please check and re-check ur contact list

Jam analog di ponsel saya menunjukkan waktu jam tiga pagi. Saya justru semakin segar, apalagi ditemani laptop dan koneksi internet. Saya terlelap cukup awal malam tadi. Kira-kira jam delapan saya sudah tidur dengan manisnya di depan tivi. Sekitar jam duabelas-an saya terbangun dan nggak bisa memejamkan mata lagi sampaiii…akhirnya saya utak-atik ponsel saya dan menyadari HAL BODOH yang saya lakukan satu-dua bulan laluu and Goshhh…how come I just realize those silly things by now???

Begini ceritanya, dua bulan yang lalu tepatnya tanggal lima September saya di invite oleh teman saya yang namanya Johnny Anggrek. Saya bisa panggil dia John. Dia bikin farewell party di Indian café yang ada di kota saya cuz besoknya sudah mau balik Swiss untuk kuliah disana. Acara dimulai jam lima sore, dan saya masih belum menyelesaikan urusan saya sama Nonnon, teman saya pergi waktu itu. Saya ambil keputusan untuk tidak datang ke acara John dan mulai kirim sms. Nggak berapa lama saya terima balasan sms darinya.

Aneh.

Sedikit nggak nyambung pada awalnya, dan semakin nggak nyambung sebenernya. Tapi entah kenapa saya cuek. Malah saya sedikit curhat colongan ketika dia tanya-tanya soal kehidupan saya. Waktu itu saya bilang mau ke Jakarta dan tinggal sama pacar (Jakarta menyediakan kost yg penghuninya berlainan jenis, tetapi tetap beda kamar_red) yang kerja disana. Dia bilang ati-ati kalo tinggal sama pacar…saya percaya sama kamu lo neng…and blaaa..blaaahh..blaaa.. *wew.

Waktu berlalu dan saya pun mengerjakan kembali aktivitas seperti biasa. Sore hari tiba dan “tuttttt”, sms masuk. Saya lihat pengirimnya: John. Lalu saya pun ber-sms ria dengannya. Semakin lama saya rasa obrolan kami semakin nggak nyambung, dan semua menjadi jelas ketika saya tanya: “kamu kapan balik Swiss, John?” nah looo… dia bales: “Hah, Swiss?” Langsung dehhh…saya buka contact hape saya plus liat nomornya dan, gossshhh…ternyata selama ini saya sms-an sama another John. Hahahaa…

Back to first paragraph. Karena malam ini insomnia saya lumayan parah, saya pun berusaha killing the night by baca-baca sms lama yang mau saya delete biar nggak menuh-menuhin folder.
Then, sampailah saya ke sms tanggal 5 september between saya dan “John”. Lemaslah saya karena selama ini saya bener-bener nggak pernah sms-an sama “the real John”. Pantas saja, akhir-akhir ini another John suka sms dan ngomongin soal pacar saya. Nasehatin ini-itu. Pastilah sebagai seorang Katholik taat dia pikir saya terlalu liar untuk memutuskan tinggal satu kost-an dengan pacar di kota besar. Kalo tau dengan siapa saya sms-an tentunya saya nggak akan bicara blak-blakan seperti itu. In fact, the real John is Gay and I feel comfort to talk with him about a free life.

Saya langsung message dia via facebook dan cerita semuanya, sekalian give my apologize cuz i wasn’t attending his party. Saat ini juga saya ganti nama kedua John itu dengan nama yang berbeda. Johnny Anggrek, and only Johnny. Neng, satu lagi petunjuk biar kamu lebih hati-hati. Saya memang termasuk orang yang suka salah kirim sms, dan kali ini saya benar-benar kena batunya.

*sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s