Posting ketujuh dan Cerita si kaos kaki :p

Yippie. Ini adalah posting-an ketujuh di hari ketujuh pula semenjak gue punya blog. Kemarin nggak sempet nulis cerita harian. Secara hari itu jadwal full teng. Dari pagi, siang ke sore bahkan sampai malam. Jam delapan pagi gue nganter Nyokap ke kampus, tapi nggak jemput lagi siangnya cuz Nyokap mau pulang buat jenguk Bokap sama Adik2 gue yang ada tiga biji itu. Sebenarnya gue pengen banget ikut, tapi disarankan (baca: dilarang, red) sama Nyokap soalnya kakak sepupu gue wisuda besoknya dan gue dapet tugas harus menemani Budhe datang ke acara. Satu jam gue habiskan buat pulang-pergi pagi itu.
Hari ini juga untuk pertama kalinya gue nyetir nggak nyeker lagi. Horeee….akhirnya gue bisa nyetir pake sandal! *salto* (No…still deam on, eh?). Gue emang udah nggak nyeker, tapi pake kaos kaki. Whattt? Iya, kaos kaki. Untuk melindungi telapak kaki gue biar nggak kapalan. So, gue sediain kaos-kaki-hitam-andalan di suatu sudut di dalam mobil😀.

Sampai di rumah, gue nggak langsung mandi tapi online dulu. Kegiatan harian gue semenjak resign. Asyik surfing, gue pun ketemu seorang temen yang nulis status mellow di facebook-nya. Iseng gue ikutan komen, dan ternyata mellow-nya kali ini bukan sembarang mellow! Hehehe. Hushh…orang lagi mellow kok diketawain. Lalu berbalas komen lah kami di status board-nya, sampai akhirnya dia sms gue.

Oiya, dari tadi gue belum kenalin yah..nama temen gue itu adalah Milli. Gue bales sms dia dan -blaaa…blaaa…blaaaah… akhirnya kami janjian ketemu siang itu. Karena si Milli lagi nggak ada motor, maka gue pun menawarkan buat jemput dia aja. Deal, gue mandi dan siap-siap berangkat walaupun gerimis diluar sana. Berbekal ancer-ancer sederhana yang dikasih sama si Milli, berangkatlah gueee…. Tamtararaamtaaamm.

Lancarkah?
Sudah pasti nyasar!
Nyasar sejauh sepuluh kilometer. (nyasar yang niat)
Sukseeessss…

Akhirnya “bukan telepon biasa” jadi andalan, bertelepon ria lah gue sambil putar balik. Rumah si Milli ada di jalan (atau gang?) yang tidak terlalu lebar, but it’s OK. Mental gue sudah teruji.🙂.

Sampai di kedai teh depan jalan masuk rumahnya, gue pun berhenti. Ternyata Milli udah siap, jalan kearah gue kemudian langsung masuk dan berangkatlah kami mencari tempat yang enak untuk ngobrol-ngobrol. Gue menawarkan untuk duduk santai di (lupa namanya) semacam café yang menu unggulannya bernama martabak UFO. Lumayan, jadi kalau kita tau martabak manis, dia berukuran lebih kecil kira-kira berdiameter limabelas centimeter yang dikasih toping es krim.
Enak lohhh! (promosi terselubung).

Disanalah Milli menumpahkan semua unek-uneknya soal pacar dia yang namanya Tora. Klise sebenarnya, intinya dia mau adanya hubungan timbal balik antara dia dan Tora, yang dia rasa nggak seimbang. Let’s say…ketika Milli kasih limapuluh, Tora juga harus kasih segitu. Walah, jadi kaya orang jualan aja yah. Gue cuma bisa kasih semangat sama dia, karena bagaimanapun Tora kan temen gue juga (temen mang uyud = temen gue). Gue bilang Milli, “mungkin kamu sekarang lebih banyak memberi sama dia… tapi kita kan nggak pernah tau apa yang akan terjadi kedepan. Disaat kita cuma bisa memberi tiga puluh, mungkin pasangan kita bisa melengkapinya jadi seratus saat itu”. Hahaha. Memang neng mumun tu pinter ngomongin orang yah. But, at least gue nggak cerita macem-macem soal “neng-mumun-dan-mang-uyud-gate” yang udah terjadi hampir satu minggu.

Gue anggep ini privacy.. blehh..

Kurang lebih satu jam kami disana, cerita selesai, hati lumayan tenang dan perut kenyaaang. Segera pulanglah kami karena sepertinya hari mau hujan. Ternyata benar, baru juga seperempat jalan, diguyurlah kami dengan hujan yang lumayan deras. Nggak memakan waktu terlalu lama, sampailah gue ke tempat Milli lagi. Gue pun langsung pulang dan kasih support lagi sama dia. Semangaaatttt!!!

Gue pulang lewat ring road. Ngebut, soalnya jalannya lurus aja dan mulus. Nggak kaya jalanan di kota yang bikin gue jadi “mendadak cerewet”. I’m home again…masih belom bisa masukin mobil ke garasi, jadi seperti biasa gue amprokin aja di depan gerbang.

Malam tiba, Juminten baru pulang dari tempat kerjanya. Ngobrol sebentar, eh tiba-tiba “Neeengg, nonton yuukkk…plisss, bête banget nih!” *manyun*.

Yasudah, gue cek http://www.cinepex21.com dan mulai mencari film yang OK. Got it, Surrougates. Bruce Willis. Jam 21.10. Setelah rapi (rapi versi neng mumun), gue bilang sama Juminten, “kamu yang di depan yah?” lalu dia bilang “loh, naik mobil aja neng, agak gerimis diluar”. Yaaahhh, akhirnya gue harus nyetir lagi *sigh*. Dengan ijin dari Budhe, jam 20.47 berangkatlah kami berdua, cewek-cewek kurang kerjaan yang lagi sama2 bete gara2 laki. Hohoho… Gue lumayan ngebut, karena ngejar waktu tayang film. Gue paling sebel kalo nonton film nggak dari awal. Jam 21.00 kami sampai. Yess.

Kami nonton Bruce Willis dengan asyik-nya. Ceritanya lumayan, tentang kehidupan manusia masa depan yang memiliki robot pengganti. Sehingga mereka (manusia) hanya perlu duduk di rumah, dan menjadi operator. Semua kegiatan sehari-hari dilakukan oleh si robot (surrougates). Whad a weirdo life…kill the naturally of human race, cis!

Film selesai jam setengah sebelas malam. Kami langsung pulang, capek…apalagi gue harus bangun pagi besok harinya untuk datang ke wisuda kakak.

Selesai juga hari cerita neng mumun hari ini.

Telapak kaki gue pegel**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s