihihi.

c. Belom punya mobil pribadi. What else! :))

Nah, sebagai orang yang tiap hari selalu naksi, [Naksi = Naik Taksi. Gue gak tau kaidah penyambungan dua kata ini asalnya dari mana, yang jelas enak aja diucapin] gue mau kasih rating taksi2 favorit ala Neng Mumun di Jakarta Raya ini.

Penilaian berdasarkan kondisi mobil, tarif/argo, keramahan dan pengetahuan driver tentang peta jalan di Jakarta.

3. BLUE BIRD
Si burung biru yang gagah perkasa ini ada di pilihan terakhir gue kalo nyari taksi. Selain tarifnya (paling) mahal, driver blue bird banyak yang masih baru dan nggak tau jalan. Jadi rugi dua kali. Udah harga mahal, pake muter2 pulak gara2 nyasar. Yaaa, nggak semuanya sih, tapi pengalaman lebih dari tiga kali sudah cukup bikin gue sebel sama ni burung, eh.. Si taksi blue bird ini maksudnya.

Kelebihan : mobilnya bagus, baru, cling.. Nyaman deh buat dinaikin. Memang ada harga ada rupa. Sekarang beberapa armadanya udah dilengkapi sama TV. Blue bird juga pelopor taksi yang menyediakan pembayaran debit. Mereka punya alat yang dipasang di mobil, walaupun jumlahnya masih sedikit banget.

Kekurangan : aroma car perfumenya bikin muleeeekk [yang artinya: mual]. Ato gue kali yang kamseu/kampung, bau menusuk dikit di mobil jadi keliyengan deh. :))

2. Express Group

Ada sebuah hal yang menarik. Walaupun Express ini berada di nomor urut kedua list taksi favorit gue. Taksi putih ini menempati urutan pertama sebagai taksi yang pualiiiing sering gue naikin. Armadanya banyak, jadi mudah nyarinya. By the way, official twitter of @expressgroup follow account gue loh. Jangan2 gue pernah ngetwit ngomel2 sebut merk ni taksi kali ya? Hahaha.

Kelebihan : Banyak driver senior, jadi hapal peta jalan Jakarta plus jalan tikusnya. Paling males kan lo kalo naik taksi, kasih tau tempat tujuan ke driver dan dijawab “nanti kasih tau lewat mana ya, bu?”. MENURUT LOOO!! *sodorin bom*

Kekurangan : almost nothingπŸ™‚

1. TRANS CAB

Taksi kuning/oranye-ceper-bening ini officially gue nobatkan jadi taksi favorit number one. Armadanya bagus, bersih, dan baunya NORMAL (baca: gak ada wangi2an menyiksa kaya taksi tetangga yang gue sebut diatas). Dari segi tarif, paling murah. “Hah! Masa sih? Kan sama aja sama taksi dengan tag -TARIF BAWAH- yang lain?”
Udah gue bilang di awal sodara2, gue naksi tiap hari.. So, jarak tempuh dan tarif taksi yang mahal, normal dan murah udah ngelotok diluar kepala. *busungin dada 34C gue*

Kelebihan : Ada tv didalam taksi. Full channel tv Indonesia + luar negri (star movie dll). Boleh juga jadi hiburan kalo menempuh perjalanan jauh dan lagi bosen mainan blekberi sepanjang jalan.
Saran/masukan : Jangan lupa berdoa semoga sinyal lagi bersahabat, jadi nontonnya ga ditemenin semut baris di layar.

Kekurangan : Armadanya nggak banyak.

Selain tiga taksi yang masuk list favorit diatas, gue juga punya alternatif armada taksi yang layak jadi pilihan.

GAMYA
… Taksi ijo lumut, panggilan gue buat dia. Mobilnya baru (setara blue bird), bersih, tarif bawah, overall nggak mengecewakan.

PUTRA… Standard, mobil nggak ada yang baru, tarif bawah, car perfumenya nggak beda jauh sama si burung biru. Ζͺ(β€ΎΞ΅β€Ύβ€œ)Κƒ

TAXIKU
… Taksi (warna) kuning tai. Se-tai pengalaman gue. Pernah dari Menara Jamsostek Gatsu ke Plaza Semanggi abisnya 27 ribu. Dua puluh tujuh ribu rupiah! Orang betawi bilang :
jarak selemparan kolor [Jawa: sak enjrut-an]. Angka tersebut adalah tarif normal argo taksi dari kantor gue (Velbak, kebayoran baru) ke Menara Jamsostek. Gila nggak tuh. Semua itu gara2 sopirnya nggak ngerti jalan dan dia kelewatan satu belokan di bundaran semanggi. Akibatnya fatal, kami harus cari puteran nun jauh di mato untuk berbalik ke arah plaza semanggi. Mau murka gak sih loooo.
Ada satu bonus lagi: driver nya BB (Bukan Blekberi) | Apakah itu? | Clue: sesuatu yang berhubungan dengan aroma. *tepok jidat tetangga*

Tapi, pengalaman buruk sama si kuning tai ini cuma sekali. Jadi, terkadang kalo keadaan mepet [Contoh: ujan, gak bawa payung, yang lewat cuma Taxiku] bolehlaaaah di-Oooop alias di-setop.

Wishlist :
* Naik Silver Bird, tapi dibayarin. Kalo bayar sendiri?? Biarlah tetap menjadi impian yang tak kesampaian… *aih mateeeek*
* Naik taksi yang driver nya cewek. Katanya Blue Bird punya tuh. Tapi sampe sekarang belom pernah. You go girl!

Demikian pengalaman gue dan TaksiGate di Jakarta. Semoga armada2 yang masuk ke Cerita Neng Mumun semakin sukses dan yahud melayani penumpang2 rese yang selalu pengen dimengerti kaya gue.

Thank you bapak2 driver yang baik..
All of you are the part of my life.
Sounds lebay? NO.

Mau gue jabarin lg alasan maha penting yang lain??

TIDAAAAAAAAKK!!!

:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s