…at the end, i still thinking of u.

Selamat datang malam.

Tiga menit lagi tepat jam duabelas. Angka yang membuat saya malah semakin jauh dari rasa kantuk. Hari ini saya habiskan dengan mengunjungi sahabat saya yang sudah berkeluarga. Ya, saya sudah janji sama dia untuk main kerumahnya sekalian nengok juniornya yang sudah berumur tiga bulan. Saya berangkat jam sebelas-an sekalian nganter Ibunda saya kuliah. Good news yang mau saya pamerkan adalah: saya keluar naik mobil. Lebih baik dari kemarin. Mesin lancar, saya nggak lupa turunin rem tangan dan lumayan lihai untuk memindahkan saluran radio dengan pandangan mata yang tetap lurus ke depan serta tangan kanan menahan setir. Hahaha.

Sampai ke tujuan pertama, kampus Ibunda saya. Mobil saya bawa dengan kecepatan sedang menuju ke arah jalan raya sepanjang belasan kilometer dimana sahabat saya tinggal. Rumah sahabat saya ada di kilometer tigabelas dan saya masih harus menyusuri jalan kecil yang lumayan berputar-putar untuk sampai rumahnya.
Saya enjoy sekali hari ini. Nggak ada rasa takut lagi, yang ada hanya rasa berhati-hati dan waspada ketika nyetir. Sampailah saya ke tujuan.

Rupanya pengalaman parkir di jalan sempit kemarin benar-benar saya ambil hikmahnya. Sayapun berusaha parkir semepet mungkin dengan pembatas jalan. Saking semangatnya, ban mobil saya naik ke atas trotoar! Kemudian secara naluriah saya putar kemudi saya kekanan meluruskan body mobil. Yess, I did it! Mobil pun nangkring dengan sempurna.🙂.

Assalamualaikuuuuummm…

Saya ucapkan itu tanpa mengetuk pintu yang memang sudah terbuka. Ayah sang sahabat menyambut kedatangan saya dan mempersilahkan masuk. Sahabat saya kaget melihat saya datang, kemudian dia tanya saya naik apa. Mobil, jawab saya. Spontan dia lihat kearah luar dan berkata : “Waahhh…hebattt, neng mumun parkirnya bisa mepet gitu yahh..saya aja nggak bisa loh”. Saya cuma mesem-mesem dengar omongan dia. Akhirnya dengan tidak malu-malu, saya beberkan “dosa” kecil saya soal ban mobil yang sempet piknik ke trotoar.😀

Saya menghabiskan siang hari saya disana. Ngobrol, ngegendong baby dia yang sangat cute, makan siang, browsing sampai ngirim aplikasi Bank pemerintah yang sedang rekrutmen (guess what? Mang uyud let me know about it by text! :p). Seru. Ternyata bertemu sahabat lama yang jarang kita kunjungi dan memiliki arti lebih untuk kita sangat-sangat membuat pikiran fresh. Kita bisa cerita hal-hal kecil dari A sampai Z tanpa harus jaim satu sama lain. I think its worth to do for every women. Nggak kerasa waktu udah sore, suami sahabat saya datang. Kami ngobrol-ngobrol dulu sebentar dan kemudian saya pamit pulang. Sahabat saya meminta untuk menginap sesekali di rumahnya. OK, saya pasti akan usahakan. Tapi saya nggak mau gara-gara ada saya dia dan suaminya jadi tidur terpisah. Yahh..saya hanya minta disediakan satu kamar dengan fasilitas lengkap untuk saya. Hehehe.

Saya pulang. Mobil meluncur dengan lancar tanpa hambatan. Saya selalu bermain dengan gigi dua dan tiga. Sampai di perempatan jalan besar, saya teringat akan sensei yang mengajari saya nyetir. Namanya Aoi. Kali pertama saya berani bawa mobil ke jalan raya sendiri, saya langsung sms dia. Aoi juga bilang kapan-kapan kalo saya sudah lancar, datanglah ke kost sambil bawa mobil. Moment lampu merah yang lama nggak saya sia-siakan. Tangan saya meraih ponsel dan mulai mengetik cepat : “saya kekost skrg!”. Lampu hijau menyala, saya jalan pelan-pelan menuju kost sensei Aoi yang cuma butuh waktu tidak sampai lima menit. Sms balesan datang : “iyaa neng mumun…” bersamaan dengan sampainya saya ke depan pintu gerbang.

Saya netralkan gigi, tarik rem tangan, matikan mesin.
Keluar dari mobil saya disambut dengan teriakan Aoi.
“Nennnggggg……hebattt bangeetttttt…beraniiiii!!!” dengan muka takjub.
Saya girang. “Iya looohhh…aku juga baru dari atas…kilometer tigabelas, rumah temen sayaaaa”.

*sombong*

Sensei pun semakin takjub.

Hahahaaa…

Kami makan malam bareng di warung pinggir jalan yang menjual aneka penyetan. Memori saya melayang ke tiga tahunan lalu. Saya pernah makan disana sama mang uyud. Waktu itu kami belum pacaran. Dia jemput saya pulang kerja. Saya pernah part-time di persewaan DVD waktu masih kuliah. Hahaha…dulu saya kalo makan suka sisa banyak nasinya.
Dia kasih tau saya :”kalo makan diabisin nasinya, siapa tau berkah dari makan yang kamu makan ada di butir nasi terakhir”.

Nice.

Saya juga ingat mang uyud pake jumper abu-abu dengan tulisan GAP. Saya malah lupa baju yang saya pake. Kalo nggak salah kita berdua makan ayam bakar, dan dulu saya sempet ngomong dalam hati: “jarinya mang uyud gede-gede banget yah??” :p

Loh. Kenapa saya jadi mikirin dia ya?
Kemarin malam dia juga ikutan nimbrung di mimpi saya.
Detailnya saya lupa, tapi saya pake kaos ungu.

Huh.

Sepertinya cerita saya nggak ada makna. Lebih baik saya tidur saja.
Maksud saya, ke tempat tidur untuk melakukan aktivitas lain.
Mungkin saya masih akan baca-baca Female magazine yang belum saya tuntaskan.

Enough for today.

Selamat Tidur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s